4 Bupati/Walikota Aktif Digadang-Gadang Rebut Kursi Gubernur Sumsel 2030, Siapa Paling Kuat? 

Ilustrasi (*/interaksimassa.com)

PALEMBANG – Peta politik menuju Pemilihan Gubernur Sumatera Selatan (Pilgub Sumsel) 2030 mulai memunculkan dinamika baru.

Meski tahapan resmi pemilihan masih cukup panjang dan menunggu agenda nasional, sejumlah nama mulai ramai diperbincangkan publik sebagai figur potensial yang diprediksi bakal bertarung memperebutkan kursi Gubernur Sumsel.

Menariknya, nama-nama yang muncul bukan hanya berasal dari kalangan politisi senior, tetapi juga kepala daerah aktif yang saat ini masih menjabat di berbagai wilayah di Sumatera Selatan.

Mereka dinilai memiliki kombinasi modal politik yang cukup lengkap, mulai dari popularitas, pengalaman pemerintahan, kekuatan partai, hingga jejaring organisasi yang luas.

Dalam kontestasi politik daerah, faktor kedekatan dengan masyarakat juga menjadi variabel penting.

Apalagi Sumatera Selatan merupakan provinsi dengan jumlah pemilih besar yang tersebar di 17 kabupaten/kota, sehingga figur dengan pengaruh akar rumput dinilai memiliki peluang lebih besar.

Berikut empat kepala daerah aktif yang mulai disebut-sebut berpeluang maju dalam Pilgub Sumsel 2030:

1. Devi Suhartoni, Kekuatan PDIP dari Muratara

Nama Devi Suhartoni menjadi salah satu figur yang cukup sering diperbincangkan dalam bursa calon gubernur Sumsel.

Saat ini ia menjabat sebagai Bupati Musi Rawas Utara (Muratara), wilayah termuda di Sumsel yang terus berkembang dari sisi pembangunan infrastruktur maupun pelayanan publik.

Tak hanya memiliki pengalaman sebagai kepala daerah, Devi juga memegang posisi strategis sebagai Ketua DPD PDI Perjuangan Sumatera Selatan.

Jabatan tersebut memberi nilai tambah karena membuka peluang dukungan mesin partai yang lebih solid.

Di luar dunia pemerintahan dan partai, Devi juga dikenal memiliki kedekatan dengan sejumlah kader Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), yang selama ini dikenal aktif dalam berbagai isu sosial dan politik.

Dengan kombinasi kekuatan struktural partai dan basis dukungan akar rumput, Devi dinilai memiliki peluang besar jika benar-benar maju pada 2030 mendatang.

2. Joncik Muhammad, Pengaruh Kuat dari Empat Lawang

Nama Joncik Muhammad juga tak bisa diabaikan dalam perbincangan politik Sumsel.

Bupati Empat Lawang dua periode ini dinilai sukses membangun basis politik yang cukup kuat di wilayahnya.

Kepemimpinannya yang berkelanjutan menjadi bukti bahwa ia memiliki tingkat kepercayaan publik yang cukup tinggi.

Selain itu, Joncik juga saat ini menjabat sebagai Ketua DPW PAN Sumatera Selatan.

Posisi ini memperkuat langkah politiknya jika ingin naik ke level provinsi.

BACA JUGA: 

KRISIS DISORIENTASI PERJUANGAN, DARI KAMPUS KE RUANG POLITIK YANG KOSONG GAGASAN

KPK menyoroti lemahnya kaderisasi partai sebagai pemicu mahar politik

Tak hanya itu, jaringan organisasinya juga cukup luas. Joncik aktif di Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) dan kini dipercaya sebagai Ketua Majelis Wilayah KAHMI Sumsel.

Kombinasi kekuatan partai dan jaringan alumni organisasi mahasiswa menjadi modal penting dalam pertarungan politik mendatang.

3. Bursah Zarnubi, Figur Nasional dengan Rekam Jejak Panjang

Nama Bursah Zarnubi menjadi salah satu tokoh yang dinilai memiliki pengalaman paling komplet.

Saat ini ia menjabat sebagai Bupati Lahat dan juga dipercaya menjadi Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) periode 2025–2030.

Jabatan di level nasional tersebut membuat Bursah memiliki jaringan politik yang lebih luas dibanding kandidat lainnya.

Saat masih menjadi mahasiswa di Fakultas Ekonomi Universitas Jayabaya, Bursah dikenal aktif dalam organisasi kemahasiswaan dan pernah menjabat sebagai Ketua Umum HMI Cabang Jakarta.

Rekam jejak panjang di tingkat nasional dan daerah menjadikannya salah satu figur yang patut diperhitungkan dalam kontestasi Pilgub Sumsel.

4. Ratu Dewa, Wali Kota Palembang yang Makin Populer

Nama Ratu Dewa belakangan menjadi perbincangan hangat di masyarakat.

Sebagai Wali Kota Palembang, ia dikenal memiliki gaya kepemimpinan yang dekat dengan warga.

Aktivitas blusukan, menerima keluhan masyarakat secara langsung, hingga turun ke lapangan membuat popularitasnya terus meningkat.

Lulusan IAIN Raden Fatah Palembang ini juga memiliki latar belakang aktivisme di Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII).

Citra sebagai pemimpin sederhana dan responsif menjadi kekuatan tersendiri di tengah masyarakat perkotaan maupun wilayah penyangga Palembang.

Tak sedikit pengamat menilai Ratu Dewa memiliki peluang besar jika mampu menjaga tingkat kepuasan publik hingga masa Pilgub tiba.

Persaingan Diprediksi Semakin Panas

Sejumlah pengamat politik menilai pertarungan menuju Pilgub Sumsel 2030 masih sangat cair.

Belum adanya deklarasi resmi membuat peluang munculnya nama baru masih terbuka lebar.

Selain elektabilitas, faktor dukungan partai politik, kekuatan logistik, rekam jejak kepemimpinan, hingga kemampuan membangun komunikasi dengan masyarakat akan menjadi penentu utama.

Dengan waktu yang masih cukup panjang, dinamika politik Sumatera Selatan diprediksi akan terus bergerak dan menghadirkan kejutan-kejutan baru.

Satu hal yang pasti, persaingan menuju kursi Gubernur Sumsel 2030 diperkirakan akan menjadi salah satu kontestasi politik paling menarik dalam beberapa tahun ke depan. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *