Kedai Majo : Wadah Kemitraan Polisi dan Ojol

Foto ist

Lubuklinggau — Kapolres Lubuklinggau AKBP Adithia bersama Wakapolres Kompol Syamsul Zachri didampingi Kasat Lantas AKP Desi Azhari serta para pejabat utama (PJU) Polres Lubuklinggau menghadiri kegiatan launching serentak Kedai Presisi yang digelar oleh Polda Sumsel serentak seluruh jajaran di Polres Polda Sumsel melalui Zoom Meeting, Selasa (5/5/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari program kepolisian dalam memperkuat kemitraan dengan masyarakat, khususnya para pengemudi ojek online (ojol) sebagai mitra kamtibmas di wilayah Kota Lubuklinggau.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Lubuklinggau AKBP Adithia menyampaikan bahwa peluncuran Kedai Presisi dilakukan secara serentak dan terhubung langsung dengan jajaran Polda.

“Hari ini kita melaksanakan launching serentak, bersama-sama berinteraksi dengan Bapak Kapolda melalui Zoom Meeting,” ujar Kapolres saat diwawancarai.

Ia menjelaskan, di Lubuklinggau sendiri Kedai Presisi diwujudkan melalui Kedai Majo yang menjadi wadah kemitraan antara kepolisian dan para pengemudi ojek online. Saat ini tercatat sekitar 231 pengemudi ojol yang tergabung di wilayah tersebut.

“Di Lubuklinggau ada Kedai Majo, yaitu kedai mitra kamtibmas ojek online. Tadi kita juga sudah bersama-sama dengan rekan-rekan ojol, yang jumlahnya sekitar 231 orang,” jelasnya.

Lebih lanjut, Kapolres berharap keberadaan kedai tersebut dapat dimanfaatkan sebagai tempat berkumpul sekaligus memberikan berbagai fasilitas yang menunjang aktivitas para pengemudi ojol.

“Kami harapkan kedai ini bisa menjadi tempat rekan-rekan ojol untuk sarapan, cuci motor, serta memanfaatkan fasilitas lain yang sudah kami sediakan,” ungkapnya.

BACA JUGA

Kedai MAJO Presisi, Wadah Pelayanan Gratis Bagi OJOL

Rekonstruksi Kasus Pembunuhan ASN Bawaslu; Polisi Dalami Kronologi Kejadian

Tak hanya sebagai tempat singgah, Kedai Presisi juga diharapkan menjadi ruang diskusi yang produktif antara masyarakat dan kepolisian dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

“Tempat ini kita siapkan sebagai wadah diskusi. Harapannya, dari diskusi tersebut akan muncul solusi terkait situasi kamtibmas di Lubuklinggau,” tambah Kapolres.

Selain itu, pihak kepolisian juga menyediakan berbagai layanan, baik yang bersifat umum maupun situasional. Di antaranya pelayanan kesehatan melalui Dokkes hingga kegiatan home visit bagi masyarakat yang membutuhkan.

“Selain pelayanan yang ada di sini, kami juga memberikan pelayanan kepolisian secara situasional. Ada home visit dari Dokkes, dan sebelumnya kami juga sudah membantu saudara kita yang mengalami kecelakaan,” jelasnya.

Kapolres juga mengimbau kepada para pengemudi ojol agar tidak ragu berkoordinasi dengan aparat kepolisian, terutama saat menjalankan aktivitas di waktu rawan.

“Kami juga mengajak rekan-rekan ojol, apabila membutuhkan pelayanan kepolisian, misalnya saat mengantar orderan di malam hari di lokasi yang sepi atau rawan, silakan berkomunikasi dengan personel kami di lapangan untuk dilakukan pendampingan,” tegasnya.

Di akhir pernyataannya, Kapolres menegaskan bahwa Kedai Presisi terbuka untuk seluruh lapisan masyarakat, tidak hanya terbatas bagi pengemudi ojek online.

“Tempat ini juga bisa menjadi tempat berkumpul bagi masyarakat umum. Nantinya akan ada personel dari Satlantas dan satuan lainnya yang hadir untuk berdiskusi bersama terkait perkembangan situasi kamtibmas,” tutupnya.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *