Palembang | Wilayah Sumatera Selatan (Sumsel) saat ini mulai memasuki fase pancaroba atau masa peralihan musim yang ditandai dengan meningkatnya potensi hujan dalam beberapa hari ke depan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi secara tiba-tiba.
Kepala Stasiun Meteorologi Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, Siswanto, menyampaikan bahwa dalam satu pekan ke depan, Sumsel masih berpotensi diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.
“Dalam tiga hari ke depan, potensi peningkatan curah hujan cukup signifikan, terutama dipicu oleh dinamika atmosfer yang sedang aktif,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sejumlah faktor meteorologis menjadi pemicu utama kondisi tersebut, di antaranya aktifnya gelombang ekuatorial Kelvin, gelombang Rossby, serta Madden-Julian Oscillation (MJO) spasial. Selain itu, fenomena konvergensi atau pertemuan angin dan belokan angin di wilayah Sumsel turut memperkuat pembentukan awan hujan.
Kondisi ini merupakan ciri khas dari masa pancaroba, di mana hujan cenderung terjadi dalam durasi singkat, namun dengan intensitas yang cukup tinggi. Bahkan, hujan sering kali disertai angin kencang serta sambaran petir atau kilat.
“Karakteristik pancaroba itu hujannya singkat, tetapi bisa lebat dan berpotensi disertai angin kencang serta petir,” jelas Siswanto.
Berdasarkan data pengamatan terbaru, curah hujan yang tercatat dalam 24 jam terakhir mencapai 42,2 mm, yang termasuk dalam kategori hujan berintensitas sedang. Sementara itu, pengukuran lanjutan pada hari yang sama menunjukkan angka 1,8 mm.
BMKG Sumsel juga telah mengeluarkan peringatan dini cuaca terkait potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang di sejumlah wilayah.
Beberapa daerah yang berpotensi terdampak antara lain Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), khususnya wilayah Peninjauan dan Sinar Peninjauan. Kemudian di Kabupaten Muara Enim, meliputi wilayah Lawang Kidul.
Di Kabupaten Lahat, potensi hujan lebat diperkirakan terjadi di wilayah Tanjungsakti Pumu, Merapi Barat, Kikim Selatan, Kikim Timur, dan Kikim Tengah. Selain itu, wilayah STL Ulu Terawas dan Selangit di Kabupaten Musi Rawas juga masuk dalam zona waspada.
Wilayah lain yang turut berpotensi terdampak adalah Kabupaten Musi Banyuasin, khususnya di Batang Hari Leko, Bayung Lencir, Lalan, dan Tungkal Jaya. Di Kabupaten Banyuasin, potensi hujan diperkirakan terjadi di Banyuasin II, Pulau Rimau, dan Tungkal Ilir.
Sementara itu, di Kabupaten OKU Timur, wilayah yang perlu diwaspadai meliputi Buay Madang, Buay Pemuka Peliung, Madang Suku II, Madang Suku III, serta Buay Pemuka Bangsa Raja. Untuk wilayah OKU Selatan, potensi hujan terdapat di Banding Agung, Mekakau Ilir, dan Tiga Dihaji.
Tak hanya itu, wilayah Kabupaten Empat Lawang seperti Pendopo, Ulu Musi, Pasemah Air Keruh, Sikap Dalam, dan Pendopo Barat juga berpotensi mengalami kondisi cuaca serupa, bahkan dapat meluas ke wilayah lainnya.
BMKG mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang, terutama di daerah rawan. Selain itu, masyarakat juga diingatkan untuk berhati-hati saat beraktivitas di luar ruangan, khususnya ketika terjadi hujan lebat disertai petir dan angin kencang.
Dengan kondisi cuaca yang dinamis selama masa pancaroba, kesiapsiagaan dan kewaspadaan menjadi kunci utama dalam meminimalisir risiko yang dapat ditimbulkan. **












