REPUBLIK CEKO – Hadir dihadapan pembaca media online nasional interaksimassa.com kali ini datang dari sosok legendaris alumni badminton Indonesia yang di eranya pernah mengharumkan nama bangsa Indonesia.
Ia adalah Flandy Limpele yang sekarang resmi ditunjuk sebagai pelatih tim nasional badminton Republik Ceko.
Peraih medali perunggu Olimpiade Athena Yunani tahun 2004 itu dipercaya memimpin pengembangan bulu tangkis Negeri Republik Ceko dengan target utama meloloskan atlet-atlet mereka ke Olympiade Dunia di Los Angeles Inggris tahun 2028 mendatang.
Dilansir dari berbagai referensi badminton lovers tanah air dan Internasional berhasil dihimpun kontributor berita badminton interaksimassa.com dilapangan (Selasa 7/7/2026) bahwa, Flandy menggantikan pelatih sebelumnya, James Chui yang mengundurkan diri atas permintaan pribadi.
Proses pemilihan berlangsung ketat. Asosiasi Bulu Tangkis Republik Ceko (CBaS) menerima 16 pelamar dari berbagai negara, termasuk Indonesia, Malaysia dan India.
BACA JUGA
Penyegaran Komposisi Pemain Badminton, Ester Beralih Ganda Partner Lanny
HENDRA/AHSAN, Legenda Badminton INDONESIA Peraih Juara Dunia Tertua
Setelah melalui seleksi administrasi dan wawancara daring, Komisi Kepelatihan CBaS merekomendasikan nama Flandy kepada Komite Eksekutif.
Hasilnya, Flandy dipilih secara bulat sebagai pelatih baru tim nasional Badminton Republik Ceko.
Presiden CBaS Peter Martinec, mengaku sudah mengenal Flandy sejak keduanya masih aktif sebagai pemain.
“Kami sudah saling mengenal selama bertahun-tahun. Bahkan kami pernah bertemu di Denmark Open 2000,” ujar Martinec.
Saat itu, Flandy yang berpasangan dengan Eng Hian akhirnya keluar sebagai juara turnamen.
Martinec menilai pengalaman Flandy menjadi alasan utama federasi menjatuhkan pilihan kepadanya.
Menurutnya, Flandy telah membuktikan kualitas sebagai pelatih saat menangani atlet-atlet di Indonesia, Malaysia, India, hingga pernah melatih pemain junior Jerman pada periode 2016-2018.
“Pemahamannya terhadap peta persaingan bulu tangkis Eropa menjadi salah satu faktor penting dalam proses seleksi,” kata Martinec.
Penunjukan ini kembali menunjukkan bahwa kualitas coach atau pelatih badminton asal tanah air Indonesia masih sangat dihormati dan diakui eksistensinya di level elit dunia Internasional.*












