JAKARTA – Samsung Electronics bersama Qualcomm memberikan konfirmasi awal mengenai dapur pacu yang akan digunakan pada generasi terbaru ponsel lipat mereka, Galaxy Z Fold8.
Melalui unggahan resmi di media sosial, kedua perusahaan memastikan perangkat tersebut akan ditenagai chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy, versi khusus yang dikembangkan melalui kolaborasi Samsung dan Qualcomm dengan performa lebih tinggi dibandingkan varian reguler.
Konfirmasi tersebut sekaligus mengakhiri berbagai spekulasi mengenai prosesor yang akan digunakan pada lini Galaxy Z Fold8. Meski Samsung belum memperlihatkan desain perangkat secara utuh, video teaser yang diunggah memperlihatkan siluet ponsel lipat yang diyakini merupakan Galaxy Z Fold8.
Dalam cuplikan video tersebut, perangkat tampak mengusung desain layar bagian dalam dengan rasio yang mendekati 4:3 saat dibuka. Ketika dilipat, bodinya terlihat lebih pendek namun lebih lebar dibandingkan sejumlah bocoran desain Galaxy Z Fold8 Ultra yang sebelumnya beredar di internet.
Chipset Khusus untuk Performa Maksimal
Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy merupakan chipset eksklusif hasil kerja sama Samsung dan Qualcomm yang dirancang khusus untuk perangkat Galaxy kelas premium. Dibandingkan Snapdragon 8 Elite Gen 5 versi standar, varian “for Galaxy” menawarkan peningkatan performa pada CPU maupun GPU.
Berdasarkan informasi yang beredar, chipset tersebut dibekali dua inti Prime Oryon dengan kecepatan hingga 4,74 GHz, meningkat dari 4,61 GHz pada versi reguler. Peningkatan frekuensi ini diharapkan mampu memberikan respons yang lebih cepat dalam menjalankan berbagai aplikasi berat.
Selain peningkatan pada CPU, prosesor grafis Adreno 840 juga memperoleh peningkatan clock speed dari 1,2 GHz menjadi 1,3 GHz. Dengan peningkatan tersebut, performa grafis diperkirakan akan semakin optimal, terutama saat digunakan untuk bermain gim, mengedit video beresolusi tinggi, menjalankan aplikasi berbasis kecerdasan buatan (AI), hingga melakukan multitasking pada layar berukuran besar.
Samsung diyakini mengoptimalkan chipset tersebut untuk mendukung berbagai fitur Galaxy AI yang terus dikembangkan dalam beberapa generasi terakhir. Kombinasi antara perangkat keras dan perangkat lunak diharapkan mampu menghasilkan pengalaman penggunaan yang lebih cepat, efisien, dan responsif.
Galaxy Z Fold8 dan Fold8 Ultra Diprediksi Gunakan Chip yang Sama
Sejumlah laporan menyebut Samsung akan memperkenalkan dua varian ponsel lipat bergaya buku, yakni Galaxy Z Fold8 dan Galaxy Z Fold8 Ultra.
Kedua perangkat diperkirakan sama-sama menggunakan Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy sebagai dapur pacunya. Langkah ini dinilai sebagai strategi Samsung untuk menghadirkan performa terbaik pada lini ponsel lipat premium yang ditujukan bagi pengguna profesional maupun penggemar produktivitas mobile.
Samsung Pamer Teaser Galaxy Z Fold 8, Desain Baru Jadi Sorotan Jelang Peluncuran Global
Samsung Dikabarkan Mulai Tinggalkan S Pen di Galaxy Z Fold, Fokus Beralih ke Desain Lebih Tipis
Dengan dukungan chipset tersebut, Galaxy Z Fold8 diperkirakan mampu menjalankan berbagai fitur Galaxy AI secara lebih optimal, termasuk penerjemahan bahasa secara real-time, pembuatan ringkasan dokumen, pengolahan gambar berbasis AI, hingga kemampuan multitasking yang semakin canggih pada layar lipat berukuran besar.
Meski demikian, Samsung hingga kini belum mengungkapkan spesifikasi lengkap perangkat, termasuk kapasitas RAM, penyimpanan internal, konfigurasi kamera, maupun ukuran baterai.
Galaxy Z Flip8 Disebut Gunakan Dua Jenis Chipset
Berbeda dengan seri Fold, Galaxy Z Flip8 dikabarkan akan hadir dengan strategi chipset yang berbeda berdasarkan wilayah pemasaran.
Untuk pasar Eropa dan sebagian besar negara Asia, Samsung disebut akan membekali Galaxy Z Flip8 dengan chipset Exynos 2600. Sementara itu, sejumlah wilayah lain diperkirakan akan memperoleh varian yang menggunakan Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy.
Strategi penggunaan chipset berbeda berdasarkan kawasan bukanlah hal baru bagi Samsung. Dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan asal Korea Selatan tersebut beberapa kali menghadirkan perangkat flagship dengan kombinasi chipset Snapdragon dan Exynos sesuai pasar yang dituju.
Pendekatan tersebut dilakukan untuk menyesuaikan kebutuhan produksi, distribusi, serta optimalisasi jaringan di masing-masing wilayah.
Galaxy Unpacked Digelar 22 Juli di London
Samsung juga telah mengumumkan jadwal pelaksanaan acara Galaxy Unpacked 2026, yang akan berlangsung pada 22 Juli 2026 di London, Inggris.
Acara tersebut diperkirakan menjadi panggung peluncuran resmi generasi terbaru ponsel lipat Samsung, termasuk Galaxy Z Fold8, Galaxy Z Fold8 Ultra, dan Galaxy Z Flip8.
Dalam undangan resminya, Samsung menegaskan bahwa perangkat Galaxy generasi terbaru akan menghadirkan integrasi Galaxy AI yang lebih cerdas dengan desain perangkat yang semakin inovatif. Perusahaan menyebut pengalaman AI akan menjadi lebih personal, adaptif, dan intuitif sehingga mampu membantu pengguna dalam berbagai aktivitas sehari-hari.
Selain menghadirkan peningkatan pada sektor perangkat keras, Samsung juga diperkirakan akan memperkenalkan sejumlah fitur perangkat lunak baru yang dirancang untuk meningkatkan produktivitas, kreativitas, komunikasi, serta pengalaman hiburan pada perangkat lipat.
Acara Galaxy Unpacked dijadwalkan berlangsung pada pukul 20.00 WIB dan akan disiarkan secara langsung melalui situs resmi Samsung, Samsung Newsroom, serta kanal YouTube resmi Samsung.
Menjelang peluncuran, Samsung Indonesia juga membuka program registrasi bagi calon konsumen untuk memperoleh informasi terbaru mengenai perangkat yang akan diperkenalkan. Perusahaan turut menawarkan program Reservation+ yang memberikan berbagai keuntungan, termasuk cashback hingga Rp1 juta bagi pelanggan yang melakukan reservasi lebih awal.
Dengan konfirmasi penggunaan Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy serta berbagai peningkatan yang dijanjikan pada sektor AI dan desain, Galaxy Z Fold8 diperkirakan akan menjadi salah satu perangkat premium yang paling dinantikan pada tahun 2026. Peluncuran resminya di Galaxy Unpacked mendatang akan menjadi penentu sejauh mana Samsung mampu mempertahankan dominasinya di pasar smartphone lipat global.
**












