Jakarta | Memasuki musim seleksi perguruan tinggi, persaingan menuju kampus negeri kian ketat.
Bagi calon mahasiswa yang akan mengikuti Ujian Tertulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK SNBT) 2026, strategi memilih program studi dan perguruan tinggi menjadi faktor krusial penentu kelulusan.
Salah satu pendekatan yang kerap dipertimbangkan adalah memilih perguruan tinggi negeri (PTN) dengan tingkat persaingan lebih rendah.
Dengan kata lain, menghindari kampus atau program studi yang memiliki jumlah peminat sangat tinggi bisa membuka peluang lebih besar untuk lolos seleksi.
Langkah evaluasi ini menjadi penting, terutama bagi peserta yang belum final menentukan pilihan.
Data peminat dari jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026 dapat menjadi cerminan awal tingkat persaingan di masing-masing PTN.
Peta Persaingan PTN Akademik
Berdasarkan data resmi panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) per April 2026, sejumlah PTN akademik mencatat jumlah peminat yang sangat tinggi.
Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menempati posisi teratas dengan 53.311 peminat, disusul Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dengan 53.237 peminat.
Universitas Padjadjaran (Unpad) berada di posisi ketiga dengan 48.933 peminat, diikuti Universitas Diponegoro (Undip) sebanyak 46.304 peminat.
Sementara itu, Universitas Negeri Semarang (Unnes) dan Universitas Brawijaya (UB) masing-masing mencatat 41.556 dan 40.841 peminat.
BACA JUGA:
Tak Lolos SNBP? Ini 6 Jalur Alternatif Menuju PTN yang Masih Terbuka
Tak kalah diminati, Universitas Sebelas Maret (UNS) menarik 40.042 pendaftar, Universitas Sumatera Utara (USU) 39.114, Institut Pertanian Bogor (IPB) 37.477, serta Universitas Indonesia (UI) dengan 35.118 peminat.
Tingginya angka ini menunjukkan bahwa kampus-kampus tersebut menjadi favorit nasional, namun sekaligus menandakan tingkat kompetisi yang sangat ketat.
PTN Vokasi Juga Kian Diminati
Tak hanya jalur akademik, pendidikan vokasi juga menunjukkan tren peningkatan minat.
Politeknik Negeri Bandung (POLBAN) menjadi yang teratas dengan 11.556 peminat, diikuti Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) sebanyak 10.562 peminat.
Politeknik Negeri Malang (POLINEMA) mencatat 7.114 peminat, sementara Politeknik Negeri Semarang (POLINES) 6.944 dan Politeknik Negeri Sriwijaya (POLSRI) 6.718.
Di posisi berikutnya, Politeknik Negeri Batam (POLIBATAM) dengan 5.850 peminat, Politeknik Negeri Medan (POLMED) 5.431, Politeknik Negeri Padang (PNP) 3.965, Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS) 3.539, serta Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) dengan 3.397 peminat.
Data ini memperlihatkan bahwa jalur vokasi semakin diminati karena menawarkan keterampilan praktis yang relevan dengan kebutuhan industri.
Evaluasi Jadi Kunci Strategi
Melihat tingginya angka peminat di sejumlah PTN, calon peserta UTBK SNBT 2026 perlu melakukan evaluasi matang.
Tidak hanya mempertimbangkan reputasi kampus, tetapi juga rasio daya tampung dan jumlah peminat.
Strategi realistis—seperti memilih kombinasi kampus “favorit” dan “alternatif”—dapat meningkatkan peluang lolos. Selain itu, pemahaman terhadap kekuatan akademik diri juga menjadi faktor penting dalam menentukan pilihan.
Pada akhirnya, data SNBP bukan sekadar statistik, melainkan peta persaingan yang bisa dimanfaatkan secara cerdas.
Dengan strategi yang tepat, peluang menembus bangku PTN impian tetap terbuka lebar. **












