Kecelakaan Maut di Prabumulih Renggut Tiga Nyawa, Ayah dan Anak Asal Lahat dan Satu Pejabat Empat Lawang Jadi Korban

Foto ist

PRABUMULIH – Kecelakaan maut terjadi di Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Cambai, Kecamatan Cambai, Kota Prabumulih, Sumatera Selatan, Jumat (14/8/2026) sekitar pukul 02.00 WIB. Insiden tersebut melibatkan mobil travel Toyota Calya dan truk tangki Mitsubishi Fuso Canter.

Kecelakaan itu mengakibatkan tiga orang meninggal dunia dan lima lainnya mengalami luka-luka. Dua dari tiga korban meninggal merupakan ayah dan anak asal Kabupaten Lahat, yakni Bambang Hirawan (44) dan putrinya, Intan Aprilliya (22).

Keduanya diketahui merupakan warga Desa Jajaran Baru, Kecamatan Kikim Barat, Kabupaten Lahat. Sementara satu korban meninggal lainnya adalah Ferry Apriansyah (46), yang berdasarkan informasi yang dihimpun merupakan Kepala Bidang Sosial Budaya pada Bappeda Litbang Kabupaten Empat Lawang.

Kepolisian mengonfirmasi tiga korban yang meninggal dunia dalam kecelakaan tersebut adalah Intan Aprilliya, Bambang Hirawan, dan Ferry Apriansyah.

Bambang dan Intan dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian akibat kecelakaan tersebut. Sementara Ferry sempat mendapatkan penanganan medis setelah dievakuasi dari lokasi. Namun, nyawanya tidak berhasil diselamatkan dan Ferry akhirnya meninggal dunia saat menjalani perawatan di RSUD Kota Prabumulih.

Ayah dan Anak Asal Lahat Jadi Korban

Kabar meninggalnya Bambang bersama putrinya menambah duka keluarga dan masyarakat Kabupaten Lahat. Keduanya diketahui berada dalam kendaraan Toyota Calya yang terlibat kecelakaan dengan truk tangki.

Bambang yang berusia 44 tahun dan Intan yang berusia 22 tahun merupakan warga Desa Jajaran Baru, Kecamatan Kikim Barat. Kepergian keduanya secara bersamaan dalam peristiwa tersebut meninggalkan duka mendalam bagi keluarga serta warga di daerah asal korban.

Sementara itu, Ferry Apriansyah berusia 46 tahun. Ia dilaporkan sempat berada dalam kondisi tidak sadarkan diri setelah kecelakaan. Petugas kemudian melakukan evakuasi terhadap korban untuk mendapatkan pertolongan medis di RSUD Kota Prabumulih.

Meski telah mendapatkan perawatan, kondisi Ferry tidak tertolong hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

Toyota Calya dan Truk Tangki Bertabrakan

Kecelakaan terjadi di ruas Jalan Jenderal Sudirman, tidak jauh dari Kantor Pengadilan Kota Prabumulih, Kelurahan Cambai. Dua kendaraan yang terlibat masing-masing Toyota Calya berwarna putih dengan nomor polisi BG 1010 XA dan truk tangki Mitsubishi Fuso Canter bernomor polisi BG 8140 DW.

Toyota Calya diketahui dikemudikan Candra Utama (35), sedangkan truk tangki dikemudikan Muhammad Afrizal (27).

Korban Meninggal Kecelakaan Bus ALS dan Mobil Tangki BBM Bertambah Total Jadi 17 Orang

Lubang Jalan Picu Kecelakaan di Jalintengsum Empat Lawang

Berdasarkan penanganan awal dan keterangan saksi yang diperoleh kepolisian, truk tangki Mitsubishi Fuso Canter bergerak dari arah Palembang menuju Prabumulih dan selanjutnya menuju Muara Enim.

Pada saat bersamaan, Toyota Calya melaju dari arah berlawanan dengan tujuan menuju Palembang.

Ketika kedua kendaraan tiba di lokasi kejadian, keduanya diduga berada pada jalur yang sama. Jarak antarkendaraan yang sudah terlalu dekat membuat benturan tidak dapat dihindarkan.

