Wakaf Rp200 Ribu, Menabung Istana di Surga di Pesantren Al Khoir Palembani

Pondok Pesantren Al Khoir Palembani Buka Wakaf Jalan dan Masjid Santri

Di sebuah sudut kawasan Pondok Pesantren Al Khoir Palembani, langkah-langkah kecil para santri setiap hari menyusuri jalan sederhana menuju tempat mereka belajar Al-Qur’an. Jalan itu belum sepenuhnya layak. Ketika hujan turun, tanah menjadi licin dan berlumpur. Namun dari tempat yang tampak sederhana inilah cita-cita besar sedang tumbuh: melahirkan generasi pecinta Al-Qur’an.

Kini, Pondok Pesantren Al Khoir Palembani membuka gerakan Wakaf Jalan dan Masjid Santri. Sebuah ajakan mulia bagi kaum muslimin untuk ikut mengambil bagian dalam membangun akses jalan menuju pesantren sekaligus pembangunan masjid santri.

Santri-Santri Ponpes Al-Khoir Palembani

Bagi sebagian orang, angka Rp200 ribu mungkin tampak kecil. Bahkan sering kali habis tanpa terasa dalam kebutuhan sehari-hari. Tetapi di sisi Allah SWT, boleh jadi nilai itu berubah menjadi amal besar yang terus mengalir pahalanya hingga akhir hayat.

Karena wakaf bukan sekadar memberi.

Wakaf adalah menitipkan amal kepada Allah agar terus hidup meski usia manusia telah berakhir.

Kelak, setiap langkah santri yang melewati jalan itu menuju majelis ilmu, setiap sujud di dalam masjid, setiap ayat Al-Qur’an yang dilantunkan, insyaAllah akan menjadi aliran pahala bagi orang-orang yang ikut membangunnya.

Rasulullah SAW bersabda:

“Apabila manusia meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya.” (HR Muslim)

Hadis ini menjadi pengingat bahwa ada amal yang tidak terputus oleh kematian. Salah satunya adalah sedekah jariyah, termasuk wakaf pembangunan masjid dan sarana pendidikan Islam.

Masjid yang direncanakan di lingkungan pesantren ini bukan sekadar bangunan fisik. Ia diharapkan menjadi pusat ibadah, tempat belajar, tempat tumbuhnya akhlak, dan tempat lahirnya para penghafal Al-Qur’an.

Begitu pula jalan yang sedang diikhtiarkan pembangunannya. Ia bukan hanya akses kendaraan, melainkan jalan menuju ilmu dan kebaikan.

Panitia membuka kesempatan wakaf dengan nominal:

  • Rp200.000 untuk satu meter
  • Rp100.000 untuk setengah meter

Nominal yang ringan, namun insyaAllah bernilai besar di hadapan Allah SWT.

Sebab boleh jadi, dari wakaf yang tampak kecil itu, berdiri sebuah masjid. Dari masjid itu lahir generasi Qur’ani. Dan dari setiap huruf Al-Qur’an yang terus dibaca, mengalirlah pahala yang tidak pernah putus.

Bukankah setiap muslim mendambakan rumah di surga? Mungkin, jalan menuju istana itu sedang dibuka melalui wakaf sederhana ini.

Dana wakaf dapat disalurkan melalui rekening:

  • Bank Mandiri: 1130000234009
    a.n. Pondok Pesantren Al Khoir Palembani
  • Sumsel Babel Syariah: 8090-90-35379
    a.n. Ponpes Al Khoir Palembani

Untuk informasi dan konfirmasi wakaf, masyarakat dapat menghubungi panitia di nomor: 0813-8352-8582

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *