Jakarta | Di tengah tren harga smartphone flagship yang terus meroket, Samsung mengambil langkah berbeda.
Alih-alih hanya berfokus pada peluncuran perangkat baru, perusahaan teknologi asal Korea Selatan ini justru memperluas akses ke produk premiumnya melalui program Certified Re-Newed (CRN).
Kali ini, dua perangkat lipat andalan, Galaxy Z Fold7 dan Galaxy Z Flip7, hadir dalam versi refurbished resmi di pasar Inggris.
Langkah ini bukan sekadar strategi penjualan biasa. Samsung mencoba menjawab kebutuhan konsumen yang menginginkan teknologi canggih dengan harga lebih rasional, tanpa harus mengorbankan kualitas dan pengalaman penggunaan.
Bukan Sekadar Barang Bekas
Istilah “refurbished” seringkali masih dipandang sebelah mata. Namun Samsung tampaknya ingin mengubah persepsi tersebut.
Dalam program Certified Re-Newed, perangkat yang dijual bukan sekadar barang bekas pakai, melainkan unit yang telah melalui proses rekondisi menyeluruh oleh teknisi bersertifikat.
Setiap perangkat dibongkar, diperiksa, dan diperbarui menggunakan komponen asli 100 persen.
Bahkan, baterai diganti dengan yang baru agar performa tetap optimal. Tak hanya itu, perangkat juga melewati lebih dari 100 tahap pengujian kualitas untuk memastikan semuanya berjalan sempurna—mulai dari layar, engsel lipatan, hingga performa sistem.
Dengan proses ini, Samsung berupaya memastikan bahwa pengguna tetap mendapatkan pengalaman layaknya membeli perangkat baru.
Keamanan dan Kenyamanan Tetap Jadi Prioritas
Salah satu kekhawatiran utama saat membeli perangkat bekas adalah keamanan data. Samsung mengantisipasi hal ini dengan prosedur ketat.
Semua data lama dihapus secara permanen, perangkat di-reset total, dan bahkan diberikan nomor IMEI baru.
Selain itu, sistem operasi diperbarui ke versi terbaru, sehingga pengguna bisa langsung menikmati fitur terkini tanpa perlu melakukan banyak penyesuaian. Dengan kata lain, saat perangkat pertama kali dinyalakan, pengalaman yang dirasakan tidak jauh berbeda dari membuka kotak smartphone baru.
Desain Premium Tetap Jadi Daya Tarik
Meski berstatus refurbished, Galaxy Z Fold7 tetap mempertahankan posisinya sebagai salah satu ponsel lipat paling canggih di kelasnya. Dengan desain yang semakin tipis dan ringan, perangkat ini menawarkan kenyamanan penggunaan yang lebih baik dibanding generasi sebelumnya.
Layar utama berukuran 8 inci menjadi daya tarik utama. Ukuran ini memberikan ruang luas untuk multitasking, mulai dari membuka beberapa aplikasi sekaligus hingga bekerja secara mobile dengan lebih efisien.
Bagi pengguna yang membutuhkan produktivitas tinggi, Fold7 tetap menjadi pilihan yang sangat relevan.
Di sisi lain, Galaxy Z Flip7 hadir untuk segmen pengguna yang mengutamakan gaya dan kepraktisan. Desainnya yang ringkas membuatnya mudah dibawa ke mana saja.
Fitur FlexWindow memungkinkan pengguna mengakses berbagai fungsi penting tanpa perlu membuka ponsel sepenuhnya—mulai dari membaca notifikasi hingga mengontrol musik.
Harga Lebih Bersahabat, Nilai Lebih Tinggi
Meski Samsung tidak mengungkapkan secara rinci harga resmi untuk program ini, perangkat Certified Re-Newed umumnya dijual dengan potongan harga yang cukup signifikan, bahkan bisa mencapai puluhan persen dibandingkan unit baru.
Hal ini tentu menjadi daya tarik utama, terutama bagi konsumen yang sebelumnya ragu membeli ponsel lipat karena harganya yang tinggi. Dengan program ini, teknologi flagship menjadi lebih inklusif dan dapat dijangkau oleh lebih banyak orang.
Ramah Lingkungan Jadi Nilai Tambah
Selain aspek harga, program ini juga membawa dampak positif bagi lingkungan. Dengan memperpanjang siklus hidup perangkat, Samsung secara tidak langsung mengurangi limbah elektronik yang terus meningkat setiap tahun.
Perangkat dikemas ulang menggunakan kotak baru berbahan ramah lingkungan, lengkap dengan aksesoris standar seperti kabel dan adaptor.
Pendekatan ini menunjukkan bahwa inovasi tidak hanya soal teknologi, tetapi juga tanggung jawab terhadap lingkungan.
Masa Depan Pasar Smartphone?
Langkah Samsung ini bisa menjadi sinyal perubahan besar dalam industri smartphone. Di tengah kesadaran konsumen yang semakin tinggi terhadap harga dan keberlanjutan, model bisnis seperti Certified Re-Newed berpotensi menjadi tren baru.
Tidak hanya memberikan alternatif lebih hemat, tetapi juga menjembatani kesenjangan antara teknologi premium dan daya beli masyarakat.
Jika program ini sukses di Inggris, bukan tidak mungkin Samsung akan memperluasnya ke pasar lain, termasuk Asia Tenggara. Bagi konsumen di Indonesia, ini tentu menjadi kabar menarik yang patut dinantikan.
**












