INDONESIA – Hadir dihadapan pembaca media online nasional interaksimassa.com kali ini datang dari sosok legendaris badminton Indonesia namanya tak asing lagi bagi dunia badminton nasional dan bahkan Internasional.
Ia adalah Hendra Setiawan dengan partnernya Mohammad Ahsan.
Hendra Setiawan bersama partnernya Mohammad Ahsan resmi tercatat dalam sejarah sebagai peraih gelar juara dunia BWF tertua di nomor ganda putra.
Ia meraih gelar Kejuaraan Dunia BWF keempatnya pada tahun 2019 di Basel Swiss, tepat di hari ulang tahunnya yang ke-35 tahun.
Gelar bersejarah tersebut ia menangkan bersama rekan duetnya Mohammad Ahsan, setelah di laga pamungkas final berhasil mengalahkan pasangan Jepang Takuro Hoki/Yugo Kobayashi.
Kemenangan tersebut sekaligus menjadi kado ulang tahun yang manis bagi atlet legendaris Indonesia ini karena tepat di Miladiyah (ulang tahun) Hendra Setiawan di usia ke-35 tahun.
“Usia jika menurut kami bang bukanlah suatu penghalang untuk bisa meraih prestasi, contoh nyata sang legendaris badminton Indonesia kita Bang Hendra dan Bang Ahsan dikenal dengan julukan ‘The Daddies’ sukses tetap mampu berprestasi walau usia telah tua menuju angka 40 tahun,” ujar Muhammad Agni anak muda pecinta badminton lovers tanah air dari Bumi Rafflesia Provinsi Bengkulu pada media online nasional interaksimassa.com pagi ini, Senin (29/6/2026).
BACA JUGA
Lee Chong Wei, Legenda Badminton Tanpa Mahkota Tertinggi
WAMENPORA RI, Beri Alarm Keras Atlit Badminton: Tidak Usah Lihat Medsos, Jika Tidak Kuat
Ditambahkan Agni sapaan akrab anak muda yang aktif juga di OKP Gerakan Pemuda Ansor Kota Bengkulu Provinsi Bengkulu ini, bersama partner sebelumnya Almarhum Markis Kido Hendra Setiawan berhasil mempersembahkan gelar juara medali emas Olimpiade Dunia di Beijing China tahun 2008.
Lalu bersama partner barunya Mohammad Ahsan saat Kejuaraan Asian Games (pesta olahraga level Asia) Hendra/Ahsan juga berhasil meraih juara medali emasnya di even Asian Games tahun 2010 di Seoul Korea dan saat itu Ahsan/Hendra mampu mempermalukan tuan rumah Korea terkenal tangguh dan susah dikalahkan oleh lawan manapun akhirnya publik Korea terdiam ketika Ahsan/Hendra mampu menumbangkan andalan utama tuan rumah Korea dikala itu.
“Disamping memiliki segudang prestasi, Ahsan/Hendra juga dikenal publik badminton Internasional sebagai pemain badminton bertangan dingin, tidak sombong, pendiam dan memiliki attitude (etika atau sikap atau tata krama) yang sangat santun dan membuat lawan atau rivalnya sangat takjub pada ke-2 pasangan aset legendaris badminton Indonesia terbaik di eranya ini,” demikian disampaikan Agni dengan penuh semangat dan apresiasinya pada sang legendaris badminton Indonesia Ahsan/Hendra ini.*












