WAMENPORA RI, Beri Alarm Keras Atlit Badminton: Tidak Usah Lihat Medsos, Jika Tidak Kuat

Foto ist

JAKARTA (INDONESIA) – Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (WAMENPORA RI) yang juga Wakil Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) Taufik Hidayat memberikan alarm peringatan keras bagi semua atlit Pelatnas dan Non Pelatnas Badminton Indonesia.

Alarm atau peringatan keras dari sosok Waketum PP PBSI peraih medali emas Olympiade Dunia Athena Yunani tahun 2004 ini sebagai motivasi dan spirit keras untuk semua atlit-atlit badminton Indonesia baik Pelatnas dan juga berada di Non Pelatnas.

Dilansir dari berbagai referensi badminton lovers tanah air berhasil dihimpun kontributor interaksimassa.com pagi ini Selasa (9/6/2026) bahwasanya alarm peringatan keras ini menjadi perbincangan hangat di dunia publik badminton tanah air.

Berikut statement Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (WAMENPORA RI) dan juga Wakil Ketua Umum PP PBSI Taufik Hidayat:

“Saya bilang ke atlit yang Indonesia tidak usah lihat media sosial (medsos) kalau memang tidak kuat, kalau kuat, silahkan,” demikian alarm keras memotivasi semua atlit badminton Indonesia dari sosok WAMENPORA RI yang juga WAKETUM PP PBSI ini, Selasa (9/6/2026).

Statement pedas, tajam dan memotivasi dari sosok sang legendaris pernah mengharumkan nama bangsa Indonesia di kancah internasional dunia badminton ini diperoleh, pasca dari kejuaraan Indonesia Open 2026 bahwa tidak ada satupun wakil merah putih (Indonesia) berhasil meraih gelar juara di ajang bergengsi tahunan Indonesia Open ini.

BACA JUGA

Peluang JUARA Depan Mata, Jonathan Melaju ke FINAL INDONESIA OPEN

INDONESIA Kembali Zonk Gelar, RayJo dan Jonathan Harus Puas Runner-up

Pembaca interaksimassa.com bisa lihat sendiri di publik tanah air bahwa dari ke-2 wakil merah putih tersisa tembus laga pamungkas final baik sektor tunggal putra senior Indonesia Jonathan Christie alias Jojo tumbang ditangan anak muda Kanada Victor Lai sangat mengejutkan menyerah dengan mudah secara straight game (dua set) 19-21 dan 8-21.

“Saya merasa tertekan dari awal main, ketegangannya cukup berasa besar. Saya tidak bisa mengatasi hal tersebut karena Victor Lai tunggal muda Kanada ini bermain jauh lebih sabar sehingga strategi yang dijalankan berhasil,” ungkap Jonathan Christie biasa disapa akrab Jojo berhasil dihimpun interaksimassa.com dari berbagai referensi badminton lovers tanah air.

Ketika ditanya sejumlah Wartawan Olahraga saat usai dari menelan kekalahan dari Victor Lai Kanada, Jojo menjawab:

“Untuk kedepan, saya mau istirahat sejenak dari dunia badminton ini, saya mau menenangkan pikiran dan psikologis saya dulu,” ungkap curhatan Jojo ke publik tanah air.

Untuk publik pecinta badminton lovers tanah air dan pembaca setia media online nasional interaksimassa.com ketahui, sebentar lagi akan ada Kejuaraan Australia Open dimana semua atlit-atlit badminton delegasi terbaik dari masing-masing Negara ambil bagian dalam ajang kompetisi bergengsi ini.

“Semoga saja atlit badminton Indonesia kita didelegasikan ke kompetisi Australia Open ada yang berhasil tembus laga pamungkas final dan bisa mempersembahkan gelar juara amiin,” demikian disampaikan Jerry anak muda pecinta badminton lovers tanah air dari Bumi Rafflesia Provinsi Bengkulu.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *