EMPAT LAWANG – Durian menjadi salah satu buah khas Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan, yang memiliki daya tarik tersendiri bagi masyarakat maupun pencinta buah. Selain dikenal dengan cita rasanya yang manis, durian Empat Lawang juga menjadi salah satu sumber penghasilan bagi masyarakat, khususnya para petani di wilayah pedesaan.
Salah satu daerah yang dikenal sebagai sentra durian adalah Desa Pajar Bakti, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang. Setiap memasuki musim panen durian, aktivitas ekonomi di desa tersebut meningkat. Para petani mulai memanen buah dari kebun mereka, sementara pedagang dan tengkulak dari berbagai daerah berdatangan untuk membeli durian secara langsung.
Kondisi tersebut membuat suasana Desa Pajar Bakti menjadi lebih ramai dibandingkan hari-hari biasa. Para tengkulak dari luar daerah, bahkan dari luar provinsi, datang untuk mendapatkan pasokan durian. Buah yang dibeli dari petani kemudian dipasarkan kembali ke berbagai wilayah sehingga menciptakan rantai perdagangan yang turut menggerakkan perekonomian masyarakat.
Bagi petani, musim durian memang hanya berlangsung pada waktu tertentu dalam setahun. Namun, hasil penjualan buah tersebut cukup membantu memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga. Pendapatan dari durian dapat menjadi salah satu sumber pemasukan penting, terutama bagi masyarakat yang menggantungkan kehidupan dari sektor perkebunan.
Tidak hanya petani yang merasakan dampaknya. Perputaran ekonomi selama musim durian juga memberikan manfaat bagi pedagang lokal. Transaksi antara petani dengan pedagang atau yang oleh masyarakat setempat kerap disebut toke menjadi bagian penting dalam aktivitas perdagangan durian di desa.
Semakin banyak tengkulak yang datang, semakin terbuka pula kesempatan bagi petani untuk menjual hasil kebunnya. Aktivitas jual beli tersebut turut memberikan dampak kepada sektor ekonomi lainnya, mulai dari transportasi, jasa angkut, hingga aktivitas perdagangan masyarakat sekitar.
Durian sendiri kerap dijuluki sebagai “raja buah” karena aroma, tekstur, serta cita rasanya yang khas. Potensi tersebut menjadi peluang bagi Kabupaten Empat Lawang untuk terus mengembangkan sektor perkebunan durian sekaligus meningkatkan nilai ekonomi hasil pertanian masyarakat.
Dengan potensi produksi dan permintaan pasar yang cukup besar, durian Empat Lawang tidak hanya menjadi buah yang diburu saat musim panen. Komoditas ini juga menjadi bagian dari roda perekonomian masyarakat pedesaan.
Ke depan, pengelolaan perkebunan durian secara lebih baik, peningkatan kualitas buah, serta perluasan akses pemasaran diharapkan dapat meningkatkan nilai jual dan kesejahteraan petani. Dengan demikian, durian khas Empat Lawang tidak hanya dikenal sebagai buah yang memiliki cita rasa manis, tetapi juga mampu menjadi komoditas unggulan yang memberikan kontribusi terhadap perekonomian daerah.












