OKU Selatan, InteraksiMassa.com — Pengelolaan Program Ketahanan Pangan Desa Surabaya Aji, Kecamatan Tiga Dihaji, Kabupaten OKU Selatan, menjadi sorotan setelah tim media menemukan perbedaan antara keterangan pengelola dengan kondisi ternak di lapangan.
Program tersebut bersumber dari Dana Desa Tahun Anggaran 2025 dan dikelola melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Dugaan penyimpangan mencuat setelah tim media melakukan penelusuran dan konfirmasi terkait realisasi pengadaan ternak kambing.
Ketua BUMDes sebelumnya menyampaikan, anggaran program ketahanan pangan direalisasikan untuk membeli 37 ekor kambing jantan. Harga kambing disebut berkisar antara Rp3,5 juta hingga Rp3,8 juta per ekor.
Namun, ketika tim media meninjau lokasi peternakan, jumlah kambing yang terlihat sekitar 18 ekor. Sebagian besar kambing yang ditemukan masih berusia muda, bahkan beberapa di antaranya masih anak kambing.
Sementara itu, kambing berukuran besar yang terlihat di lokasi hanya beberapa ekor. Kondisi tersebut kemudian dikonfirmasikan kembali kepada Ketua BUMDes.
Ketua BUMDes menjelaskan, dari 37 ekor kambing yang pernah ada, enam ekor disebut mati akibat sakit pada tahun ini. Sementara kambing lainnya dikatakan telah dijual.
BACA JUGA:
Ketika ditanya mengenai dokumen atau berita acara kematian ternak sebagai bagian dari pertanggungjawaban administrasi, Ketua BUMDes mengaku tidak memilikinya.
Menurut dia, dokumentasi yang tersedia hanya berupa foto kambing yang mati karena sakit.
Perbedaan antara keterangan tersebut dengan kondisi yang ditemukan di lapangan kemudian memunculkan sejumlah pertanyaan mengenai pengelolaan program ketahanan pangan di Desa Surabaya Aji.
Di antaranya menyangkut mekanisme penjualan kambing, penggunaan hasil penjualan ternak, serta administrasi terhadap kambing yang dilaporkan mati.
Tim media selanjutnya menelusuri informasi mengenai pelaksanaan Program Ketahanan Pangan Desa Surabaya Aji pada 2024 dengan menemui sejumlah masyarakat.
Dari penelusuran tersebut, beberapa masyarakat mengaku tidak mengetahui secara jelas program ketahanan pangan yang dilaksanakan pada tahun tersebut.
Untuk mendapatkan penjelasan lebih lanjut, tim kemudian menemui Sekretaris Desa (Sekdes) Surabaya Aji.
Sekdes menjelaskan bahwa program ketahanan pangan tahun 2024 juga berupa pengadaan ternak kambing yang dibagikan kepada masyarakat dalam lima kelompok.
Masing-masing kelompok, kata dia, mendapat lima ekor kambing untuk dipelihara. Dengan demikian, total ternak yang dibagikan pada program 2024 tersebut mencapai 25 ekor kambing.
Namun, ketika ditanyakan mengenai harga pembelian kambing, Sekdes mengaku tidak mengetahuinya.
“Kalau untuk harga saya tidak tahu. Cuman kepala desa yang tahu untuk harga belinya kambing,” ujar Sekdes. (*/anton)












