INDONESIA – Hingga Kejuaraan Dunia BWF 2025, Indonesia masih menempati peringkat kedua dalam daftar perolehan medali sepanjang sejarah badminton Internasional.
Ini artinya, Bumi Pertiwi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tercinta kita, masih yang di unggulkan dan menjadi daftar nominasi unggulan teratas setelah Tiongkok (China).
Tidak bisa dipungkiri, memang dari era dulunya hingga saat ini musuh rival bebuyutannya Indonesia pasti dan pasti paling terkuat dari Negeri Tirai Bambu (China), Korea, Denmark , Jepang dan lainnya.
Dari sepengetahuan informasi yang berhasil dihimpun kontributor interaksimassa.com dilapangan Rabu (8/7/2026), Indonesia telah mengoleksi medali sebanyak 23 medali emas, 20 medali perak, dan 38 medali perunggu, dengan total 81 medali.
Sementara itu, China masih memimpin klasemen dengan raihan 72 medali emas dan 208 total medali, diikuti Korea Selatan di posisi ketiga.
China menjadi negara dengan koleksi gelar juara terbanyak di Kejuaraan Dunia BWF.
Meski demikian, Indonesia tetap menunjukkan konsistensinya sebagai negara tersukses kedua dalam ajang ini.
BACA JUGA
Gelar juara dunia terakhir Indonesia berhasil diraih pada tahun 2019 melalui pasangan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan di sektor ganda putra.
Harapan besar penulis dan semua pecinta badminton lovers tanah air Indonesia, semoga di even Kejuaraan Dunia Badminton Internasional tahun 2026 ini sebentar lagi akan diselenggarakan di Negeri Sakura (Jepang).
Semoga, ada kejutan dan terobosan baru dari atlit-atlit badminton Indonesia yang berhasil mengantongi tiket lolos ke ajang kompetisi badminton Internasional even Kejuaraan Dunia Badminton tahun 2026 di Negeri Jepang ini.
“Harapan kita bang, paling di sektor tunggal putra dan ganda putra jika untuk era saat ini bang,” ujar Muhammad Restu anak muda pecinta badminton lovers tanah air dari Bumi Saling Keruani Sangi Kerawati pada media online nasional interaksimassa.com, Rabu (8/7/2026).
Ditambahkan aktivis Pemuda Muhammadiyah (PM) Empat Lawang Provinsi Sumatera Selatan ini, mudah-mudahan saja tunggal senior kita Jonathan Christie lalu disusul juga Alwi Farhan dan Mohammad Zaki Ubaidillah alias Ubed serta ditambah juga sektor ganda putra Indonesia lainnya Fajar/Fikri (FaFi), Sabar/Reza (SabRez) dan LeoNil (Leo/Daniel) mampu memberikan kejutan dengan berhasil mencapai podium tertinggi finalis atau sang juara.
“Semoga saja, dari sekian banyak delegasi atlit badminton Indonesia kita di kirim ke ajang BWF Word Championship 2026 sebentar lagi berlangsung di Jepang ada berhasil meraih gelar juara aamiin,” demikian disampaikan Restu dengan semua analisa dan semangat merah putihnya ini.*












