EMPAT LAWANG – Pemerintah Kabupaten Empat Lawang terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program prioritas nasional di bidang pendidikan. Salah satu bentuk dukungan tersebut diwujudkan melalui pembangunan Sekolah Rakyat yang saat ini tengah berlangsung dan telah mencapai progres sekitar 73 persen.
Bupati Empat Lawang, Joncik Muhamad, melakukan peninjauan langsung ke lokasi pembangunan Sekolah Rakyat guna memastikan proyek strategis nasional tersebut berjalan sesuai target yang telah ditetapkan pemerintah pusat.
Program Sekolah Rakyat merupakan salah satu inisiatif unggulan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang bertujuan memperluas akses pendidikan berkualitas bagi masyarakat kurang mampu. Kabupaten Empat Lawang menjadi salah satu daerah di Sumatera Selatan yang terpilih dalam pelaksanaan program tahap kedua.
Dalam kesempatan tersebut, Joncik menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Empat Lawang sejak awal berupaya maksimal agar daerahnya dapat menjadi penerima manfaat program pendidikan tersebut.
“Sekolah Rakyat merupakan program unggulan Presiden Republik Indonesia yang tentunya kami dukung sepenuhnya. Alhamdulillah, Empat Lawang masuk dalam tahap kedua bersama beberapa daerah lainnya di Sumatera Selatan,” ujar Joncik saat meninjau lokasi pembangunan, Selasa (23/6/2026).
Menurutnya, kehadiran Sekolah Rakyat akan menjadi salah satu solusi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus membuka akses pendidikan yang lebih luas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Fasilitas Lengkap dan Modern
Pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Empat Lawang dirancang dengan konsep boarding school atau sekolah berasrama yang dilengkapi berbagai fasilitas modern untuk menunjang proses belajar mengajar.
Total anggaran yang dialokasikan untuk pembangunan sekolah tersebut mencapai sekitar Rp234 miliar. Dana tersebut digunakan untuk membangun berbagai sarana dan prasarana pendidikan yang memadai mulai dari ruang kelas hingga fasilitas olahraga berstandar tinggi.
Fasilitas yang tersedia meliputi ruang belajar untuk jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA). Selain itu, juga dibangun laboratorium, asrama putra dan putri, masjid, rumah ibadah, ruang pendukung pembelajaran, serta lapangan sepak bola dengan rumput berstandar internasional.
Joncik menilai fasilitas yang dibangun tidak kalah dengan sekolah-sekolah unggulan lainnya. Seluruh sarana tersebut dirancang untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang nyaman, aman, dan mampu menunjang peningkatan kualitas pembelajaran siswa.
“Ini bukan sekolah biasa. Semua fasilitas dirancang untuk memberikan kenyamanan dan kualitas terbaik bagi para siswa. Bahkan lapangan sepak bolanya menggunakan standar internasional,” katanya.
Diperuntukkan bagi Keluarga Kurang Mampu
Program Sekolah Rakyat secara khusus ditujukan untuk anak-anak yang berasal dari keluarga kurang mampu. Sasaran utama penerima manfaat adalah masyarakat yang masuk dalam kategori desil 1 dan desil 2 berdasarkan data resmi Badan Pusat Statistik (BPS).
Melalui program tersebut, pemerintah berharap dapat memutus rantai kemiskinan melalui jalur pendidikan yang berkualitas dan berkelanjutan.
Karena itu, Joncik menegaskan pentingnya proses seleksi peserta didik dilakukan secara transparan, objektif, dan tepat sasaran. Ia tidak menginginkan adanya praktik manipulasi data yang dapat merugikan masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
“Saya tegaskan tidak boleh ada manipulasi data. Sekalipun itu keluarga pejabat, jika tidak memenuhi kriteria yang telah ditetapkan, maka tidak boleh diterima. Program ini memang diperuntukkan bagi masyarakat yang membutuhkan agar mereka memiliki kesempatan memperoleh pendidikan yang lebih baik,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan program tersebut sangat bergantung pada integritas seluruh pihak yang terlibat, baik pemerintah daerah maupun instansi terkait lainnya.
Optimistis Rampung Agustus 2026
Meski progres pembangunan telah melampaui angka 70 persen, sejumlah tantangan masih dihadapi di lapangan. Faktor cuaca yang tidak menentu serta akses jalan menuju lokasi pembangunan menjadi kendala utama yang mempengaruhi percepatan pekerjaan.
Namun demikian, Joncik tetap optimistis proyek pembangunan Sekolah Rakyat dapat diselesaikan sesuai jadwal yang telah ditetapkan, yakni pada Agustus 2026.
Menurutnya, koordinasi antara pemerintah daerah, kontraktor pelaksana, dan pemerintah pusat terus dilakukan untuk memastikan seluruh tahapan pembangunan berjalan lancar.
“Kendalanya memang cuaca dan akses jalan menuju lokasi. Namun saya yakin dengan kerja sama dan kerja keras seluruh pihak, target penyelesaian pada Agustus 2026 dapat tercapai,” ujarnya.
Dorong Peningkatan Kualitas SDM
Kehadiran Sekolah Rakyat di Kabupaten Empat Lawang diharapkan menjadi tonggak penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah tersebut.
Program ini diyakini mampu memberikan kesempatan yang lebih luas kepada anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk memperoleh pendidikan berkualitas tanpa terkendala biaya.
Selain meningkatkan akses pendidikan, keberadaan sekolah berasrama dengan fasilitas lengkap tersebut juga diharapkan mampu mencetak generasi muda yang unggul, berkarakter, dan memiliki daya saing tinggi di masa depan.
Joncik menegaskan bahwa investasi di bidang pendidikan merupakan langkah strategis untuk mempercepat pembangunan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Saya percaya Sekolah Rakyat akan menjadi jalan bagi anak-anak Empat Lawang untuk meraih masa depan yang lebih baik. Pendidikan adalah kunci utama untuk keluar dari kemiskinan dan membangun generasi yang lebih unggul,” tutupnya.
Dengan progres pembangunan yang terus menunjukkan perkembangan positif, Sekolah Rakyat Kabupaten Empat Lawang diharapkan segera beroperasi dan menjadi salah satu pusat pendidikan unggulan yang mampu melahirkan sumber daya manusia berkualitas bagi Sumatera Selatan dan Indonesia.
**












