Sinergi Pemerintah dan Kapolres Empat Lawang Tanam Bawang Putih Seluas 10H, Mendukung Kemandirian Pangan Daerah

Foto ist

EMPAT LAWANG – Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan, turut mengambil bagian dalam gerakan nasional penanaman bawang putih sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan dan mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap komoditas impor. Penanaman bawang putih serentak tersebut dilaksanakan di 17 provinsi, termasuk Kabupaten Empat Lawang.

Kegiatan penanaman di Empat Lawang dipusatkan di lahan Pulo Emas, Rabu (19/8/2026). Gerakan tersebut dipimpin langsung Bupati Empat Lawang Joncik Muhammad bersama Kapolres Empat Lawang AKBP Abdul Aziz Septiadi serta jajaran Dinas Pertanian Kabupaten Empat Lawang.

Program penanaman bawang putih ini merupakan bagian dari upaya pemerintah mengejar target swasembada bawang putih dalam tiga tahun mendatang. Peningkatan produksi dalam negeri diharapkan mampu memenuhi kebutuhan nasional sekaligus secara bertahap menekan ketergantungan terhadap pasokan bawang putih dari luar negeri.

Bupati Empat Lawang Joncik Muhammad mengatakan, daerah yang dipimpinnya memiliki potensi untuk mengembangkan sektor pertanian, khususnya komoditas hortikultura. Kondisi tersebut menjadi modal penting untuk mendukung program peningkatan produksi bawang putih secara berkelanjutan.

Menurut Joncik, gerakan penanaman serentak bukan sekadar kegiatan simbolis, melainkan harus dilanjutkan dengan pengelolaan tanaman secara serius hingga masa panen.

“Gerakan ini merupakan bagian dari upaya mendukung target swasembada bawang putih dalam tiga tahun ke depan, sehingga ketergantungan terhadap produk impor dapat dikurangi,” ujar Joncik.

Ia menekankan pentingnya kesinambungan program setelah proses penanaman selesai. Pemerintah daerah, kata dia, perlu memastikan petani mendapatkan pendampingan dan dukungan yang memadai sehingga tanaman dapat tumbuh optimal dan menghasilkan produktivitas sesuai target.

Bagi Empat Lawang, pengembangan bawang putih juga dinilai memiliki potensi ekonomi bagi masyarakat. Jika dikelola secara konsisten, peningkatan produksi tidak hanya mendukung ketahanan pangan daerah dan nasional, tetapi juga dapat membuka peluang peningkatan pendapatan petani.

Prabowo Resmikan Panen Raya Serentak di 43 Titik, Tegaskan Ketahanan Pangan Adalah Gerakan Nasional

HUT ke-81 RI di Empat Lawang Berlangsung Khidmat, Bupati Joncik Ajak Warga Jaga Persatuan

Kepala Dinas Pertanian Empat Lawang Hendra Lezi mengatakan pemerintah daerah akan mendorong berbagai tahapan setelah penanaman, mulai dari pemeliharaan tanaman hingga pendampingan petani dan peningkatan produktivitas ketika memasuki masa panen.

“Program ini diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi dapat dilanjutkan melalui pemeliharaan tanaman, pendampingan petani, hingga peningkatan produktivitas saat panen,” tuturnya.

Dalam pelaksanaan program tersebut, Kabupaten Empat Lawang menargetkan penanaman bawang putih di lahan seluas 10 hektare. Lahan tersebut diharapkan menjadi salah satu titik pengembangan komoditas bawang putih yang dapat mendukung peningkatan produksi hortikultura di daerah.

Selain pemerintah daerah dan Dinas Pertanian, unsur kepolisian turut memberikan dukungan terhadap program tersebut. Kapolres Empat Lawang AKBP Abdul Aziz Septiadi memastikan jajaran kepolisian siap mengawal pelaksanaan program ketahanan pangan di lapangan.

Pendampingan dan pengamanan dilakukan untuk memastikan kegiatan berjalan sesuai rencana serta mendukung keberlanjutan program yang melibatkan masyarakat dan petani.

Gerakan penanaman bawang putih secara serentak di 17 provinsi diharapkan menjadi langkah konkret dalam memperkuat produksi komoditas strategis tersebut. Peningkatan produksi domestik menjadi penting mengingat bawang putih merupakan salah satu kebutuhan pangan yang selama ini masih mengandalkan pasokan impor.

Bagi Kabupaten Empat Lawang, program ini sekaligus menjadi kesempatan untuk mengoptimalkan potensi pertanian lokal. Dengan dukungan pemerintah, pendampingan kepada petani, serta pengelolaan lahan secara berkelanjutan, budidaya bawang putih diharapkan mampu berkembang menjadi salah satu komoditas unggulan daerah.

Keberhasilan program tersebut pada akhirnya tidak hanya diukur dari luas lahan yang ditanami, tetapi juga dari kemampuan menjaga tanaman hingga panen dan meningkatkan produktivitas. Karena itu, konsistensi seluruh pihak menjadi faktor penting untuk mewujudkan target swasembada bawang putih dalam tiga tahun ke depan.

Pemerintah Kabupaten Empat Lawang berharap gerakan tersebut dapat memberikan dampak nyata bagi petani sekaligus memperkuat kontribusi daerah dalam mendukung ketahanan pangan dan mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap produk bawang putih impor.

**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *