PALEMBANG | Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah mulai menunjukkan dampak nyata dalam sektor pangan.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menegaskan bahwa perbaikan distribusi pupuk dan stabilitas harga gabah kini menjadi bukti konkret keberhasilan kebijakan pemerintah.
Pernyataan itu disampaikan saat ia menghadiri Rembuk Tani di Ballroom PT Pusri Palembang, Jumat (1/5/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Zulkifli tidak hanya berbicara di podium, tetapi juga langsung berdialog dengan para petani untuk memastikan kondisi riil di lapangan.
“Sekarang pupuk sudah lebih mudah didapat, bahkan ada diskon. Harga gabah juga sudah bagus. Ini instruksi langsung Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan kesejahteraan petani,” kata Zulkifli di hadapan ratusan petani.
BACA JUGA:
Ia menekankan bahwa pembenahan sistem distribusi pupuk oleh Pupuk Indonesia menjadi faktor penting dalam mengatasi kelangkaan yang selama ini dikeluhkan petani.
Dengan distribusi yang lebih efisien, akses pupuk kini jauh lebih terkendali.
Dampaknya, menurut Zulkifli, sangat signifikan. Indonesia berhasil mencatat surplus beras pada 2025 dan tidak lagi bergantung pada impor.
Lebih jauh, ia menyoroti peran besar Sumatera Selatan dalam capaian tersebut.
Di bawah kepemimpinan Gubernur Herman Deru, produktivitas pertanian dinilai meningkat pesat.
“Sebagian besar surplus beras kita berasal dari Sumatera Selatan. Ini hasil kerja keras pemerintah daerah dalam mendorong peningkatan hasil panen,” tegasnya.
Zulkifli menegaskan, keberhasilan ini menjadi bukti bahwa kolaborasi yang kuat antara pusat dan daerah mampu membawa Indonesia menuju kemandirian pangan yang berkelanjutan. **












