INDONESIA – Ajang kompetisi badminton Internasional level Kejuaraan Asia atau dikenal Badminton Asian Championship (BAC) tahun 2026 tidak lama lagi segera digelar.
Ajang kompetisi bergengsi tahunan antar nomor perseorangan kali ini akan mempertemukan semua pemain-pemain top elit dunia ranking 1 (satu) hingga 10 (sepuluh) dunia.
Satu-satunya wakil dari sektor tunggal putri untuk nomor perseorangan Indonesia hanya Putri Kusuma Wardani atau PKW.
PKW sapaan akrabnya berprofesi juga sebagai Anggota Kepolisian Republik Indonesia (POLRI) atau Polisi Wanita (Polwan) saat ini menempati ranking ke-6 dunia.
Sedangkan rival bebuyutannya An Se-Young berkebangsaan Korea menempati ranking 1 (satu) dunia alias pemilik rekor tertinggi di ajang kompetisi BAC 2026 ini.
Secara Head to Head (H2H) dari referensi berhasil dihimpun penulis kontributor interaksimassa.com bahwasanya 11 (sebelas) kali rekor pertemuan antara PKW versus An Se-Young Korea ini semuanya dimenangkan oleh An Se-Young.
Satu-pun belum pernah pecah telor alias belum pernah bisa menang PKW (Putri Kusuma Wardani) tunggal putri Indonesia kita ini saat berjumpa dengan An Se-Young Korea di semua ajang kompetisi badminton Internasional dunia baik di kejuaraan beregu maupun perseorangan.
Maka pada kesempatan ini, penulis mencoba mengangkat tema ‘Kalahkan An Se-Young atau Belajar dari An Se-Young’.
BACA JUGA
Walau Nol Gelar Tur EROPA, PP PBSI Akui Progres Pemain Badminton Indonesia Sangat Baik
Tumbangkan Rival Korea, PKW Sukses Melaju QF All England 2026
Beberapa pengamat badminton Indonesia seperti Jerry anak muda pecinta badminton lovers tanah air dari Daerah Bumi Rafflesia (Provinsi Bengkulu) mengatakan, secara Head to Head (H2H) 11-0 milik rekor kemenangan An Se-Young Korea.
Namun dikatakan Jerry, tidak menutup kemungkinan atau bukankah hal mustahil jika kerja keras dan tekad juang tinggi bagi PKW (Putri Kusuma Wardani) ketika ada kemauan keras dan tekad juang tinggi untuk bisa mencoba menaklukkan tembok raksasa sekelas An Se-Young Korea pemilik ranking 1 dunia saat ini khusus sektor tunggal putri.
Secara Head to Head (H2H) memang An Se-Young Korea sang pemilik rangking 1 dunia jauh lebih diunggulkan dan selalu berhasil memenangkan kompetisi arena pertandingan saat berjumpa Putri Kusuma Wardani (PKW) tunggal putri Indonesia kita ini.
Tapi, bukankah hal mustahil ketika PKW mempunyai tekad juang tinggi untuk bisa terus berlatih dan mencoba agar bisa berupaya menaklukkan sang pemilik rangking 1 dunia saat ini.
An Se-Young pada dasarnya secara tekhnik dan speed tidak jauh beda skill yang dimilikinya dengan pemain-pemain elit dunia lainnya untuk di sektor tunggal putri ini.
Namun mutlak perlu kita ketahui bahwa, An Se-Young memiliki fisik dan mental bermental baja, pantang menyerah dan ulet serta speed (kecepatan) bola-bola drop shot menyilang menjadi senjata andalan utama An Se-Young untuk menaklukkan lawan-lawan kompetisinya.
“Semoga saja PKW bisa mengatasinya dan bisa pecah telor alias bisa menang saat kontra laga di ajang kompetisi BAC 2026 yang sebentar lagi akan segera dimulai di Negeri Denmark ini,” demikian disampaikan Jerry anak muda pecinta badminton lovers tanah air dengan semua analisa dan spekulasi positifnya pada PKW tunggal putri Indonesia kita ini pada media online nasional interaksimassa.com sore kemarin, Kamis (2/4/2026).*