Tabrakan tersebut mengenai bagian samping truk tangki dan bagian depan sebelah kiri Toyota Calya. Benturan keras menyebabkan sejumlah penumpang Toyota Calya mengalami luka-luka dan tiga orang akhirnya meninggal dunia.

Namun, kepolisian belum menyimpulkan penyebab utama kecelakaan tersebut. Pemeriksaan lebih lanjut masih dilakukan untuk memastikan rangkaian kejadian serta faktor yang menyebabkan kedua kendaraan berada pada jalur yang sama.

Lima Korban Lain Mengalami Luka

Selain tiga korban meninggal dunia, terdapat lima korban lainnya yang mengalami luka akibat kecelakaan tersebut. Para korban kemudian mendapatkan penanganan medis di RSUD Kota Prabumulih.

Pengemudi Toyota Calya, Candra Utama (35), termasuk salah satu korban yang mengalami luka. Ia dilaporkan mengalami luka robek pada bagian pelipis mata kiri dan dagu. Saat mendapatkan perawatan, Candra masih dalam kondisi sadar.

Sementara itu, pengemudi truk tangki, Muhammad Afrizal (27), dilaporkan tidak mengalami luka dalam kecelakaan tersebut.

Petugas kepolisian bersama tim terkait melakukan proses evakuasi korban serta pengamanan lokasi kejadian. Kendaraan yang terlibat juga diamankan untuk kepentingan penyelidikan dan penyidikan.

Tim TAA Polda Sumsel Turun Tangan

Penanganan kecelakaan maut tersebut dilakukan oleh Satlantas Polres Prabumulih. Untuk mengungkap secara lebih rinci kronologi dan faktor penyebab kecelakaan, penyelidikan turut mendapat dukungan dari Tim Traffic Accident Analysis (TAA) Subdit Gakkum Ditlantas Polda Sumatera Selatan.

Tim melakukan sejumlah langkah, mulai dari olah tempat kejadian perkara (TKP), pembuatan sketsa kecelakaan, pengumpulan keterangan saksi, pendataan korban, hingga pemeriksaan kendaraan yang terlibat.

Toyota Calya dan truk tangki diamankan sebagai barang bukti untuk mendukung proses penyidikan. Pemeriksaan tersebut diperlukan untuk mengetahui posisi kendaraan sebelum dan ketika benturan terjadi.

Kapolres Prabumulih AKBP Gunarto menyatakan perkara tersebut masih dalam tahap penyelidikan dan penyidikan. Karena itu, pihak kepolisian belum dapat menyimpulkan penyebab utama kecelakaan maupun aspek hukum yang berkaitan dengan peristiwa tersebut sebelum seluruh proses pemeriksaan selesai.

Kepolisian akan mendalami keterangan para saksi, kondisi kendaraan, situasi jalan, serta hasil olah TKP sebagai bagian dari proses pengungkapan kecelakaan.

Polisi Imbau Pengendara Waspada

Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan ketika berkendara, terutama saat melakukan perjalanan antarkota pada malam hingga dini hari.

Pengguna jalan diminta menjaga konsentrasi selama berkendara, mengendalikan kecepatan sesuai kondisi jalan, serta memastikan kendaraan dalam kondisi layak digunakan.

Kewaspadaan menjadi semakin penting ketika pengemudi melakukan perjalanan pada waktu dini hari karena kondisi fisik yang lelah dapat menurunkan konsentrasi dan kemampuan merespons situasi di jalan.

Polisi juga mengingatkan pengemudi untuk tidak memaksakan diri melanjutkan perjalanan apabila kondisi tubuh sudah lelah atau mengantuk. Beristirahat sejenak dinilai lebih aman dibandingkan mempertaruhkan keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.

Kecelakaan maut di Jalan Jenderal Sudirman, Prabumulih, ini menjadi pengingat bahwa keselamatan harus menjadi prioritas utama dalam setiap perjalanan. Kepolisian masih terus melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan serta menentukan langkah hukum berdasarkan hasil pemeriksaan.

Di tengah proses tersebut, keluarga korban kini harus menerima kehilangan tiga anggota keluarga akibat kecelakaan tragis yang terjadi pada dini hari. Peristiwa ini juga menjadi duka bagi masyarakat Lahat, Empat Lawang, dan Prabumulih.

**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *