Thomas INDONESIA Gagal Capai Target, Berikut Permohonan Maaf WAMENPORA Juga WAKETUM PP PBSI

Foto ist

INDONESIA – Ajang kompetisi bergengsi Kejuaraan Piala Thomas Cup 2026 usai sudah digelar di Negeri Denmark.

Capaian target di inginkan Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) bersama Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (KEMENPORA RI) gagal terpenuhi.

Faktor kegagalan tim Thomas Indonesia di ajang perhelatan bergengsi dua tahunan ini dikarenakan tim Thomas Indonesia dikomandoi oleh Jonathan Christie (Jojo) gugur di fase penyisihan group lantaran tumbang di tangan Francis secara telak 1-4.

Ke-3 tunggal Indonesia meliputi Jonathan Christie alias Jojo, Alwi Farhan, Anthony Sinisuka Ginting tidak mampu menyumbangkan poin kemenangan alias tumbang di tangan ke-3 tunggal Francis terdiri Alex Linear bersama ke-2 saudara kembar ‘Cristo Popov dan Toma Junior Popov’.

Atas gagalnya capaian prestasi oleh tim Thomas Indonesia ini akhirnya pihak PP PBSI dan KEMENPORA RI angkat bicara.

Berikut pernyataan resmi permohonan maaf disampaikan oleh Wakil Ketua Umum PP PBSI yang juga Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (WAMENPORA RI) Taufik Hidayat.

“Saya sebagai pengurus memohon maaf terhadap hasil yang belum sesuai harapan di Piala Thomas Cup 2026 di Denmark ini,”demikian pernyataan resmi permohonan maaf langsung disampaikan WAMENPORA RI juga Wakil Ketua Umum PP PBSI Taufik Hidayat dilansir dari berbagai referensi badminton lovers tanah air oleh media online nasional interaksimassa.com pagi ini, Rabu (6/5/2026).

“Kami akan segera melakukan evaluasi menyeluruh untuk membuat langkah kedepan dan kembali membawa prestasi terbaik bagi bangsa Indonesia,”imbuhnya.

BACA JUGA

Debut Terbaik, 3 Pemain Muda INDONESIA di Thomas dan Uber Cup 2026

Korea Samakan Rekor Indonesia, Raih 3x Piala Uber Cup

Pernyataan permohonan maaf dari WAMENPORA RI yang juga WAKETUM PP PBSI ini mendapat sorotan publik dan kritikan tajam dari pecinta badminton lovers tanah air.

Salah satu publik pecinta badminton lovers tanah air dari Bumi Rafflesia Provinsi Bengkulu Jackson menilai pernyataan resmi dari WAMENPORA RI yang juga WAKETUM PP PBSI ini harus dilandasi juga oleh tekad bulat untuk melakukan evaluasi besar-besaran atas gagalnya capaian target di inginkan KEMENPORA RI bersama PP PBSI dan seluruh masyarakat Indonesia.

“Jujur kami sebagai anak bangsa Indonesia yang juga pecinta badminton lovers tanah air sangat kecewa dan miris sekali atas gagalnya tim Thomas Indonesia kita melaju ke laga quarter final atau perempat final,”kata Jekcson.

Capaian target diinginkan juga tidak tercapai lantaran tim Thomas Indonesia kita tumbang di tangan Francis secara telak 1-4.

Dimana letak marwah bangsa Indonesia kita menghadapi tim Thomas Francis saja tumbang apalagi menghadapi lawan tangguh lainnya.

Saran kami, segera lakukan evaluasi secara total baik di kabinet jajaran PP PBSI, Pelatih dan semua atlit badminton Indonesia kita berada di Pelatnas.

“Serta saran kami satu lagi, segera lakukan regenerasi, pembibitan regenerasi mutlak dilakukan sejak dini,”ungkap Jekcson.

Caranya? Ya dengan menyelenggarakan seleksi nasional dimulai dari Daerah Kabupaten hingga Provinsi dan setelahnya dilakukan pembinaan khusus menyeluruh sehingga stok atlit badminton kita tidak terputus alias ada regenerasi di semua sektor baik sektor tunggal putra, tunggal putri, ganda putra dan putri dan ganda campuran.

“Seleksi nasional dari tingkat daerah hingga ke nasional itu perlu dilakukan. Agar pemerataan dan keadilan berproses,,” demikian disampaikan Jekcson atas kritikan tajam membangunnya demi harkat dan martabat bangsa Indonesia kedepan.*

Respon (1)

  1. Semoga segera ada evaluasi total dari PP PBSI ini demi kemajuan & Marwah martabat Badminton INDONESIA kita 🇮🇩💪💪💪🤲😎💫

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *