Mekkah – Wukuf di Arafah pada tahun 2026 jatuh pada Selasa, 26 Mei 2026 (9 Zulhijjah 1447 H). Ini adalah puncak ibadah haji, di mana jemaah berkumpul di Padang Arafah dari tergelincir matahari hingga terbenam.
Di Tenda Maktab 50 di Arofah Kloter PLM terbagi 2 tenda yang masing-masing melaksanakan prosesi wukuf dengan melaksanakan khutbah wukuf, di Tenda satu dengan Khotib Han Han Yustian sedangkan Tenda kedua dengan Khotib Sutrsno hadi.
Seperti yang disampaikan Han Han Yustian dalam Khutbahnya Wukuf di Arafah adalah puncak dan merupakan rukun ibadah haji di mana jemaah berkumpul dan berdiam diri di Padang Arafah.
Dilaksanakan pada tanggal 9 Zulhijah, ibadah ini bermakna berhenti untuk merenung, berzikir, dan memanjatkan doa. Seperti Nabi Muhammad SAW, “Haji itu adalah Arafah”, yang berarti tanpanya ibadah haji tidak sah. Pelaksanaan,
BACA JUGA
Konsolidasi Akbar PPIH di Mekkah, Pemerintah Matangkan Kesiapan Layanan Puncak Haji Armuzna
Jelang Puncak Armuzna, Layanan Bus Shalawat Jamaah Haji Sumsel Dihentikan Sementara
Dilakukan sejak tergelincirnya matahari (Zuhur) tanggal 9 Zulhijah hingga terbit fajar pada 10 Zulhijah. Dilaksanakan ku di Padang Arafah, Arab Saudi.
Amalan Utama Memperbanyak istighfar, membaca kalimat tauhid, dan berdoa dengan khusyuk, karena hari Arafah diyakini sebagai waktu terbaik di mana doa dan menurunkan rahmat-Nya.
Sedangkan Sutrisno Hadi dalam khutbahnya disampaikan bahwa Makna Spiritual yaitu Suasana di Arafah mengingatkan manusia akan hari kebangkitan, di mana semua umat Islam dari berbagai penjuru dunia berkumpul dengan status yang sama di hadapan Allah SWT, berpakaian ihram putih, tanpa sekat jabatan maupun kekayaan.
Introspeksi Diri Menjadi momen bagi jemaah untuk evaluasi diri, bertaubat, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Dengan pemahaman yang mendalam tentang makna dan tujuan wukuf, para jemaah haji diharapkan dapat merasakan kesempurnaan dalam ibadah mereka di Arafah.*












