InteraksiMassa.com – Pagaralam | Pemerintah Kota Pagar Alam kembali menunjukkan komitmennya dalam membantu masyarakat terdampak bencana alam di sejumlah wilayah Sumatera.
Pada Senin (26/01/26), Wali Kota Pagar Alam Ludi Oliansyah secara langsung melepas keberangkatan bantuan logistik untuk korban bencana di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh.
Pelepasan bantuan tersebut berlangsung di depan Rumah Dinas Wali Kota Pagar Alam dan disaksikan oleh jajaran pemerintah daerah, tokoh masyarakat, serta perwakilan organisasi sosial.
Menariknya, bantuan kemanusiaan ini diangkut menggunakan truk pribadi milik Wali Kota Ludi Oliansyah.
Langkah tersebut menjadi simbol kepedulian sekaligus bentuk nyata solidaritas pemerintah daerah terhadap saudara-saudara yang tengah tertimpa musibah.
Truk tersebut membawa berbagai kebutuhan dasar yang sangat dibutuhkan oleh para korban bencana di lokasi terdampak.
Bantuan yang dikirimkan terdiri dari paket sembako, mie instan, popok bayi, pakaian layak pakai, serta bantuan uang tunai dengan total mencapai kurang lebih Rp342 juta.
Seluruh bantuan tersebut merupakan hasil dari sinergi Pemerintah Kota Pagar Alam bersama masyarakat, organisasi keagamaan, serta berbagai pihak yang tergerak untuk membantu sesama.
Dalam keterangannya, Wali Kota Pagar Alam Ludi Oliansyah menyampaikan bahwa pengiriman bantuan kali ini akan difokuskan ke daerah yang masih minim bantuan, yakni Kabupaten Agam,
Provinsi Sumatera Barat. Berdasarkan hasil penelusuran dan laporan dari tim di lapangan, wilayah tersebut dinilai masih belum sepenuhnya terjangkau oleh distribusi bantuan dari berbagai pihak.
Perjuangkan Aliran Listrik Hingga Ke Pedesaan OKI
Pj Bupati Empat Lawang Tinjau Lokasi Kebakaran di Tanjung Kupang
“Ternyata masih ada daerah yang memang belum terjangkau. Alhamdulillah, dari hasil penelusuran tim MUI Kota Pagar Alam, juga telah dibuat posko khusus di Kabupaten Agam.
Wilayah ini menjadi salah satu yang harus kita tuju karena masih banyak masyarakat yang belum mendapatkan bantuan,” ungkap Ludi.
Ia menambahkan bahwa penyaluran bantuan yang tepat sasaran menjadi prioritas utama agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan.
Pemerintah Kota Pagar Alam, kata dia, berupaya memastikan bahwa bantuan yang dikirimkan tidak menumpuk di satu titik saja, melainkan menjangkau wilayah-wilayah yang selama ini luput dari perhatian.
Selain Kabupaten Agam, bantuan ini juga diperuntukkan bagi korban bencana di Sumatera Utara dan Aceh yang hingga kini masih berjuang memulihkan kondisi pascabencana.
Ludi berharap bantuan tersebut dapat sedikit meringankan beban para korban, baik dari sisi kebutuhan pangan maupun kebutuhan sehari-hari lainnya.
“Tentunya kita mengharapkan apa yang kita salurkan ini benar-benar dapat meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak bencana di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh,” tukasnya.
Aksi kemanusiaan ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk masyarakat Pagar Alam.
Penggunaan truk pribadi oleh wali kota dinilai sebagai bentuk keteladanan dan kepemimpinan yang dekat dengan rakyat.
Hal ini juga diharapkan dapat menumbuhkan semangat gotong royong dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Pemerintah Kota Pagar Alam menegaskan bahwa upaya bantuan kemanusiaan tidak berhenti sampai di sini.
Ke depan, koordinasi dengan berbagai pihak akan terus dilakukan guna memastikan para korban bencana mendapatkan dukungan yang berkelanjutan, baik dalam bentuk logistik, pemulihan ekonomi, maupun dukungan sosial lainnya. **












