Lubuklinggau – Enam hari menjelang pelaksanaan Musyawarah Besar (Mubes) Ikatan Keluarga Minang (IKM) Kota Lubuklinggau yang dijadwalkan berlangsung pada 8 Agustus 2026 di Ballroom Hotel Dewinda, suasana kebersamaan dan semangat persatuan warga Minang di perantauan semakin terasa.
Mubes yang akan dibuka langsung oleh Wali Kota Lubuklinggau, H. Rachmat Hidayat, tersebut diperkirakan akan dihadiri ratusan warga Minang yang berdomisili di Kota Lubuklinggau.
Acara juga akan dimeriahkan dengan penampilan tambur, Tari Piring, serta kesenian khas Minangkabau sebagai simbol kekayaan adat dan budaya Ranah Minang.
Menjelang pelaksanaan Mubes, dukungan terhadap bakal calon Ketua IKM Kota Lubuklinggau, Uda Epi Komar, terus mengalir.
Jika sebelumnya enam kelompok Minang telah menyatakan dukungan, kini bertambah menjadi tujuh kelompok yang menyatakan sikap mendukung dirinya memimpin IKM periode 2026–2031.
Adapun tujuh kelompok tersebut yakni Ikatan Keluarga Koto Baru Maninjau (IKBM), Solok Saiyo Sakato (S3), Ikatan Keluarga Pandan Maninjau (IKPM), Ikatan Koto Gadang Maninjau (IKGM), Patipuh Sapuluh Koto (PBSK), Ikatan Keluarga Pesisir Selatan (IKPS), dan Ikatan Keluarga Bukittinggi Saiyo (IKBS).
Sekretaris Tim Pemenangan Uda Epi Komar, Febri Habibie Asril, mengatakan pihaknya berharap pelaksanaan Mubes dapat berlangsung dengan penuh kekeluargaan melalui musyawarah mufakat, sehingga menghasilkan kepemimpinan yang diterima seluruh warga Minang.
“Harapan kami, Mubes IKM Kota Lubuklinggau dapat berlangsung secara aklamasi melalui musyawarah dan mufakat. Kami ingin menjaga persatuan urang awak, tidak lagi ada perpecahan ataupun munculnya IKM tandingan. Mari kita junjung tinggi sportifitas serta menghormati suara kelompok-kelompok Minang,” ujar Febri.
BACA JUGA
Uda Epi Komar Kandidat Kuat calon Ketua IKM Kota Lubuklinggau periode 2026–2031
Duet Mantan Aktifis GMNI -HMI Nahkodai Ketua dan Sekretaris IKBM Kota Lubuklinggau Periode 2026-2029
Ia menjelaskan, dari 10 kelompok Minang yang memiliki hak suara dalam Mubes, sebanyak tujuh kelompok telah secara resmi menyatakan dukungan kepada Uda Epi Komar.
Menurutnya, dukungan tersebut merupakan bentuk kepercayaan terhadap sosok Uda Epi Komar yang selama ini dikenal dekat dengan masyarakat, dermawan, serta aktif membantu sesama warga Minang di perantauan.
“Uda Epi Komar adalah sosok yang dirindukan urang awak. Beliau selalu hadir ketika masyarakat membutuhkan bantuan. Insya Allah, jika dipercaya memimpin IKM, beliau akan merangkul seluruh kelompok tanpa membeda-bedakan,” tambahnya.
Febri juga menegaskan bahwa IKM merupakan organisasi sosial kemasyarakatan yang menjadi rumah besar bagi seluruh warga Minang, sehingga harus dijauhkan dari kepentingan politik praktis.
“Kami mewakili kelompok-kelompok Minang berharap IKM tetap berdiri lurus, tidak dibawa ke ranah politik. IKM adalah wadah silaturahmi, persatuan, dan pelestarian adat budaya Minangkabau. Jangan sampai terjadi lagi perpecahan di antara urang awak,” tegasnya.
Ia pun mengajak seluruh warga Minang untuk menyambut Mubes dengan hati yang lapang serta menjadikan momentum tersebut sebagai ajang mempererat tali persaudaraan.
Sebagaimana pepatah Minangkabau mengatakan, “Bulek aia dek pambuluah, bulek kato dek mufakat.” Artinya, segala persoalan akan menjadi bulat dan selesai apabila diputuskan melalui musyawarah dan mufakat.
Pepatah lain juga mengajarkan, “Duduak samo randah, tagak samo tinggi.” Maknanya, seluruh warga memiliki kedudukan yang sama dalam bermusyawarah, saling menghargai, saling menghormati, dan mengutamakan kepentingan bersama.
Ka Bukik Tinggi mambali kain,Singgah sabanta di Padang Panjang.Beda pandangan bukanlah lain,
Basatu kito, IKM makin cemerlang.Rantau jauah tampak basinar, Adat dipakai sapanjang jalan.
Basamo kito manjago IKM basar,
Supayo urang awak salalu dalam persatuan.*












