Pemerintah Pastikan Peringatan Nuzulul Quran 2026 Digelar 10 Maret di Istana Negara

Menteri Agama RI, H Nasaruddin Umar

Jakarta – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama Republik Indonesia memastikan peringatan Nuzulul Quran 1447 Hijriah di Indonesia akan dilaksanakan pada Selasa, 10 Maret 2026 di Istana Negara.

Kepastian tersebut disampaikan setelah digelarnya rapat internal guna mematangkan seluruh rangkaian acara serta pesan utama yang akan disampaikan dalam momentum turunnya Al-Qur’an tersebut.

Peringatan Nuzulul Quran tahun ini diproyeksikan menjadi salah satu agenda keagamaan nasional yang sarat pesan spiritual sekaligus refleksi sosial bagi masyarakat Indonesia.

Presiden Indonesia, H Prabowo Subianto melalui Menteri Agama RI, H Nasaruddin Umar menjelaskan, bahwa peringatan Nuzulul Quran 2026 mengangkat tema Al-Qur’an, Amanah Ekologis, dan Jalan Perdamaian Dunia.

Tema ini dipilih untuk menegaskan bahwa pesan Al-Qur’an tetap relevan dalam menghadapi berbagai persoalan global, mulai dari krisis lingkungan hingga konflik kemanusiaan.

Menurutnya, Al-Qur’an tidak hanya mengatur hubungan manusia dengan Sang Pencipta, tetapi juga mengajarkan tanggung jawab manusia terhadap alam semesta serta hubungan harmonis dengan sesama manusia.

“Al-Qur’an tidak hanya berbicara tentang hubungan manusia dengan Tuhan, tetapi juga hubungan manusia dengan alam dan sesama. Karena itu pesan amanah ekologis dan perdamaian dunia menjadi sangat penting kita tekankan,” ujar Nasaruddin Umar dalam keterangannya di Jakarta, Senin (9/3/2026).

Momentum Nasional Refleksi Nilai Al-Qur’an

Peringatan Nuzulul Quran yang digelar di Istana Negara bukan sekadar acara seremonial tahunan.

Pemerintah berharap momentum ini dapat menjadi refleksi nasional agar nilai-nilai Al-Qur’an benar-benar diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Menag menekankan bahwa ajaran Al-Qur’an memberikan pedoman moral bagi umat manusia dalam menjaga keseimbangan alam sekaligus membangun perdamaian di tengah masyarakat dunia yang semakin kompleks.

BACA JUGA

Potensi Nyepi dan Idul Fitri 1447 H Berbarengan, Kerukunan di Bali Tetap Terjaga

Info Penting Bagi ASN dan Karyawan Swasta, Sistem WFA, Catat Tanggal dan Jadwalnya!

Ia menilai bahwa krisis lingkungan, konflik sosial, serta berbagai ketegangan global dapat dijawab dengan nilai-nilai universal yang terkandung dalam kitab suci umat Islam tersebut.

“Kita ingin menunjukkan bahwa Al-Qur’an mengajarkan tanggung jawab ekologis dan semangat perdamaian. Ini menjadi pesan penting bahwa agama hadir sebagai solusi bagi berbagai persoalan kemanusiaan,” katanya.

Lebih lanjut, Nasaruddin Umar juga menegaskan bahwa peringatan Nuzulul Quran harus dimaknai sebagai pengingat bagi seluruh umat Islam untuk terus mengamalkan ajaran Al-Qur’an dalam kehidupan nyata.

Menurutnya, nilai-nilai spiritual dalam Al-Qur’an tidak boleh berhenti pada pembacaan semata, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata, seperti menjaga lingkungan, memperkuat solidaritas sosial, serta membangun kedamaian di tengah perbedaan.

“Peringatan ini bukan sekadar seremoni, tetapi juga pengingat bahwa pesan Al-Qur’an harus diterjemahkan dalam tindakan nyata—merawat bumi, membangun solidaritas, dan menghadirkan kedamaian,” tegasnya.

Hadirkan Anak Yatim dalam Acara

Selain diisi dengan kegiatan keagamaan, rangkaian acara Nuzulul Quran di Istana Negara juga akan menghadirkan nilai kepedulian sosial.

Pemerintah melalui Kementerian Agama akan mengundang 30 anak yatim dari berbagai panti asuhan untuk menghadiri acara tersebut.

Mereka akan menerima paket bantuan sebagai bentuk implementasi ajaran kepedulian sosial yang diajarkan dalam Al-Qur’an.

Kehadiran anak-anak yatim ini diharapkan menjadi simbol bahwa nilai kasih sayang dan solidaritas sosial merupakan bagian penting dari pesan Al-Qur’an yang harus terus dijaga oleh masyarakat.

Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk menghadirkan peringatan Nuzulul Quran yang tidak hanya bersifat spiritual, tetapi juga menyentuh aspek kemanusiaan.

Tilawah oleh Qari Nasional
Sementara itu, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Abu Rokhmad menjelaskan bahwa acara juga akan diisi dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh qari nasional terbaik.

Tilawah Al-Qur’an akan dilantunkan oleh M. Fauzi Ridwan yang merupakan juara STQH Nasional 2025 cabang Tilawah Al-Qur’an.

Kehadirannya diharapkan dapat menambah kekhidmatan suasana peringatan Nuzulul Quran di Istana Negara.

Menurut Abu Rokhmad, pemilihan qari terbaik nasional merupakan bagian dari upaya menghadirkan kualitas tilawah yang mampu menggugah spiritualitas umat Islam yang mengikuti acara tersebut.

“Tilawah Al-Qur’an akan dilantunkan oleh M. Fauzi Ridwan, juara STQH Nasional 2025. Kehadiran qari terbaik ini diharapkan menambah kekhidmatan peringatan Nuzulul Quran di Istana Negara,” ujarnya.

Pesan Al-Qur’an untuk Dunia
Pemerintah berharap peringatan Nuzulul Quran 2026 dapat menjadi momentum bagi masyarakat Indonesia untuk kembali meneguhkan komitmen terhadap nilai-nilai Al-Qur’an.

Selain sebagai kitab suci umat Islam, Al-Qur’an juga memuat prinsip-prinsip universal yang mendorong terciptanya kehidupan yang damai, adil, dan berkelanjutan.

Dengan mengangkat isu lingkungan dan perdamaian dunia, pemerintah ingin menegaskan bahwa ajaran Al-Qur’an memiliki kontribusi penting dalam menjawab berbagai tantangan global di era modern.

Melalui peringatan yang digelar di Istana Negara ini, pemerintah berharap pesan spiritual Al-Qur’an dapat menginspirasi masyarakat untuk membangun kehidupan yang lebih harmonis.

Baik dalam hubungan dengan Tuhan, sesama manusia, maupun dengan alam semesta.**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *