Prabowo Terima Kunjungan Resmi PM Thailand, Indonesia–Thailand Sepakati Kemitraan Strategis 2026–2030

Foto ist

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan resmi Perdana Menteri Thailand, Anutin Charnvirakul, di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (3/8/2026).

Pertemuan tersebut menjadi tonggak penting dalam hubungan bilateral kedua negara karena merupakan kunjungan resmi pertama pemimpin pemerintahan Thailand ke Indonesia dalam 15 tahun terakhir.

Kunjungan itu menandai babak baru penguatan kemitraan strategis Indonesia dan Thailand, dua negara yang selama ini menjadi kekuatan ekonomi utama di kawasan Asia Tenggara.

Di tengah dinamika geopolitik dan tantangan ekonomi global, kedua negara sepakat memperluas kerja sama yang lebih konkret dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Pertemuan diawali dengan agenda tête-à-tête antara Presiden Prabowo dan Perdana Menteri Anutin, kemudian dilanjutkan dengan Second Leaders’ Consultation Meeting yang melibatkan delegasi dari kedua negara.

Dalam forum tersebut, kedua pemimpin membahas berbagai isu strategis, mulai dari penguatan hubungan ekonomi hingga kerja sama di sektor pendidikan dan ketahanan pangan.

Presiden Prabowo menegaskan komitmen Indonesia untuk terus mempererat hubungan bilateral dengan Thailand melalui kolaborasi yang berorientasi pada hasil nyata.

Menurutnya, hubungan kedua negara harus mampu memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat stabilitas kawasan ASEAN.

Prabowo: Bangsa Maju Lahir dari Elite yang Bersatu, Bukan yang Terpecah

Prabowo Berkelakar Siap Jadi Brand Ambassador Kopi Indonesia Usai Tak Lagi Menjabat

Dalam pembahasan tersebut, sektor perdagangan dan investasi menjadi salah satu fokus utama. Indonesia dan Thailand memiliki hubungan ekonomi yang terus berkembang, sehingga kedua pemimpin sepakat mendorong peningkatan volume perdagangan, memperluas peluang investasi, serta memperkuat kemitraan antara pelaku usaha dari kedua negara.

Selain kerja sama ekonomi, kedua negara juga memberikan perhatian khusus terhadap isu ketahanan pangan. Di tengah tantangan perubahan iklim dan ketidakpastian rantai pasok global, Indonesia dan Thailand berkomitmen memperkuat kolaborasi di bidang pertanian, teknologi pangan, serta peningkatan produktivitas sektor pangan guna mendukung ketahanan pangan kawasan.

Kerja sama di bidang pendidikan juga menjadi salah satu agenda penting dalam pertemuan tersebut. Pemerintah Indonesia dan Thailand memandang peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai fondasi utama pembangunan jangka panjang.

Karena itu, kedua negara sepakat memperluas pertukaran pengetahuan, kerja sama akademik, serta pengembangan kapasitas tenaga pendidik dan peserta didik.

Sebagai hasil konkret dari pertemuan tersebut, Presiden Prabowo dan Perdana Menteri Anutin menyaksikan penandatanganan Roadmap for Strategic Partnership Indonesia–Thailand 2026–2030.

Dokumen tersebut menjadi pedoman bagi pengembangan hubungan bilateral selama lima tahun ke depan, mencakup berbagai sektor strategis yang menjadi kepentingan bersama.

Selain roadmap tersebut, kedua negara juga menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) antara Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia dengan Kementerian Pendidikan Kerajaan Thailand.

Kesepakatan itu bertujuan memperkuat kerja sama pendidikan melalui pertukaran pengalaman, peningkatan kualitas pembelajaran, serta pengembangan program-program pendidikan yang saling menguntungkan.

Pemerintah berharap berbagai kesepakatan yang dicapai tidak hanya mempererat hubungan diplomatik, tetapi juga membuka peluang baru bagi peningkatan investasi, perdagangan, inovasi, serta pengembangan sumber daya manusia. Dengan hubungan yang semakin erat, Indonesia dan Thailand diharapkan mampu menghadapi tantangan regional maupun global secara lebih efektif.

Usai pertemuan bilateral, Presiden Prabowo dan Perdana Menteri Anutin menggelar konferensi pers bersama. Dalam kesempatan tersebut, kedua pemimpin menegaskan komitmen untuk terus menjaga komunikasi yang intensif serta memperluas kolaborasi di berbagai bidang strategis demi mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan stabilitas kawasan ASEAN.

Rangkaian kunjungan resmi ditutup dengan jamuan santap malam kenegaraan yang diselenggarakan Presiden Prabowo di Istana Negara.

Jamuan tersebut menjadi simbol persahabatan, saling menghormati, serta eratnya hubungan diplomatik yang telah terjalin selama puluhan tahun antara Indonesia dan Thailand.

Pemerintah Indonesia memandang kunjungan resmi ini sebagai momentum penting untuk membawa hubungan bilateral ke tingkat yang lebih tinggi.

Melalui implementasi Roadmap Kemitraan Strategis 2026–2030, kedua negara diharapkan mampu memperluas kerja sama yang adaptif terhadap perkembangan global, memperkuat integrasi ekonomi ASEAN, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di kedua negara.

**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *