SINGAPURA – Ajang kompetisi badminton Internasional Singapore Open 2026 masih menimbulkan teka teki bagi squad tim merah putih.
Lebih mengejutkan lagi, kekuatan sektor ganda putra Indonesia dibawah komando pembinaan Kepala Pelatih Anthonius Budi Ariantho mengumumkan ke publik, menarik mundur ganda putra termuda Indonesia Raymond Indra/Nicolaus Joaquin dari ajang kompetisi bergengsi Singapore Open 2026.
Timbul pertanyaan dikalangan publik pecinta badminton lovers tanah air Indonesia???
Ada apa dengan hal ini???
Lalu, faktor apa yang menyebabkan kekuatan sektor ganda putra Indonesia berkurang???
Pembaca publik pecinta badminton lovers tanah interaksimassa.com, mari kita simak ulasan berikut!!!
Kepala Pelatih sektor ganda putra Indonesia Anthonius Budi Ariantho mengatakan pada publik, ditarik mundurnya ganda putra termuda Indonesia lagi naik daun tren positifnya (Raymond/Indra) dikarenakan anak didiknya bernama Raymond Indra mengalami cedera di lutut belakang sebelah kiri.
“Kami telah mempertimbangkan semua akan hal ini. Mengingat, kondisi Raymond Indra satu minggu terakhir ini mengeluhkan kondisi lutut belakang sebelah kiri yang tidak baik (cedera) maka dari itu kami menarik mundur ganda putra termuda kita ini,” demikian penjelasan Anthonius Budi Ariantho pada publik media berhasil dihimpun kontributor interaksimassa.com dari berbagai referensi badminton lovers tanah air, Selasa (26/5/2026).
BACA JUGA
MALAYSIA MASTER 2026, INDONESIA Nol Gelar, Bertumbangan di Fase Awal
Malaysia Master 2026, INDONESIA Terjunkan 32 Atlit Badminton Siap Tempur
Ditambahkan Anthonius juga merupakan alumni atlit badminton Indonesia ternama di era kejayaan emasnya 1990-an ini, dengan ditariknya Raymod Indra/Nicolaus Joaquin ke tanah air Indonesia maka dipastikan sektor ganda putra Indonesia berkurang, dari sebel mengirimkan tiga (3) delegasi ganda putra maka berkurang tinggal menyisakan 2 (dua) ganda putra yaitu ganda putra senior Mohammad Reza Fahlevi Isfahani/Sabar Karyaman Gutama dan ganda putra racikan baru Muhammad Shohibul Fikri/Fajar Alfian.
“Puji Tuhan Yesus, bagaimanapun juga kondisi ganda putra Indonesia, kita masih tetap mengirim ke-2 wakil terbaik di sektor ganda putra ini Sabar/Reza (SabRez) dan Fajar/Fikri (FaFi),” ungkap Anthonius sapaan akrab Kepala Pelatih sektor ganda putra Indonesia ini.
Terakhir Anthonius mengatakan ke publik, harapan besar utamanya khusus Raymond Indra/Nicolaus Joaquin peraih gelar Juara Australia Open Desember 2025 ini, fokus dulu pada pemulihan cedera lututnya dan jika telah lekas pulih dari cedera maka diharapkan bisa fokus menatap laga di ajang Indonesia Open super 1000 di Istora Senayan Jakarta awal Juni 2026 ini.
“Fokus pada pemulihan cedera dulu untuk pasangan muda Raymond Indra/Nicolaus Joaquin, baru setelah lekas pulih dari cedera maka fokus ke laga Indonesia Open,” tutup Anthonius dengan penuh do’a dan harapannya.*












