Empat Lawang | Suasana ruang rapat paripurna DPRD Kabupaten Empat Lawang pada Senin, 11 Mei 2026, terasa berbeda dari biasanya.
Deretan kursi yang dipenuhi pejabat daerah, unsur Forkopimda, dan tokoh masyarakat menjadi saksi pelantikan Siswo Pranoto sebagai Wakil Ketua I DPRD Empat Lawang untuk sisa masa jabatan 2024–2029.
Bagi banyak orang di Empat Lawang, pelantikan itu bukan sekadar agenda formal pemerintahan. Momen tersebut menjadi penanda penting bagi keberlangsungan roda politik dan pemerintahan daerah setelah cukup lama posisi strategis itu mengalami kekosongan.
Siswo Pranoto, yang akrab disapa Noto, dikenal sebagai kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang telah lama aktif di dunia politik daerah.
Dengan latar belakang pendidikan dan pengalaman legislatif, ia kini memikul tanggung jawab besar dalam mendampingi pimpinan DPRD menjalankan fungsi pengawasan, legislasi, dan penganggaran.
Rapat paripurna dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Empat Lawang Darli S.H “Prosesi pengambilan sumpah berlangsung khidmat dengan dipandu oleh perwakilan Pengadilan Negeri Lahat. Kehadiran unsur pemerintah daerah menambah bobot penting acara tersebut.
Turut hadir dalam pelantikan itu Bupati Empat Lawang Joncik Muhammad, Wakil Bupati Arifa’i, jajaran Forkopimda, Kapolres, Dandim, Kepala BNNK, hingga para kepala OPD.
Kehadiran mereka menunjukkan bahwa posisi Wakil Ketua DPRD bukan sekadar jabatan administratif, melainkan bagian penting dalam menjaga stabilitas pemerintahan daerah.
Jabatan yang kini diemban Siswo sebelumnya diisi oleh Saukani, sosok yang dikenal aktif dalam kegiatan legislatif hingga akhirnya meninggal dunia saat menjalankan tugas di Jakarta. Kepergian Saukani meninggalkan duka sekaligus kekosongan dalam struktur pimpinan DPRD Empat Lawang.
Dalam sistem pemerintahan daerah, posisi Wakil Ketua DPRD memiliki peran strategis. Selain membantu memimpin jalannya sidang dan agenda legislatif, jabatan tersebut juga menjadi jembatan komunikasi antara lembaga legislatif dengan pemerintah daerah serta masyarakat.
Karena itu, pelantikan Siswo Pranoto dipandang sebagai langkah penting untuk mengembalikan ritme kerja DPRD agar lebih optimal.
Tantangan yang dihadapi daerah tidak sedikit, mulai dari pembangunan infrastruktur, pelayanan publik, penguatan ekonomi masyarakat, hingga pengawasan terhadap penggunaan anggaran daerah.
Dalam sambutannya “Ketua DPRD Darli menyampaikan harapan agar Siswo dapat menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab. Ucapan tersebut terdengar sederhana, tetapi menyimpan pesan mendalam tentang besarnya ekspektasi publik terhadap para wakil rakyat.
Di tengah meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap transparansi dan efektivitas pemerintahan, DPRD dituntut bekerja lebih responsif terhadap kebutuhan rakyat.
Publik kini tidak hanya menilai dari banyaknya rapat atau sidang yang digelar, tetapi dari sejauh mana kebijakan yang dihasilkan mampu menyentuh persoalan masyarakat secara nyata.
Empat Lawang sendiri merupakan salah satu daerah di Sumatera Selatan yang terus berkembang dalam beberapa tahun terakhir.
Berbagai program pembangunan berjalan seiring upaya pemerintah daerah meningkatkan kualitas layanan publik dan konektivitas antarwilayah.
Namun, seperti banyak daerah lain, tantangan tetap ada. Persoalan ekonomi masyarakat, infrastruktur pedesaan, pendidikan, hingga lapangan kerja masih menjadi isu yang memerlukan perhatian serius dari seluruh unsur pemerintahan, termasuk DPRD.
Dalam konteks itulah, kehadiran pimpinan DPRD yang solid menjadi penting. Sinergi antara legislatif dan eksekutif dibutuhkan agar kebijakan daerah tidak berhenti di atas kertas, tetapi benar-benar terlaksana di lapangan.
Bagi Siswo Pranoto, jabatan baru ini tentu bukan sekadar capaian politik pribadi. Amanah tersebut membawa tanggung jawab moral untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat Empat Lawang di tengah dinamika politik daerah yang terus berkembang.
Sebagai politisi daerah, ia juga menghadapi tantangan menjaga kepercayaan publik. Di era keterbukaan informasi, masyarakat semakin kritis terhadap kinerja pejabat publik.
Setiap kebijakan, keputusan, bahkan sikap politik dapat dengan cepat menjadi perhatian masyarakat luas.
Karena itu, kepemimpinan di DPRD tidak lagi hanya soal kemampuan berbicara dalam sidang, tetapi juga kemampuan membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat serta menghadirkan solusi konkret terhadap persoalan daerah.
Pelantikan Siswo Pranoto pada akhirnya menjadi simbol keberlanjutan pemerintahan daerah di Empat Lawang.
Di balik prosesi sumpah jabatan yang berlangsung khidmat, tersimpan harapan masyarakat agar DPRD semakin kuat menjalankan fungsi pengawasan dan pengabdian kepada rakyat.
Masyarakat kini menanti langkah nyata dari para pemimpin daerah untuk memastikan pembangunan berjalan merata dan pelayanan publik semakin baik. Sebab bagi warga Empat Lawang, jabatan bukan sekadar posisi kekuasaan, melainkan amanah untuk bekerja bagi kepentingan masyarakat luas.
**












