PALEMBANG – Kontestasi Pemilihan Gubernur Sumatera Selatan (Pilgub Sumsel) mendatang, dinamika politik di Bumi Sriwijaya mulai menunjukkan geliat yang menarik untuk dicermati.
Sejumlah nama dari berbagai latar belakang mulai disebut-sebut sebagai figur potensial yang berpeluang meramaikan perebutan kursi pejabat nomor satu di Sumsel.
Deretan tokoh tersebut datang dari beragam latar belakang, mulai dari politisi nasional, kepala daerah aktif, mantan pejabat tinggi negara, hingga figur yang memiliki jejaring kuat di organisasi kepemudaan dan partai politik.
Salah satu nama yang cukup santer dibicarakan adalah Fauzi Amro.
Politikus Partai NasDem ini merupakan Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Sumsel I yang telah menjabat selama tiga periode.
Pengalamannya di tingkat nasional dinilai menjadi modal kuat.
Saat ini, Fauzi dipercaya menjabat sebagai Ketua DPP Bapilu Wilayah Sumatera dan juga Wakil Ketua Komisi XI DPR RI.
Tak hanya itu, rekam jejak organisasinya juga cukup panjang.
Ia diketahui menjabat sebagai Ketua Umum Himpunan Alumni HA IPB dan semasa kuliah aktif di HMI, bahkan pernah maju dalam kontestasi Ketua Umum PB HMI.
Nama berikutnya yang turut mencuri perhatian adalah Devi Suhartoni.
Bupati Musi Rawas Utara (Muratara) tersebut saat ini juga dipercaya memimpin DPD PDI Perjuangan Sumatera Selatan.
Di kalangan aktivis, Devi dikenal dekat dengan sejumlah kader Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), yang menjadi salah satu kekuatan jaringan politiknya.
Sementara itu, posisi strategis saat ini dimiliki oleh Cik Ujang.
BACA JUGA:
Tuntutan Berat Kasus Korupsi Hibah Pilkada Prabumulih, Negara Rugi Rp11,8 Miliar
Deklarasi PSU Damai di Empat Lawang: Wujud Komitmen Bersama Jaga Pilkada Bermartabat
Sebagai Wakil Gubernur Sumatera Selatan, ia memiliki keuntungan dari sisi popularitas dan pengalaman pemerintahan tingkat provinsi.
Selain itu, Cik Ujang juga memimpin DPD Partai Demokrat Sumsel, yang bisa menjadi kendaraan politik penting menuju Pilgub mendatang.
Nama lain yang mulai diperhitungkan adalah Agung Firman Sampurna.
Putra asli Sumatera Selatan ini pernah menjabat sebagai Ketua BPK RI dan kini dipercaya sebagai Komisaris Utama MNC Group.
Agung juga memiliki latar belakang aktivisme yang kuat saat menempuh pendidikan di Universitas Sriwijaya (Unsri), di mana ia aktif sebagai pengurus HMI Cabang Palembang.
Dari wilayah Empat Lawang, muncul nama Joncik Muhammad.
Bupati dua periode ini saat ini menjabat sebagai Ketua DPW PAN Sumsel.
Pengalaman birokrasi dan kepemimpinannya di daerah menjadi modal politik tersendiri.
Joncik juga dikenal aktif dalam organisasi HMI Yogyakarta saat kuliah dan kini menjabat sebagai Ketua MW KAHMI Sumsel.
Di internal Partai Golkar, nama Dodi Reza Alex Noerdin masih tetap menjadi perhatian publik.
Mantan Bupati Musi Banyuasin ini dikenal sebagai salah satu kader penting Golkar di Sumsel.
Statusnya sebagai putra almarhum Alex Noerdin juga membuat namanya tetap memiliki pengaruh tersendiri dalam peta politik Sumsel.
Kemudian ada Bursah Zarnubi, tokoh nasional yang saat ini menjabat sebagai Bupati Lahat.
Ia juga dipercaya sebagai Ketua Umum APKASI periode 2025–2030. Pengalaman organisasinya pun tidak bisa dipandang sebelah mata.
Saat menjadi mahasiswa di Fakultas Ekonomi Universitas Jayabaya, Bursah aktif berorganisasi hingga pernah menjabat sebagai Ketua Umum HMI Cabang Jakarta.
Dari Partai Gerindra, muncul nama Kartika Sandra Desi atau yang akrab disapa Cici KSD.
Saat ini ia menjabat sebagai Ketua DPD Gerindra Sumsel sekaligus Anggota DPR RI Fraksi Gerindra dari Dapil Sumsel I di Komisi XIII.
Kehadirannya dinilai dapat menjadi warna baru dalam kontestasi politik Sumsel.
Sementara dari Kota Palembang, nama Ratu Dewa juga tak bisa diabaikan.
Wali Kota Palembang tersebut dikenal aktif turun langsung ke masyarakat melalui berbagai agenda blusukan dan penyerapan aspirasi warga.
Alumni IAIN Raden Fatah Palembang ini juga memiliki rekam jejak aktivisme di Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII).
Dengan munculnya sejumlah figur tersebut, peta politik menuju Pilgub Sumsel dipastikan akan berlangsung dinamis.
Masing-masing kandidat memiliki kekuatan tersendiri, baik dari sisi pengalaman pemerintahan, jaringan partai, basis massa, maupun rekam jejak organisasi.
Meski tahapan resmi Pilgub masih cukup panjang, publik Sumatera Selatan mulai menanti siapa sosok yang benar-benar akan maju dan mampu merebut hati masyarakat di kontestasi politik mendatang.
Persaingan diprediksi bakal berlangsung sengit dan penuh kejutan. **












