Singapore Open 2026, INDONESIA Datang Dengan Beban Besar

Foto ist

SINGAPORE – Ajang kompetisi badminton Internasional Singapore Open tidak lama hadir didepan publik pecinta badminton lovers tanah air.

Di ajang kompetisi bergengsi Kejuaraan Singapore Open 2026 ini, Indonesia mengirim 9 (sembilan) delegasi terbaiknya.

Diantaranya, sektor tunggal putra Jonathan Christie alias Jojo dan Alwi Farhan.

Sektor ganda putra, Indonesia menurunkan squad utamanya Muhammad Shohibul Fikri/Fajar Alfian, Mohammad Reza Fahlevi Isfahani/Sabar Karyaman Gutama dan pasangan ganda termuda Raymond Indra/Nicolaus Joaquin.

Lalu, sektor tunggal putri satu-satunya wakil merah putih Putri Kusuma Wardani (PKW).

Kemudian, sektor ganda putri Indonesia menurunkan satu-satunya wakil terbaiknya Amalia Cahaya Pratiwi berpartner dengan Siti Fadia Silvia Ramadhanti.

Terakhir sektor ganda campuran, Indonesia menurunkan Rehan/Gloria dan Boby/Daeva Melati.

BACA JUGA

MALAYSIA MASTER 2026, INDONESIA Nol Gelar, Bertumbangan di Fase Awal

QF MALAYSIA MASTER, INDONESIA Menyisahkan 2 Wakil Jonathan dan Ubed

Menurut hemat penulis, Indonesia kali ini bukan hanya datang sebagai tamu namun juga datang dengan beban besar.

Agenda padat dan menarik perhatian publik pecinta badminton lovers tanah air, seharusnya PBSI lebih bijak dan tepat dalam memilah memilih agenda yang harus menentukan atlit badminton terbaiknya untuk didelegasikan ini.

“Sebentar lagi kan, Indonesia kita akan menghadapi laga tuan rumah namanya Kejuaraan Indonesia Open di Istora Senayan Jakarta, jadi harus fokus satu-satu dulu untuk lebih terfokus ke ajang Indonesia Open ini,” ujar Jekcson anak muda pecinta badminton lovers tanah air pada media online nasional interaksimassa.com pagi ini, Minggu (24/5/2026).

Ditambahkan Jekcson, semestinya atlit-atlit senior seperti Jonathan, Fajar/Fikri dan lainnya fokuskan saja untuk menghadapi laga di kejuaraan Indonesia Open.

“Semestinya, lebih bijak dan tepatnya fokus ke ajang Indonesia Open saja ketimbang Singapore Open, karena agendanya sangat dekat dan padat,” ungkap Jekcson kembali.

Dikatakan juga oleh Jekcson, tapi tidak masalah juga, ketika fisik full power atlit badminton Indonesia mampu melewati fase laga di ajang Singapore Open maka tidak jadi masalah.

“Jika mampu dan bisa membagi waktu serta fisik maka tidak jadi masalah, silahkan itu hak nya PBSI mengirimkan atlit-atlit badminton terbaiknya baik di ajang kompetisi Singapore Open dan Indonesia Open kita tidak lama lagi akan hadir meramaikan kompetisi ini di publik tanah air kita sendiri,” demikian disampaikan Jekcson.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *