Wabup Lahat Soroti Warga Hambat Pembangunan Jalan Desa

Wakil Bupati Lahat, Widia Ningsih SH MH

Lahat | Pemerintah Kabupaten Lahat terus mendorong percepatan pembangunan infrastruktur sebagai upaya membuka keterisolasian wilayah dan meningkatkan perekonomian masyarakat.

Namun, dalam pelaksanaannya, masih ditemukan kendala di lapangan, salah satunya terkait pembebasan lahan untuk pembangunan akses jalan di Desa Tunggul Bute, Kecamatan Kota Agung.

Wakil Bupati Lahat, Widia Ningsih, menyayangkan adanya sikap sebagian kecil warga yang belum bersedia mendukung pembangunan tersebut.

Ia menilai, penolakan tersebut berpotensi menghambat realisasi proyek yang sejatinya telah lama menjadi harapan masyarakat setempat.

Menurut Widia, pembangunan jalan yang direncanakan bersama pihak perusahaan PT Suprame Energi Rantau Sedap bukan semata-mata untuk kepentingan korporasi, melainkan memiliki manfaat luas bagi masyarakat.

Jalan tersebut diharapkan menjadi akses vital yang mampu mempercepat mobilitas warga serta mendukung aktivitas ekonomi.

“Pembangunan jalan ini sudah lama diharapkan warga. Jangan sampai hanya karena persoalan kecil, justru menghambat manfaat besar yang akan dirasakan bersama,” ujar Widia, Kamis (9/6/2026).

Ia menjelaskan, terdapat sekitar tiga warga yang belum bersedia mengikhlaskan sebagian kecil lahannya untuk perluasan jalan.

Padahal, sebagian besar masyarakat lainnya telah menyatakan dukungan penuh terhadap proyek tersebut.

Pemerintah daerah pun telah mengambil langkah kompromi dengan meminta pihak perusahaan menyesuaikan pembangunan pada lahan yang tersedia, tanpa memaksakan kehendak.

Meski demikian, Widia menegaskan bahwa dukungan masyarakat tetap menjadi kunci utama keberhasilan pembangunan.

Ia mengingatkan pentingnya kesadaran kolektif demi kepentingan jangka panjang.

Menurutnya, kehadiran akses jalan yang layak akan membawa dampak signifikan, seperti meningkatnya nilai ekonomi lahan, kemudahan distribusi hasil pertanian, serta terbukanya peluang usaha baru bagi warga desa.

“Kalau akses jalan sudah terbuka, semua akan merasakan manfaatnya. Harga tanah bisa meningkat, ekonomi bergerak, dan kesejahteraan masyarakat ikut terangkat,” jelasnya.

Lebih lanjut, Widia mengungkapkan bahwa nota kesepahaman (MoU) antara pemerintah daerah dan pihak perusahaan telah disepakati.

Pembangunan jalan tersebut direncanakan akan dimulai dalam waktu satu hingga dua bulan ke depan.

Pemerintah Kabupaten Lahat, kata dia, telah berupaya maksimal merealisasikan aspirasi masyarakat yang telah disampaikan sejak lama.

Oleh karena itu, ia berharap masyarakat juga dapat menunjukkan sikap kooperatif dan tidak hanya berfokus pada kepentingan pribadi.

Ia juga mengimbau warga untuk melihat manfaat pembangunan secara menyeluruh, bukan hanya dari sisi kerugian jangka pendek.

Menurutnya, pengorbanan kecil dalam bentuk pelepasan sebagian lahan akan memberikan dampak besar bagi kemajuan desa di masa depan.

“Jangan hanya menuntut pembangunan, tapi tidak mau berkontribusi. Ini demi kepentingan bersama,” tegasnya.

Pembangunan infrastruktur, khususnya jalan, merupakan salah satu prioritas pemerintah daerah dalam mendorong pemerataan pembangunan di wilayah Kabupaten Lahat.

Akses jalan yang baik diyakini menjadi faktor utama dalam membuka isolasi wilayah, meningkatkan konektivitas, serta mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah.

Dengan adanya sinergi antara pemerintah, pihak swasta, dan masyarakat, diharapkan proyek pembangunan jalan di Desa Tunggul Bute dapat berjalan lancar tanpa hambatan berarti.

Pemerintah optimistis, jika seluruh pihak dapat saling mendukung, maka manfaat pembangunan akan dirasakan secara luas oleh masyarakat. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *