Pria di Muara Payang Ditemukan Tewas Bersimbah Darah

Lahat |Warga di Jalan Lintas Desa Muara Payang, Kecamatan Muara Payang, Kabupaten Lahat, mendadak gempar setelah ditemukan seorang pria tergeletak di pinggir jalan dalam kondisi sudah tidak bernyawa dengan sejumlah luka akibat sabetan senjata tajam.

Peristiwa tragis yang diduga merupakan kasus pembunuhan ini terjadi pada Minggu dini hari (8/3/2026) sekitar pukul 02.30 WIB.

Korban diketahui bernama Aldo Andra Alafin (26), warga Desa Muara Payang, Kecamatan Muara Payang, Kabupaten Lahat. Saat ditemukan, kondisi tubuh korban bersimbah darah dengan luka yang diduga akibat senjata tajam.

Korban pertama kali ditemukan oleh istrinya sendiri, Septiyani, di depan rumah mereka yang berada di sekitar lokasi kejadian.

Saat itu, ia mendengar suara gaduh di depan rumahnya pada dini hari sehingga memutuskan untuk keluar untuk memastikan apa yang terjadi.

Namun, saat keluar rumah, Septiyani justru dikejutkan dengan pemandangan suaminya yang sudah tergeletak di pinggir jalan dalam kondisi tidak bernyawa.

Melihat kondisi tersebut, Septiyani langsung berteriak meminta pertolongan warga sekitar.

Sejumlah warga yang mendengar teriakan tersebut segera datang ke lokasi untuk membantu.

“Awalnya saya mendengar suara gaduh di depan rumah, lalu saya keluar. Saya kaget melihat suami saya sudah tergeletak di pinggir jalan dalam keadaan meninggal dunia dan bersimbah darah, diduga akibat senjata tajam,” ujar Septiyani dengan nada sedih.

Setelah meminta bantuan kepada warga sekitar, Septiyani kemudian melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian, yakni Polsek Jarai, Polres Lahat.

Kapolres Lahat AKBP Novi Edyanto, S.I.K., M.I.K., melalui Kasi Humas AKP Mastoni, S.E., yang disampaikan oleh Kasubsi Penmas Humas Polres Lahat AIPTU Liespono, S.H., membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan terkait penemuan korban tersebut.

Menurut Liespono, laporan tersebut disampaikan oleh Septiyani yang merupakan istri korban sekaligus orang pertama yang menemukan korban tergeletak di lokasi kejadian.

“Istri korban merupakan orang pertama yang melihat korban tergeletak di pinggir jalan lintas Desa Muara Payang dalam kondisi sudah tidak bernyawa,” jelas Liespono.

Ia menambahkan bahwa setelah menerima laporan dari masyarakat, petugas Polsek Jarai langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pengecekan serta mengamankan tempat kejadian perkara (TKP).

Petugas kepolisian kemudian melakukan olah TKP serta mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi yang berada di sekitar lokasi kejadian.

Langkah tersebut dilakukan untuk mengetahui secara pasti kronologi kejadian dan mengidentifikasi pelaku yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut.

“Setelah menerima laporan, petugas langsung menuju lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP dan meminta keterangan dari sejumlah saksi,” ujarnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal di lokasi kejadian, polisi menduga bahwa korban menjadi korban pembunuhan setelah sebelumnya terlibat cekcok dengan seseorang. Namun hingga saat ini identitas pelaku masih belum diketahui.

“Dugaan sementara korban meninggal dunia akibat pembunuhan setelah terlibat cekcok dengan pelaku yang saat ini belum diketahui,” tegas Liespono.

Kasus ini kini masih dalam tahap penyelidikan oleh pihak kepolisian.

Aparat Polsek Jarai bersama Unit Pidana Umum (Pidum) Polres Lahat yang tergabung dalam Tim Jagal Bandit terus melakukan penyelidikan guna mengungkap pelaku di balik peristiwa tersebut.

Polisi juga terus mengumpulkan berbagai petunjuk di lapangan, termasuk keterangan saksi, bukti di lokasi kejadian, serta informasi lain yang dapat membantu mengungkap motif dan pelaku dalam kasus ini.

Selain itu, pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat yang mengetahui informasi terkait kejadian tersebut agar segera melapor kepada pihak berwajib. Informasi dari masyarakat dinilai sangat penting untuk membantu proses penyelidikan.

“Kami mengimbau kepada masyarakat yang mengetahui informasi terkait kejadian ini agar segera melapor kepada pihak kepolisian guna membantu proses pengungkapan kasus ini,” tutup Liespono.

Hingga saat ini, aparat kepolisian masih terus melakukan upaya penyelidikan intensif guna mengungkap pelaku serta motif di balik dugaan pembunuhan yang menewaskan warga Desa Muara Payang tersebut. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *