JAKARTA – Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia, Muhammad Qodari, mengungkap alasan pemerintah menunjuk Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa.
Suahasil resmi dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Menteri Keuangan di Istana Negara, Jakarta, Senin (14/9/2026). Pelantikan tersebut berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 97/P Tahun 2026 tentang pemberhentian dan pengangkatan Menteri Keuangan Kabinet Merah Putih untuk sisa masa jabatan 2024–2029.
Sehari setelah pelantikan, proses serah terima jabatan juga dilakukan di Kementerian Keuangan. Dalam prosesi tersebut, Purbaya menyerahkan tugas dan laporan kinerja kepada Suahasil sebagai Menkeu yang baru.
Prabowo Lepas 432 Atlet Indonesia ke Asian Games Aichi-Nagoya 2026
Bertemu Putin di Vladivostok, Prabowo Tegaskan Rusia sebagai Mitra Strategis Indonesia
Qodari menjelaskan, pengalaman Suahasil di lingkungan Kementerian Keuangan menjadi salah satu pertimbangan utama pemerintah. Sebelum dipercaya menjadi Menkeu, Suahasil telah menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan selama beberapa tahun dan sebelumnya pernah memimpin Badan Kebijakan Fiskal.
“Beliau sudah sangat mengenal seluk-beluk di Kementerian Keuangan karena sekitar 6-7 tahun jadi Wamenkeu dan sebelumnya beliau pernah jadi Kepala Badan Kebijakan Fiskal di sini,” ujar Qodari dalam keterangannya, Selasa (15/9).
Menurut Qodari, pengalaman tersebut memberikan modal penting bagi Suahasil untuk langsung menjalankan tugas sebagai Menteri Keuangan. Ia juga menilai Suahasil memiliki latar belakang akademik yang kuat sebagai Guru Besar bidang Ilmu Ekonomi di Universitas Indonesia.
Dengan pengalaman birokrasi, kebijakan fiskal, serta latar belakang akademik tersebut, Qodari optimistis Suahasil dapat menjalankan pengelolaan keuangan negara di tengah dinamika perekonomian nasional.
Qodari menekankan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi. Karena itu, pengelolaan fiskal dinilai perlu dilakukan secara seimbang agar kebijakan pemerintah tetap memberikan dampak bagi masyarakat.
“Itu adalah salah satu kelebihan Pak Suahasil, terutama dalam situasi seperti sekarang ini, tentunya APBN merupakan salah satu instrumen penting untuk menggerakkan ekonomi sekaligus jaga stabilitas ekonomi Indonesia,” kata Qodari.
Sementara itu, setelah dilantik, Suahasil menegaskan komitmennya untuk menjaga keuangan negara serta memastikan APBN tetap menjadi instrumen yang mampu mendorong pertumbuhan dan menjaga stabilitas perekonomian. Ia juga menyatakan pentingnya menjaga kredibilitas Kementerian Keuangan dan meningkatkan manfaat APBN bagi masyarakat.
Pergantian tersebut menempatkan Suahasil sebagai Menteri Keuangan baru dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Dengan pengalaman panjang di Kementerian Keuangan, ia kini mendapat tanggung jawab mengelola kebijakan fiskal dan keuangan negara.
Qodari juga menyebut Indonesia memiliki potensi ekonomi yang besar untuk terus dikembangkan. Menurutnya, pengelolaan sumber daya nasional perlu diarahkan agar memberikan manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat.
Ia mengaitkan arah tersebut dengan amanat Pasal 33 UUD 1945 mengenai pengelolaan sumber daya alam untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
“Sekali lagi ini akan menjadi suatu manfaat yang nyata bagi masyarakat Indonesia, mampu mengurangi kesenjangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat Indonesia seluas-luasnya,” ujar Qodari.
Dengan demikian, penunjukan Suahasil Nazara tidak hanya didasarkan pada pengalaman teknis di Kementerian Keuangan, tetapi juga latar belakang akademik dan pengalaman dalam merumuskan kebijakan fiskal.
Pemerintah berharap pergantian tersebut dapat menjaga kesinambungan pengelolaan APBN sekaligus mendukung agenda pertumbuhan ekonomi nasional.
**












