JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa persatuan dan kolaborasi antarelite nasional merupakan fondasi utama bagi kemajuan Indonesia. Menurutnya, sejarah telah menunjukkan bahwa bangsa yang para pemimpinnya mampu bekerja sama akan lebih mudah mencapai kemajuan dibanding negara yang terjebak dalam konflik berkepanjangan di kalangan elitnya.
Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat menghadiri pertemuan bersama jajaran Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, baik pengurus pusat maupun daerah, di Istana Negara, Jakarta, Jumat (31/7/2026). Dalam kesempatan itu, Presiden mengajak seluruh elemen bangsa untuk menempatkan kepentingan nasional di atas kepentingan kelompok maupun perbedaan pandangan.
Presiden menekankan bahwa pembangunan nasional tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah, tetapi juga membutuhkan sinergi dari seluruh komponen strategis bangsa. Menurutnya, keberhasilan pembangunan hanya dapat dicapai apabila seluruh unsur kepemimpinan memiliki visi yang sama dalam membangun Indonesia.
Dalam pandangannya, elite nasional bukan hanya berasal dari kalangan politik atau pemerintahan. Elite bangsa juga mencakup tokoh dunia usaha, akademisi, pemuka agama, budayawan, seniman, intelektual, hingga para pekerja yang memiliki kontribusi besar terhadap perjalanan bangsa.
Prabowo mengatakan setiap kelompok memiliki peran penting dalam memperkuat daya saing Indonesia. Karena itu, seluruh elemen tersebut diharapkan mampu membangun komunikasi yang sehat, memperkuat kolaborasi, dan menghindari polarisasi yang dapat menghambat pembangunan.
Menurut Presiden, pengalaman berbagai negara menunjukkan bahwa pertentangan berkepanjangan di antara para elite hanya akan menguras energi bangsa. Akibatnya, perhatian terhadap pembangunan ekonomi, peningkatan kesejahteraan masyarakat, dan penciptaan lapangan kerja menjadi terganggu.
Sebaliknya, apabila seluruh pemimpin bangsa mampu menyatukan langkah, maka potensi Indonesia yang besar akan lebih mudah dioptimalkan. Persatuan menjadi modal penting dalam menghadapi tantangan global, memperkuat investasi, meningkatkan produktivitas nasional, serta mempercepat pertumbuhan ekonomi.
Dalam forum tersebut, Presiden juga memberikan apresiasi kepada jajaran Kabinet Merah Putih dan Kadin Indonesia yang dinilai telah menunjukkan komitmen membangun kemitraan dengan pemerintah sejak awal masa pemerintahannya. Kerja sama tersebut dinilai menjadi contoh bahwa sektor publik dan sektor swasta dapat berjalan beriringan demi kepentingan nasional.
Prabowo Berkelakar Siap Jadi Brand Ambassador Kopi Indonesia Usai Tak Lagi Menjabat
Presiden berharap hubungan yang telah terjalin antara pemerintah dan dunia usaha terus diperkuat melalui komunikasi yang terbuka, saling percaya, dan berorientasi pada penyelesaian berbagai persoalan pembangunan. Dengan sinergi tersebut, pemerintah optimistis berbagai program strategis nasional dapat berjalan lebih efektif.
Selain itu, Presiden menilai dunia usaha memiliki peran penting dalam menciptakan lapangan pekerjaan, meningkatkan investasi, mendorong inovasi, dan memperkuat daya saing Indonesia di tingkat internasional. Oleh sebab itu, kolaborasi yang erat antara pemerintah dan pelaku usaha harus terus dipelihara.
Prabowo juga mengingatkan bahwa perbedaan pandangan merupakan hal yang wajar dalam kehidupan demokrasi. Namun, menurutnya, perbedaan tersebut tidak boleh berkembang menjadi perpecahan yang menghambat kepentingan bangsa secara keseluruhan.
Ia mengajak seluruh pemimpin nasional untuk mengedepankan semangat gotong royong sebagai nilai dasar bangsa Indonesia. Dengan semangat kebersamaan tersebut, setiap tantangan dapat dihadapi melalui dialog, kerja sama, dan komitmen bersama untuk mencapai tujuan nasional.
Pemerintah meyakini Indonesia memiliki modal besar untuk menjadi negara maju, mulai dari sumber daya alam yang melimpah, bonus demografi, hingga kekuatan ekonomi domestik yang terus berkembang. Agar seluruh potensi tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal, diperlukan kepemimpinan yang mampu membangun persatuan serta menggerakkan seluruh elemen bangsa dalam satu tujuan bersama.
Melalui kolaborasi yang kuat antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, tokoh masyarakat, dan seluruh komponen bangsa, Presiden optimistis Indonesia mampu mempercepat pembangunan, meningkatkan daya saing global, serta mewujudkan cita-cita Indonesia yang maju, adil, makmur, dan sejahtera.
**












