BPS Empat Lawang mencanangkan Desa Cantik dan Mensosialisasikan Sensus Ekonomi 2026

Kepala BPS Empat Lawang Ir.Lastiarso M.M

Empat Lawang | Pemerintah Kabupaten Empat Lawang bersama Badan Pusat Statistik (BPS) terus memperkuat fondasi pembangunan berbasis data.

Hal itu terlihat dalam kegiatan pencanangan Desa Cantik (Desa Cinta Statistik), sosialisasi Sensus Ekonomi 2026, serta Forum Konsultasi Publik pelayanan publik yang digelar di Kabupaten Empat Lawang.

Kegiatan tersebut bukan sekadar agenda seremonial. Di baliknya, terdapat upaya besar membangun tata kelola pemerintahan yang lebih akurat, transparan, dan tepat sasaran melalui penguatan data sektoral hingga tingkat desa.

Kepala BPS Empat Lawang menjelaskan bahwa pencanangan Desa Cantik menjadi langkah awal membangun kesadaran pentingnya statistik di tengah masyarakat desa.

Program ini awalnya mengambil tiga desa sampel, yakni Desa Ulak Mengkudu, Batu Pance, dan Alur Gading. Namun, Pemerintah Kabupaten Empat Lawang memiliki target yang lebih luas agar seluruh desa di wilayah tersebut mampu menerapkan tata kelola data yang baik.

Menurutnya, data desa memiliki peran penting dalam menentukan arah pembangunan, mulai dari bantuan sosial, pembangunan infrastruktur, hingga kebijakan ekonomi masyarakat.

Karena itu, desa tidak lagi hanya menjadi objek pendataan, tetapi juga harus mampu mengelola dan memahami data secara mandiri.

“Data bukan hanya milik BPS, tetapi milik kita semua. Kalau datanya baik, maka pembangunan juga akan lebih tepat sasaran,” ungkapnya dalam sambutan kegiatan tersebut.

Selain pencanangan Desa Cantik, kegiatan itu juga menjadi momentum sosialisasi Sensus Ekonomi 2026 yang akan dimulai secara door to door pada pertengahan Juni mendatang.

BPS menyebut sensus kali ini berbeda dibandingkan sebelumnya karena memadukan beberapa basis data sekaligus, mulai dari sensus ekonomi, sensus pertanian, hingga pemutakhiran data sosial ekonomi masyarakat.

Pendekatan terpadu itu diharapkan mampu menghasilkan satu data nasional yang lebih akurat dan terintegrasi. Dengan demikian, persoalan klasik seperti bantuan yang tidak tepat sasaran atau ketidaksesuaian data penduduk dapat diminimalisasi.

Menariknya, pelaksanaan sensus ekonomi di Empat Lawang juga membuka peluang kerja bagi masyarakat.

Sebanyak 282 petugas sensus direkrut untuk bekerja selama sekitar dua setengah bulan, mulai pertengahan Juni hingga akhir Agustus 2026. Antusiasme masyarakat cukup tinggi karena jumlah pendaftar mencapai lebih dari 400 orang.

Sekda Empat Lawang Tegaskan Sosialisasi Sensus Ekonomi dan FKP Merupakan Agenda Resmi Pemda Bersama BPS

BPS Lahat Gandeng Forum TJSLP Sukseskan SE 2026

Program ini tidak hanya menjadi agenda statistik nasional, tetapi juga memberikan dampak ekonomi langsung melalui penyerapan tenaga kerja sementara di daerah.

Dalam kesempatan tersebut, BPS juga menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, media, dan masyarakat dalam mendukung keberhasilan sensus ekonomi.

Sebab, kualitas data sangat ditentukan oleh partisipasi masyarakat saat proses pendataan berlangsung.

Sementara itu, Forum Konsultasi Publik (FKP) yang digelar bersamaan menjadi ruang evaluasi pelayanan publik BPS kepada organisasi perangkat daerah (OPD) dan masyarakat.

Melalui forum itu, berbagai masukan dan kritik diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan statistik di Kabupaten Empat Lawang.

Kegiatan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa transformasi pembangunan modern tidak lagi hanya bertumpu pada pembangunan fisik, tetapi juga pembangunan sistem informasi dan basis data yang kuat.

Di era digital dan keterbukaan informasi seperti saat ini, data menjadi instrumen utama dalam pengambilan kebijakan.

Pemerintah daerah pun diharapkan mampu memanfaatkan hasil sensus ekonomi untuk menyusun kebijakan yang lebih relevan dengan kondisi riil masyarakat.

Mulai dari pengembangan UMKM, penguatan sektor pertanian, hingga pemetaan potensi ekonomi desa dapat dilakukan lebih efektif dengan dukungan data yang valid.

Dengan semangat kolaborasi antara pemerintah daerah, BPS, dan masyarakat, Empat Lawang kini tengah menata fondasi pembangunan berbasis data menuju daerah yang lebih maju, modern, dan berdaya saing.

Program Desa Cantik dan Sensus Ekonomi 2026 menjadi bukti bahwa pembangunan yang baik selalu dimulai dari data yang akurat.

**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *