Inggris, InteraksiMassa.COM – Jack Catterall akhirnya membalaskan dendamnya atas Josh Taylor dengan meraih kemenangan angka mutlak dalam pertandingan ulang kelas welter junior mereka di First Direct Arena, Leeds, Sabtu (25/5/2024) malam.
Namun, hasil tersebut kembali memicu kontroversi, seperti yang terjadi pada pertarungan pertama mereka dua tahun lalu.
Catterall, yang kalah dalam pertarungan pertama di Glasgow dengan cara yang kontroversial, kali ini keluar sebagai pemenang dengan skor 117-111 dan 116-113 dari dua juri, sementara juri ketiga memberikan skor 114-114.
Kedua petinju tampil luar biasa dalam pertarungan 12 ronde yang menegangkan ini, saling serang tanpa henti dan memberikan hiburan yang luar biasa bagi para penggemar yang telah lama menantikan laga ini.
BACA JUGA: Jalin Silaturahmi, PB Harmonis Prabumulih Kunjungi PB Arena Bintang Putra Empat Lawang
Catterall memulai dengan baik, mendaratkan beberapa pukulan jab yang solid dan mengendalikan tempo pertarungan di dua ronde awal.
Taylor bangkit kembali di ronde-ronde berikutnya, mendaratkan beberapa pukulan keras dan mencoba merebut kembali momentum.
Pertarungan semakin sengit di ronde-ronde terakhir, dengan kedua petinju saling serang habis-habisan.
Catterall tampil lebih agresif di ronde-ronde terakhir, dan usaha kerasnya terbayar dengan kemenangan yang dramatis.
BACA JUGA: Newcastle Kecewa Kebobolan ‘Gol Bodoh’, Gagal Curi Poin di Old Trafford
Namun, hasil tersebut tidak diterima dengan baik oleh semua pihak. Promotor Top Rank, Bob Arum, menyebut skor juri sebagai “aib”, sementara Eddie Hearn dari Matchroom Boxing juga menyatakan bahwa skor tersebut terlalu lebar.
Terlepas dari kontroversi, Catterall patut dipuji atas penampilannya yang luar biasa. Ia menunjukkan tekad dan ketangguhan yang luar biasa untuk meraih kemenangan yang dia dambakan.
Berikut beberapa poin penting dari pertarungan:
BACA JUGA: Onana Optimis Bawa Kemenangan Bagi Manchester United di Final Piala FA
- Catterall memulai dengan baik, mendaratkan beberapa pukulan jab yang solid dan mengendalikan tempo pertarungan di dua ronde awal.
- Taylor bangkit kembali di ronde-ronde berikutnya, mendaratkan beberapa pukulan keras dan mencoba merebut kembali momentum.
- Pertarungan semakin sengit di ronde-ronde terakhir, dengan kedua petinju saling serang habis-habisan.
- Catterall tampil lebih agresif di ronde-ronde terakhir, dan usaha kerasnya terbayar dengan kemenangan yang dramatis.
- Hasil tersebut kembali memicu kontroversi, dengan beberapa pihak yang tidak setuju dengan skor juri.
(*/red)













Respon (1)