BPS Lahat Gandeng Kemenag dan NU Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Kepala BPS Lahat Dedi Fahlevi saat menemui Ketua PCNU Lahat. Foto : BPS Lahat.

Lahat | Dalam rangka menyukseskan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026), Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Lahat terus memperkuat sinergi lintas sektor.

Salah satu langkah strategis yang dilakukan yakni menggandeng Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Lahat serta organisasi keagamaan Nahdlatul Ulama (NU) untuk memperluas jangkauan sosialisasi kepada masyarakat.

Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui kegiatan sosialisasi yang digelar pada Rabu (29/4), dengan melibatkan berbagai tokoh penting dari unsur pemerintah dan organisasi keagamaan.

Hadir dalam pertemuan tersebut Kepala BPS Kabupaten Lahat, Dedi Fahlevi, M.Si., Kepala Kantor Kemenag Lahat yang juga Ketua Pengurus Cabang NU Lahat, Drs. H. Napikurrohman, M.M., Ketua Muslimat NU Lahat Nurbaiti, S.Pd., Rois Syuriah PCNU Lahat K.H. Agus Sucipto, serta Ketua Persatuan Guru NU (Pergunu) Lahat sekaligus Ketua STIT-YPI Lahat Drs. Taufik Sakni, M.Pd.I.

Pertemuan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat koordinasi antar lembaga guna memastikan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 berjalan optimal, tepat sasaran, dan mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk pelaku usaha berbasis komunitas keagamaan.

Kepala BPS Kabupaten Lahat, Dedi Fahlevi, dalam paparannya menyampaikan bahwa SE2026 merupakan program strategis nasional yang bertujuan untuk memperoleh gambaran komprehensif mengenai kondisi perekonomian di Indonesia, mulai dari usaha skala kecil hingga perusahaan besar.

BACA JUGA : BPS Lahat Gelar FKP dan Sosialisasi SE 2026

BACA JUGA : BPS Lahat Matangkan Sensus Ekonomi 2026 

“Sensus Ekonomi 2026 akan dilaksanakan pada Mei hingga Agustus 2026. Kegiatan ini sangat penting karena menjadi dasar dalam menyusun kebijakan pembangunan ekonomi yang lebih akurat dan tepat sasaran,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan sensus tidak hanya bergantung pada petugas di lapangan, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat.

Oleh karena itu, dukungan dari Kemenag dan NU dinilai sangat strategis, mengingat luasnya jaringan yang dimiliki kedua institusi tersebut hingga ke tingkat akar rumput.

“Melalui jejaring Kementerian Agama dan Nahdlatul Ulama, kami berharap informasi terkait Sensus Ekonomi 2026 dapat tersampaikan secara luas, sehingga masyarakat, khususnya pelaku usaha, dapat memahami pentingnya memberikan data yang akurat,” tambah Dedi.

Dalam kesempatan tersebut, BPS juga memaparkan teknis pelaksanaan sensus, termasuk metode pengumpulan data serta peran responden dalam memberikan informasi yang lengkap dan benar.

Data yang dihasilkan nantinya diharapkan mampu menjadi fondasi kuat dalam merumuskan kebijakan ekonomi, baik di tingkat daerah maupun nasional.

Tidak hanya itu, dalam diskusi yang berlangsung interaktif, turut dibahas rencana pelaksanaan program “Ngisi Bareng” (Ngibar).

Program ini merupakan inovasi BPS dalam memberikan asistensi langsung kepada responden, khususnya dari kalangan lembaga pendidikan dan usaha yang berada di bawah naungan Kemenag dan NU.

Melalui Ngibar, para responden akan didampingi dalam proses pengisian data sensus agar lebih mudah, lengkap, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Program ini juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas data yang dihimpun, sekaligus meminimalisir kesalahan dalam pengisian.

Ketua Kemenag Lahat sekaligus Ketua PCNU Lahat, Drs. H. Napikurrohman, M.M., menyambut baik inisiatif yang dilakukan BPS.

Ia menegaskan komitmen pihaknya untuk mendukung penuh pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.

“Kami siap menggerakkan seluruh jajaran Kementerian Agama dan jaringan Nahdlatul Ulama di Kabupaten Lahat untuk berpartisipasi aktif. Ini merupakan tanggung jawab bersama dalam menyediakan data yang akurat demi kemajuan pembangunan,” ujarnya.

Menurutnya, keterlibatan organisasi keagamaan seperti NU sangat penting, terutama dalam membangun kesadaran masyarakat terkait pentingnya data.

Ia menilai pendekatan berbasis komunitas akan lebih efektif dalam menjangkau masyarakat hingga ke tingkat desa.

Sinergi antara BPS, Kemenag, dan NU ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem pendataan yang kuat dan terpercaya.

Dengan data yang valid dan komprehensif, pemerintah daerah dapat merancang program pembangunan ekonomi yang lebih tepat sasaran, inklusif, dan berkelanjutan.

Selain itu, hasil dari Sensus Ekonomi 2026 juga diharapkan dapat memberikan gambaran nyata mengenai potensi dan tantangan ekonomi di Kabupaten Lahat, sehingga mampu menjadi acuan dalam meningkatkan daya saing daerah.

BPS Kabupaten Lahat menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor seperti ini akan terus diperkuat ke depan.

Tidak hanya dengan instansi pemerintah, tetapi juga dengan organisasi masyarakat, dunia usaha, serta lembaga pendidikan.

Dengan dukungan dari berbagai pihak, Sensus Ekonomi 2026 diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan pendataan semata, tetapi juga menjadi gerakan bersama dalam membangun fondasi ekonomi yang lebih kuat bagi masa depan.

Melalui langkah kolaboratif ini, Kabupaten Lahat optimistis mampu menghadirkan data ekonomi yang berkualitas sebagai pijakan dalam mewujudkan pembangunan yang merata dan berkelanjutan di Bumi Seganti Setungguan. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *