Madinah – Suasana haru dan khidmat menyelimuti keberangkatan Jamaah Haji Kloter 2 PLM asal Kabupaten Lahat dan Kota Palembang yang memulai perjalanan spiritual dari Madinah menuju Mekkah, Jumat (1/5/2026) pukul 18.00 waktu Arab Saudi.
Sebanyak 440 jamaah bertolak dari Hotel Astoneast Madinah menggunakan bus menuju pemondokan mereka di kawasan Jarwal, Mekkah, tepatnya di Hotel Abraj Almisk.
Keberangkatan ini menjadi momentum penting dalam rangkaian ibadah haji, karena para jamaah mulai memasuki fase pelaksanaan umroh wajib sebagai bagian dari haji tamattu’.
Sejak dari Madinah, seluruh jamaah telah mengenakan pakaian ihram sebagai tanda kesiapan lahir dan batin untuk menunaikan ibadah suci.
Dalam perjalanan menuju Mekkah yang memakan waktu sekitar enam jam, rombongan jamaah terlebih dahulu singgah di Masjid Bir Ali untuk mengambil miqat dan berniat umroh.
Di tempat inilah para jamaah memantapkan niat serta memperkuat keikhlasan sebelum melanjutkan perjalanan menuju Tanah Suci.
Bimbingan intensif diberikan oleh para petugas haji, termasuk Bimbingan Ibadah (Bimbad), Sutrisno Hadi, yang mengingatkan jamaah agar menjaga larangan-larangan selama dalam keadaan ihram.
Ia menekankan bahwa sejak niat umroh diucapkan di Bir Ali, jamaah harus menghindari segala bentuk perbuatan yang dilarang hingga seluruh rangkaian umroh selesai dilaksanakan.
“Setelah mengambil miqat dan berniat umroh, jamaah harus benar-benar menjaga diri dari larangan ihram. Fokus pada ibadah hingga menyelesaikan tawaf, sa’i, dan tahalul sebagai rukun umroh,” ujar Sutrisno Hadi dalam arahannya.
Perjalanan panjang dari Madinah ke Mekkah tidak menyurutkan semangat para jamaah. Sepanjang perjalanan, lantunan talbiyah menggema dari dalam bus, menciptakan suasana religius yang penuh kekhusyukan.
BACA JUGA
Jamaah Haji Kloter 2 PLM Khusyuk Ziarah di Masjid Nabawi
Alhamdulillah, Jamaah Haji Kloter 2 PLM (Lahat) Tiba di Madinah
Banyak jamaah tampak larut dalam doa, berharap ibadah yang akan mereka jalani dapat diterima oleh Allah SWT.
Ketua Kloter 2 PLM, Han Han Yustian, menyampaikan bahwa seluruh jamaah dalam kondisi sehat dan siap menjalani rangkaian ibadah berikutnya.
Ia juga mengimbau jamaah untuk tetap menjaga stamina serta mengikuti arahan petugas demi kelancaran ibadah.
Setibanya di Mekkah, para jamaah tidak langsung melaksanakan umroh, melainkan terlebih dahulu beristirahat di pemondokan yang telah disiapkan.
Hal ini dilakukan untuk memulihkan kondisi fisik setelah perjalanan panjang, sehingga jamaah dapat menjalankan ibadah umroh dengan optimal di Masjidil Haram.
Ibadah umroh yang akan dilaksanakan meliputi tawaf mengelilingi Ka’bah, sa’i antara Bukit Shafa dan Marwah, serta diakhiri dengan tahalul.
Rangkaian ini menjadi bagian penting sebelum jamaah melanjutkan puncak ibadah haji.
Dengan memilih skema haji tamattu’, jamaah Kloter 2 PLM akan melaksanakan umroh terlebih dahulu, kemudian menunggu waktu pelaksanaan ibadah haji.
Skema ini menjadi pilihan mayoritas jamaah Indonesia karena memberikan jeda waktu untuk beristirahat sebelum memasuki fase puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
Perjalanan spiritual ini bukan hanya sekadar perpindahan lokasi, tetapi juga perjalanan hati menuju kesucian dan kedekatan dengan Sang Pencipta.
Setiap langkah yang diambil jamaah menjadi bagian dari ikhtiar meraih haji yang mabrur.
Masyarakat di tanah air, khususnya Sumatera Selatan, turut mendoakan keselamatan dan kelancaran ibadah para jamaah.
Harapan besar disematkan agar seluruh jamaah dapat kembali ke Indonesia dengan membawa predikat haji mabrur serta menjadi teladan di tengah masyarakat.*












