Danantara Untung Rp26,9 Triliun dari Obligasi Dolar Perdana, Minat Investor Lampaui Target

JAKARTA – Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia berhasil menghimpun dana sebesar US$1,5 miliar atau sekitar Rp26,9 triliun melalui penerbitan obligasi dolar Amerika Serikat (AS) perdana di pasar internasional.

Penerbitan surat utang tersebut menjadi langkah penting bagi Danantara sejak resmi dibentuk pada Februari 2025, sekaligus mencerminkan tingginya minat investor global terhadap instrumen investasi Indonesia.

Penggalangan dana dilakukan melalui anak usaha Danantara Investment Management (DIM) dan merupakan penerbitan obligasi dolar AS pertama yang dilakukan lembaga tersebut.

Berdasarkan dokumen penawaran, permintaan investor terhadap obligasi itu mencapai lebih dari US$4,6 miliar, jauh melampaui nilai penerbitan yang ditawarkan.

Tingginya animo investor mendorong Danantara meningkatkan nilai penerbitan obligasi dari target awal sekitar US$1 miliar menjadi US$1,5 miliar.

Kondisi tersebut sekaligus menunjukkan kepercayaan pasar internasional terhadap prospek investasi yang ditawarkan lembaga investasi milik pemerintah tersebut.

Dana yang berhasil dihimpun berasal dari dua seri obligasi dengan nilai masing-masing US$750 juta. Seri pertama memiliki tenor lima tahun dengan tingkat imbal hasil (yield) sebesar 5,35 persen, sedangkan seri kedua berjangka waktu sepuluh tahun menawarkan yield 5,95 persen.

Besarnya permintaan investor juga memberikan keuntungan bagi Danantara dalam proses penentuan harga. Tingkat imbal hasil akhir berhasil ditekan sekitar 35 basis poin dibandingkan panduan harga awal yang ditawarkan kepada investor.

Sebelumnya, panduan awal menetapkan imbal hasil sekitar 5,70 persen untuk obligasi tenor lima tahun dan 6,30 persen untuk tenor sepuluh tahun.

Penurunan yield tersebut mengindikasikan meningkatnya kepercayaan investor terhadap kualitas penerbit serta prospek ekonomi Indonesia.

Penerbitan obligasi ini menjadi salah satu indikator penting untuk mengukur minat investor asing terhadap aset-aset Indonesia di tengah dinamika ekonomi global dan domestik.

Prabowo Instruksikan Guru Besar Bentuk Satgas, Percepat Pencapaian Program Strategis Pemerintah

Purbaya Nilai Rupiah Anjlok Sentuh Rp17.800 Tak Masuk Akal

Dalam beberapa waktu terakhir, pelaku pasar mencermati sejumlah perkembangan ekonomi nasional, termasuk pergerakan nilai tukar rupiah, kebijakan ekonomi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, serta semakin luasnya peran Danantara dalam pengelolaan investasi strategis nasional.

Transaksi obligasi tersebut juga berlangsung tidak lama setelah Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 5,50 persen. Kebijakan tersebut ditempuh sebagai langkah menjaga stabilitas nilai tukar rupiah yang sebelumnya mengalami tekanan di pasar keuangan.

Berdasarkan dokumen penawaran, dana hasil penerbitan obligasi akan dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan korporasi, termasuk mendukung pembiayaan investasi baru, memperkuat ekspansi usaha, serta melakukan pembiayaan kembali (refinancing) terhadap utang yang telah ada.

Obligasi tersebut dijadwalkan resmi diterbitkan pada 18 Juni 2026 melalui skema Global Medium-Term Notes (GMTN) yang memiliki plafon penerbitan hingga US$5 miliar atau sekitar Rp89,7 triliun. Skema GMTN memberikan fleksibilitas bagi Danantara untuk melakukan penerbitan surat utang secara bertahap sesuai kebutuhan pendanaan perusahaan.

Dalam proses penerbitan, Danantara menggandeng sejumlah lembaga keuangan internasional dan regional sebagai penjamin emisi sekaligus pengelola buku. Beberapa institusi yang terlibat antara lain Citigroup, DBS, HSBC, Mandiri Sekuritas, dan Standard Chartered.

Keberhasilan penerbitan obligasi perdana ini dinilai menjadi tonggak penting bagi Danantara dalam memperkuat kapasitas pendanaan jangka panjang. Selain memperluas akses terhadap pasar modal global, langkah tersebut juga diharapkan dapat mendukung pembiayaan berbagai proyek investasi strategis yang berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Dengan tingginya minat investor internasional serta keberhasilan memperoleh pendanaan dalam jumlah besar, Danantara menunjukkan potensi sebagai salah satu instrumen investasi negara yang mampu menarik kepercayaan pasar global sekaligus memperkuat posisi Indonesia di pasar keuangan internasional.

**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *