Jakarta – Samsung Electronics resmi memperkenalkan teknologi penyimpanan terbaru Universal Flash Storage (UFS) 5.0 yang diklaim menjadi standar memori seluler tercepat yang pernah dikembangkan perusahaan.
Kehadiran UFS 5.0 menandai langkah besar industri teknologi dalam mendukung kebutuhan komputasi berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang semakin berkembang di perangkat mobile.
Peluncuran teknologi ini dilakukan di tengah meningkatnya tren pemrosesan AI langsung di perangkat atau on-device AI.
Berbeda dengan pendekatan sebelumnya yang mengandalkan server cloud untuk menjalankan berbagai fitur kecerdasan buatan, generasi perangkat terbaru kini mulai memproses data secara lokal guna meningkatkan kecepatan respons, keamanan data, dan efisiensi penggunaan jaringan.
Samsung menyatakan bahwa UFS 5.0 dirancang secara khusus untuk memenuhi kebutuhan perangkat masa depan, mulai dari smartphone premium, perangkat wearable, headset extended reality (XR), hingga berbagai produk yang terhubung dalam ekosistem digital modern.
Dalam keterangan resminya, Samsung mengungkapkan bahwa UFS 5.0 menawarkan peningkatan performa yang signifikan dibandingkan generasi sebelumnya.
Teknologi ini mampu menghadirkan kecepatan baca sekuensial hingga 10,8 gigabyte per detik (GB/s) dan kecepatan tulis sekuensial mencapai 9,5 GB/s.
Pencapaian tersebut menjadikan UFS 5.0 sebagai salah satu solusi penyimpanan tercepat di industri perangkat mobile saat ini. Jika dibandingkan dengan standar UFS 4.1 yang lebih dahulu hadir di pasar, performa UFS 5.0 diklaim meningkat lebih dari dua kali lipat.
Peningkatan kecepatan tersebut diyakini akan memberikan dampak besar terhadap kemampuan perangkat dalam menjalankan berbagai aplikasi berbasis AI.
Samsung Galaxy S26 Ultra Hadir sebagai Travel Buddy Berbasis AI untuk Traveler Modern
Samsung Galaxy S27 Muncul di Database IMEI, Rumor Varian Baru Mulai Menguat
Seiring berkembangnya model bahasa besar atau Large Language Models (LLM), kebutuhan terhadap transfer dan pemrosesan data berkecepatan tinggi menjadi semakin penting.
Dengan dukungan bandwidth yang lebih besar, perangkat yang menggunakan UFS 5.0 dapat memproses data dalam jumlah besar secara lebih cepat.
Hal ini memungkinkan fitur-fitur AI generatif bekerja lebih responsif, termasuk untuk kebutuhan pencarian cerdas, asisten virtual, penerjemahan real-time, pengolahan gambar berbasis AI, hingga berbagai aplikasi produktivitas yang memanfaatkan kecerdasan buatan.
Selain menghadirkan peningkatan kecepatan, Samsung juga menaruh perhatian besar terhadap efisiensi energi. Perusahaan asal Korea Selatan tersebut mengklaim bahwa UFS 5.0 mampu mengurangi konsumsi daya hingga lebih dari 40 persen dibandingkan teknologi UFS 4.1.
Efisiensi tersebut dicapai melalui penerapan sejumlah inovasi teknologi, termasuk sistem clock gating dan metode operasi multi-voltase yang memungkinkan proses transfer data berlangsung lebih hemat energi.
Dengan demikian, perangkat dapat menjalankan berbagai tugas berat tanpa mengorbankan daya tahan baterai secara signifikan.
Peningkatan efisiensi daya menjadi faktor penting mengingat perangkat modern saat ini semakin bergantung pada berbagai fitur AI yang membutuhkan sumber daya komputasi tinggi.
Melalui konsumsi energi yang lebih rendah, pengguna diharapkan dapat menikmati pengalaman penggunaan yang lebih lama tanpa perlu sering mengisi ulang baterai.
Dari sisi desain fisik, Samsung juga melakukan optimalisasi ukuran komponen. Paket UFS 5.0 memiliki dimensi sekitar 7,5 milimeter x 13 milimeter x 0,9 milimeter, atau sekitar 16,7 persen lebih kecil dibandingkan generasi sebelumnya.
Ukuran yang lebih ringkas memberikan keuntungan bagi produsen perangkat karena ruang internal yang tersedia dapat dimanfaatkan untuk komponen lain. Produsen dapat memasang baterai dengan kapasitas lebih besar, sistem pendingin yang lebih baik, atau modul kamera yang lebih canggih tanpa harus mengorbankan desain perangkat.
Analis industri menilai kehadiran UFS 5.0 menunjukkan arah perkembangan teknologi mobile yang semakin berfokus pada pemrosesan AI lokal.
Selama beberapa tahun terakhir, kebutuhan akan perangkat yang mampu menjalankan model AI secara mandiri terus meningkat seiring bertambahnya fitur-fitur berbasis kecerdasan buatan pada smartphone.
Tren tersebut diperkirakan akan semakin kuat dalam beberapa tahun mendatang, terutama ketika berbagai perusahaan teknologi berlomba menghadirkan pengalaman AI yang lebih personal, cepat, dan aman bagi pengguna.
Samsung juga mengungkapkan bahwa UFS 5.0 dibangun berdasarkan spesifikasi terbaru yang ditetapkan oleh JEDEC, organisasi internasional yang mengembangkan standar industri semikonduktor.
Dukungan terhadap standar terbaru ini memungkinkan kompatibilitas yang lebih baik serta performa yang lebih optimal untuk generasi perangkat berikutnya.
Perusahaan menjadwalkan produksi massal UFS 5.0 akan dimulai pada kuartal keempat tahun 2026. Pada tahap awal, teknologi ini akan tersedia dengan kapasitas penyimpanan hingga 1 terabyte (TB), yang dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan perangkat premium masa depan.
Dengan kombinasi performa tinggi, efisiensi energi yang lebih baik, serta ukuran fisik yang lebih ringkas, Samsung optimistis UFS 5.0 akan menjadi fondasi penting bagi pengembangan perangkat AI generasi baru.
Kehadiran teknologi ini sekaligus mempertegas persaingan industri semikonduktor dalam menghadirkan solusi penyimpanan yang mampu mendukung era komputasi berbasis kecerdasan buatan yang semakin berkembang pesat di seluruh dunia.
**












