Perjalanan perhelatan ajang kompetisi badminton Internasional bergengsi dua tahunan Kejuaraan Piala Thomas Cup 2026 di Negeri Denmark usai sudah.
Semua upaya dan kerja keras tim telah semua dikerahkan dan dimaksimalkan di ajang kompetisi bergengsi Kejuaraan Piala Thomas Cup 2026 ini.
Mungkin publik pecinta badminton lovers tanah air diseluruh penjuru Nusantara tercengang dan terkejut mendengar berita kegagalan tim Thomas Indonesia di laga penyisihan group.
Sepengetahuan penulis, disepanjang perhelatan kompetisi badminton beregu Internasional sekelas Kejuaraan Piala Thomas, baru kali pertama dan baru sejarah pahit ini tercipta di tahun 2026 ini langkah tim Thomas Indonesia kita terhenti dan gagal untuk melangkah ke laga quarter final alias harus puas hanya di laga penyisihan group.
Hal ini dipero setelah semua tim Thomas Indonesia diawali dengan laga perdana atau pembuka tunggal pertama Jonathan Christie alias Jojo tumbang ditangan tunggal pertama Francis Cristo Popov secara straight game (dua set langsung).
Kemudian, tunggal ke-2 Indonesia Alwi Farhan juga belum mampu menyumbangkan poin kemenangan dan akhirnya menyerah juga secara straight game (dua set) dari tunggal ke-2 Francis Alex Linear.
Kemudian, di laga ke-3 penentuan laga hidup mati bangsa Indonesia.
Indonesia kita menurunkan tunggal ke-3 nya namanya tidak asing lagi bagi pecinta publik badminton lovers tanah air yakni Anthony Sinisuka Ginting.
Anthony Sinisuka Ginting peraih medali perunggu Olympiade Dunia Tokyo Jepang tahun 2020 ini walau telah berjuang secara maksimal hingga rubber game (tiga set) tetap juga belum mampu menyumbangkan poin kemenangan dan akhirnya juga menyerah ditangan tunggal ke-3 Francis Toma Junior Popov merupakan saudara kembar ‘Cristo Popov’.
Tertinggal jauh 0-3 membuat jantung publik pecinta badminton lovers tanah air diseluruh penjuru Nusantara rasanya sangat mustahil jika harus berjuang kembali.
Laga peenentuan sesungguhnya ketika ganda putra senior Indonesia Non Pelatnas Muhammad Reza Fahlevi Isfahani berpartner dengan Sabar Karyaman Gutama juga tumbang ditangan ganda putra Francis secara straight game (dua set langsung) 19-21 dan 19-21.
BACA JUGA
Catat, Berikut Jadwal Pertandingan THOMAS dan UBER INDONESIA Laga Terakhir Penyisihan Group
Ini Nama-Nama Atlit Resmi Indonesia untuk Thomas & Uber Cup 2026
Francis bersuka ria diatas perihnya kesedihan yang dialami oleh semua tim Thomas Indonesia.
Kedudukan 0-4 membuat Negeri Francis dipastikan sudah cukup untuk syarat mutlak lolos ke laga quarter final mendampingi juara group Thailand di group D penyisihan group.
Menurut hemat penulis, ambil hikmahnya saja dari catatan pahit dan menyedihkan gagalnya Indonesia melangkah ke laga quarter final atau tersingkir di laga penyisihan group.
Era dulunya Indonesia kita selalu jago dan selalu disegani alias ditakuti oleh semua Negara diseluruh belahan Negara-Negara di dunia ini.
Namun fakta dilapangan hari ini khususnya di ajang kompetisi bergengsi Kejuaraan Piala Thomas 2026 ini, hasil buruk yang sangat menyedihkan ini mau tidak mau mutlak diterima dengan lapang dada.
Mari kita berbenah diri!!!
Saatnya PBSI (Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia) melakukan evaluasi besar-besaran!!!
Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (KEMENPORA RI) harus segera mengambil sikap tegas dan langkah konkrit atas kegagalan tim Thomas Indonesia di ajang kompetisi bergengsi dua tahunan Kejuaraan Piala Thomas Cup 2026 ini!!!
Tidak ada kata terlambat selagi mau berbuat dan berbenah!!!
Insya Allah dikemudian hari ada saatnya nanti tim Thomas Indonesia kita kembali bangkit dan jaya!!!
Jadikan catatan pahit di tahun 2026 ini sebagai cambuk api semangat merah putih kita untuk bangkit dan berbenah (evaluasi total)!
Bravo Badminton Indonesia!!!
Comeback Strong atlit-atlit badminton Indonesia
Salam Olahraga
INDONESIA JAYA!
NKRI HARGA MATI!
Penulis ialah Alumni TP2PORA (Tenaga Penggerak Pemuda Pelopor Olahraga) Provinsi Bengkulu 2017-2018 dan juga Pengamat Badminton Tanah Air Indonesia












