JAKARTA – Menjelang gelaran Galaxy Unpacked 2026, berbagai bocoran mengenai perangkat terbaru Samsung mulai bermunculan di internet.
Salah satu yang paling menarik perhatian adalah kehadiran Samsung Galaxy Watch 9 Series yang dikabarkan akan membawa sejumlah peningkatan signifikan, mulai dari desain premium, pilihan warna baru, hingga penggunaan chipset Snapdragon Wear Elite berbasis kecerdasan buatan (AI).
Informasi terbaru tersebut berasal dari bocoran gambar render yang beredar luas di dunia maya. Render perangkat itu pertama kali diungkap oleh pembocor teknologi ternama OnLeaks dan dipublikasikan oleh Android Headlines.
Kehadiran bocoran tersebut memberikan gambaran awal mengenai arah pengembangan jam tangan pintar generasi terbaru Samsung yang diperkirakan akan diperkenalkan secara resmi pada Juli 2026.
Dari sisi desain, Samsung tampaknya masih mempertahankan identitas visual yang telah menjadi ciri khas lini Galaxy Watch dalam beberapa generasi terakhir.
Galaxy Watch 9 tetap mengusung bentuk “squircle”, yaitu perpaduan antara desain kotak dengan sudut melengkung yang menghasilkan tampilan menyerupai lingkaran saat dikenakan di pergelangan tangan.
Pendekatan desain tersebut dinilai berhasil mempertahankan keseimbangan antara estetika modern dan kenyamanan penggunaan sehari-hari.
Meski tidak menghadirkan perubahan radikal, Samsung disebut tetap melakukan sejumlah penyempurnaan yang membuat perangkat terlihat lebih premium dan elegan.
Samsung Galaxy M47 5G Meluncur 29 Juni, Usung Snapdragon Bertenaga dan Fitur Gaming Premium
Pada bagian belakang perangkat, susunan Sensor BioActive masih menjadi komponen utama yang mendukung berbagai fitur kesehatan. Berdasarkan bocoran yang beredar, Samsung tidak melakukan perubahan visual yang signifikan pada modul sensor tersebut.
Keputusan tersebut dianggap wajar mengingat Sensor BioActive selama ini telah menjadi salah satu keunggulan utama Galaxy Watch.
Sensor tersebut mampu mendukung berbagai fitur kesehatan canggih seperti elektrokardiogram (ECG), pemantauan detak jantung, pengukuran tekanan darah di wilayah yang mendukung fitur tersebut, analisis komposisi tubuh, hingga pemantauan kualitas tidur secara mendalam.
Selain fitur kesehatan, Samsung juga disebut tetap menawarkan dua pilihan ukuran yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan berbagai kalangan pengguna. Galaxy Watch 9 diperkirakan hadir dalam ukuran 40 mm dan 44 mm.
Untuk model 40 mm, Samsung dikabarkan menyediakan pilihan warna Cream dan Graphite. Sementara itu, model 44 mm akan tersedia dalam warna Silver dan Graphite.
Menariknya, beberapa render juga memperlihatkan adanya nuansa kehijauan yang samar pada salah satu varian warna, meskipun belum ada konfirmasi resmi dari Samsung mengenai hal tersebut.
Desain tali jam berbahan silikon juga tetap dipertahankan. Material ini dikenal nyaman digunakan untuk aktivitas sehari-hari maupun olahraga. Kombinasi desain minimalis dengan warna-warna elegan membuat Galaxy Watch 9 diproyeksikan tetap mampu menarik minat pengguna yang menginginkan perangkat wearable dengan tampilan modern sekaligus fungsional.
Namun, perubahan paling besar justru diperkirakan hadir pada sektor performa. Berdasarkan berbagai laporan yang beredar, Samsung disebut akan meninggalkan chipset Exynos yang selama ini digunakan pada lini Galaxy Watch dan beralih ke Snapdragon Wear Elite buatan Qualcomm.
Jika informasi tersebut benar, langkah ini menjadi salah satu perubahan terbesar dalam sejarah pengembangan Galaxy Watch. Snapdragon Wear Elite merupakan chipset generasi terbaru yang dibangun menggunakan proses fabrikasi 3 nanometer dan dilengkapi Neural Processing Unit (NPU) khusus untuk mendukung pemrosesan kecerdasan buatan secara langsung di perangkat.
Teknologi AI on-device tersebut memungkinkan berbagai proses komputasi dilakukan tanpa harus bergantung pada koneksi internet atau server cloud. Dengan demikian, perangkat dapat memberikan respons yang lebih cepat sekaligus meningkatkan privasi pengguna.
Penggunaan chipset baru juga diperkirakan akan membawa peningkatan efisiensi daya yang signifikan. Konsumsi baterai yang lebih hemat menjadi salah satu keuntungan utama dari arsitektur 3nm yang digunakan Qualcomm pada platform wearable terbarunya.
Selain itu, kecerdasan buatan yang terintegrasi diperkirakan mampu menghadirkan berbagai fitur baru, termasuk pengenalan gestur yang lebih akurat, analisis kesehatan yang lebih personal, serta pengalaman penggunaan yang lebih responsif.
Para analis industri menilai langkah Samsung mengadopsi chipset Snapdragon dapat menjadi strategi penting untuk meningkatkan daya saing Galaxy Watch di tengah persaingan pasar wearable yang semakin ketat.
Dengan kemampuan AI yang lebih maju, Samsung berpotensi menghadirkan pengalaman pengguna yang lebih cerdas dan adaptif dibanding generasi sebelumnya.
Sejumlah pengamat teknologi juga meyakini bahwa Galaxy Watch 9 akan menjadi salah satu produk unggulan yang diperkenalkan pada ajang Galaxy Unpacked 2026. Acara tahunan Samsung tersebut diperkirakan tidak hanya menghadirkan lini smartwatch terbaru, tetapi juga generasi baru ponsel lipat Galaxy Z Fold dan Galaxy Z Flip.
Selain itu, berbagai rumor menyebut Samsung kemungkinan akan memperkenalkan Galaxy Watch Ultra 2 sebagai penerus model premium yang menyasar pengguna profesional dan pecinta aktivitas luar ruangan.
Meski seluruh informasi yang beredar saat ini masih sebatas bocoran, antusiasme pasar terhadap Galaxy Watch 9 terus meningkat. Kombinasi desain yang familiar, fitur kesehatan yang semakin matang, serta kemungkinan penggunaan chipset Snapdragon Wear Elite berbasis AI menjadikan perangkat ini sebagai salah satu smartwatch yang paling dinantikan pada tahun 2026.
Dengan peluncuran resmi yang diperkirakan tinggal menghitung minggu, publik kini menunggu konfirmasi langsung dari Samsung terkait spesifikasi, fitur, harga, dan ketersediaan Galaxy Watch 9 Series di pasar global.
**












