MALAYSIA – Siapa menyangka seorang legenda badminton Internasional hadir dihadapan pembaca media online nasional interaksimassa.com kali ini dari sosok tanah Negeri Jiran (Malaysia).
Sosok atlit badminton berkebangsaan Malaysia hadir dihadapan pembaca interaksimassa.com kali ini ialah Lee Chong Wei pemain badminton sangat populer di eranya dan menjadi rival bebuyutannya atlit badminton Indonesia Taufik Hidayat (TH) hari ini telah sukses menduduki kursi Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (WAMENPORA RI).
Sosok Lee Chong Wei tidak asing lagi bagi semua pecinta badminton lovers tanah air dan Internasional.
Di era kejayaan tahun 2000-an hingga 2012, sosok datuk Lee Chong Wei ini sudah banyak menorehkan segudang prestasi baik di Kejuaraan Super Series jika era saat ini Kejuaraan Badminton Internasional dalam kalender BWF (Kejuaraan super 1000, super 750, super 500, super 300 hingga super 100).
Dari hasil referensi yang berhasil dihimpun kontributor berita badminton interaksimassa.com Jum’at (26/6/2026), dari sekian banyak prestasi hebat dimiliki seorang Datuk Lee Chong Wei alumni atlit badminton Malaysia sektor tunggal putra ini belum ada satu (1) pun berhasil meraih mahkota tertinggi seperti pernah diraih oleh sang legenda atlit badminton Indonesia hari ini telah sukses sebagai Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (WAMENPORA RI) Taufik Hidayat (TF), Peter Gade Denmark dan pemain kidal berkebangsaan Tiongkok (China) Lin Dan.
Nama ke-4 alumni atlit badminton sektor tunggal putra yang sangat berjaya super hebat di eranya ini seperti telah disebutkan tadi (Lin Dan dijuluki super Dan pemain kidal (tangan kiri), Taufik Hidayat, Lee Chong Wei dan Peter Gade Denmark) selalu menjadi perbincangan hangat publik pecinta badminton lovers tanah air bahkan Internasional karena satu-satunya sang legenda atlit badminton alumni dari ke-4 tunggal putra hebat mancanegara ini hanya sosok Datuk Lee Chong Wei Malaysia yang menurut catatan sejarah belum pernah meraih puncak mahkota tertinggi.
Maksud mahkota tertinggi menurut kontributor berita badminton interaksimassa.com ini ialah meraih medali emas Olimpiade Dunia atau Olympic Games, lalu medali Asian Games (level Kejuaraan tingkat Asia) dan Kejuaraan Dunia BWF.
BACA JUGA
WAMENPORA RI, Beri Alarm Keras Atlit Badminton: Tidak Usah Lihat Medsos, Jika Tidak Kuat
Malaysia Master 2026, INDONESIA Terjunkan 32 Atlit Badminton Siap Tempur
Dicontohkan sosok Taufik Hidayat (TH) saat ini telah sukses menduduki amanah kursi Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia yang juga Wakil Ketua Umum PP PBSI peraih medali emas Olimpiade Dunia di Athena Yunani tahun 2004.
Disisi lain, Taufik Hidayat juga pernah tercatat meraih medali emas Asian Games (Kejuaraan Olahraga level/tingkat Asia) di Doha Qatar tahun 2006, kemudian sosok pemain kidal (memiliki skill tangan kiri) asal Negeri Tiongkok (China) Lin Dan biasa dijuluki ‘Super Dan’ peraih medali emas Olimpiade Dunia di Beijing China tahun 2008 dan London Inggris tahun 2012.
Kemudian terakhir pemain tunggal Putra Denmark Peter Gade juga rival bebuyutannya dari ke-4 tunggal putra dunia terhebat di masa kejayaannya era 2000-2012 ini hanya Lee Chong Wei lah yang belum pernah mencicipi mahkota tertinggi disepanjang sejarah karir badmintonnya ini.
“Kalu saya diminta memberi penilaian pada ke-2 sosok rival (Lin Dan dan juga Lee Chong Wei) di era kejayaan kami saat kami aktif di dunia badminton ini untuk khusus dijuluki Super Dan (Lin Dan) itu saya beri nilai angka 10 (sepuluh) sedangkan Lee Chong Wei Malaysia itu angka 7,” ujar TH (Taufik Hidayat) saat siaran langsung beberapa tahun lalu di Chanel YouTube Badminton Lovers berhasil dihimpun kontributor interaksimassa.com, Jum’at (26/6/2026).
Saya beri angka nilai 10 (sepuluh) khusus untuk Lin Dan, karena dikatakan Taufik Hidayat apapun ada dimiliki oleh sosok Lin Dan ini.
Menurut Taufik Hidayat, nilai sempurna angka 10 mutlak diberikannya pada rivalnya Lin Dan berkebangsaan Tiongkok (China).
“Juara medali emas Olimpiade Dunia atau Olympic Games ada ditangannya, juara medali emas level Asian Games (Asia) juga ada, gelar Juara Dunia BWF banyak dan lainnya juga banyak.
Namun untuk Lee Chong Wei saya beri nilai angka 7 (tujuh), walau Lee Chong Wei banyak capaian prestasi dibidang kejuaraan badminton Internasional seperti Kejuaraan Super Series namun dirinya masih minusnya di level Olympiade Dunia atau Olympic Games dan Asian Games (Asia),” ungkap TH kembali.
Terakhir dikatakan TH di channel YouTube pecinta badminton lovers tanah air, walau segudang prestasi dimiliki atlit badminton level Internasional.
Hanya saja, ketika atlit tersebut belum punya capaian prestasi khusus di level elit Olympiade Dunia atau Olympic Games dan juga Asian Games (Asia) maka baginya sangatlah kurang pas dan sangat kurang torehan prestasi.
Karena sejarah paling berharga dari sekian banyak level Kejuaraan Badminton Internasional itu di level Olympiade Dunia atau Olympic Games barulah setelah itu Asian Games atau Level Asia dan level Kejuaraan Dunia khusus badminton.
“Karena tidak semua atlit badminton diseluruh manca negara, atlit-atlit badminton terbaiknya bisa tembus level Olympiade Dunia atau Olympic Games, maka dari itu teruslah semangat dan konsisten berlatih secara lebih keras dan tajam lagi bagi semua atlit badminton Indonesia jika ingin lolos ikut serta dalam level elit Olympiade Dunia atau Olympic Games ini,” demikian disampaikan TF peraih medali emas Olimpiade Dunia di Athena Yunani tahun 2004 dengan semangat merah putihnya ini.*












