INDONESIA – Sektor ganda putri Indonesia saat ini telah mulai menunjukkan era kebangkitan dan berbenah diri.
Sebelum memasuki era 2020-an keatas saat ini, ganda putri Indonesia melalui pasangan Greysia Polli/Apriyani Rahayu peraih medali emas Olimpiade Dunia di Tokyo Jepang tahun 2020 hingga sampai saat ini belum ada yang bisa menyamai ke-2 pasangan ini.
Tapi walau belum menyamai prestasi alumni ganda putri Indonesia Greysia Polli dan Apriyani Rahayu menurut pengamatan kontributor berita badminton lovers media online nasional interaksimassa.com setidaknya sudah mulai berbenah dan menunjukkan era kebangkitan untuk khusus sektor ganda putri saat ini.
Salah satu contoh yaitu Amalia Cahaya Pratiwi yang berpasangan dengan Siti Fadia Silvia Ramadhanti biasa dijuluki TiFad (Tiwi/Fadia) dari sebelumnya peringkat 21 dunia dan untuk sekarang setelah capaiannya berhasil tembus laga semifinal dua edisi terakhir maka melesat naik ke-peringkat 16 dunia untuk pasangan Tiwi/Fadia (TiFad) ini.
Kabar positif juga datang dari sektor ganda putri Indonesia lainnya setelah pembaruan ranking BWF pekan ini.
Selain lonjakan ranking yang diraih ganda putra termuda Indonesia biasa akrab dijuluki ‘Duo Kidal’ (pemain memiliki skill tangan kiri) bernama Devin Artha Wahyudi/Ali Faathir Rayhan tembus laga pamungkas final Kejuaraan Macau Open 2026.
Pasangan Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti juga mencatat kenaikan signifikan.
Tiwi/Fadia berhasil menembus babak semifinal Macau Open 2026 sebelum langkah mereka terhenti akibat kendala cedera saat menghadapi pasangan muda Negeri Tiongkok (China) Chen Fan Shu Tian/Liu Jia Yue.
Meski gagal melaju ke final, tambahan poin dari hasil semifinal Kejuaraan Macau Open baru usai digelar di Daerah Provinsi paling ujung Tiongkok (Macau – China) cukup untuk mendongkrak posisi mereka di ranking dunia BWF.
Tiwi/Fadia naik lima peringkat, dari posisi ke-21 menjadi peringkat ke-16 dunia.
Kenaikan tersebut membuat Indonesia kini memiliki tiga pasangan ganda putri di jajaran 20 besar dunia BWF.
Menariknya, ketiga pasangan tersebut merupakan duet baru yang belum genap satu tahun dipasangkan.
Saat ini, wakil Indonesia yang menghuni top 20 dunia adalah Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum berada di peringkat 13, lalu Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari di posisi peringkat 15 dunia dan Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti di urutan posisi rangking 16 dunia.
Pencapaian ini menjadi sinyal positif bagi regenerasi sektor ganda putri Indonesia yang mulai menunjukkan kedalaman squadnya di level elit dunia badminton Internasional.
Harapan penulis dan semua pecinta badminton lovers tanah air diseluruh penjuru Nusantara, sektor ganda putri Indonesia ini teruslah bangkit dan terus konsisten semangat dalam berlatih sehingga saat terjun ke dunia kompetisi badminton Internasional bisa mencapai prestasi-prestasi hebat mereka seperti yang telah dicontohkan oleh peraih medali emas Olimpiade Dunia di Tokyo Jepang tahun 2020 Greysia Polli/Apriyani Rahayu.*












