Berjuang Maksimal Namun Finish ‘RUNNER-UP’, Fardhan Akui Ketangguhan Tunggal Muda CHINA

Foto ist

JEPANG – Ajang kompetisi sengit dan tajam laga pamungkas final Kejuaraan Badminton Asia Junior Championship (BAJC) akhirnya menemukan titik finish.

Di ajang kompetisi bergengsi Kejuaraan level Asia antar junior badminton muda Internasional berlangsung sengit kemarin Minggu (5/7/2026), tunggal muda junior Indonesia Fardhan Rainanda Joe mutlak mengakui ketangguhan rivalnya dari Negeri Tiongkok (China).

Berkompetisi di Negeri Sakura (Jepang), di laga pamungkas final ini, Fardhan telah berjuang maksimal walau belum mampu mempersembahkan gelar juara perdananya.

Skor ketat dan tajam sangat menghiasi laga sengit dan penuh perjuangan extra ini.

Di set pertama, Fardhan sempat mengejar ketertinggalannya hingga mencapai skor ketat 17-18 dari skor tertinggal 9-18.

Namun, sangat disayangkan keberuntungan masih berpihak milik lawan.

BACA JUGA

Penyegaran Komposisi Pemain Badminton, Ester Beralih Ganda Partner Lanny

HENDRA/AHSAN, Legenda Badminton INDONESIA Peraih Juara Dunia Tertua

Akhirnya skor kemenangan di set pertama ini jatuh ketangan Hong Tian Yue tunggal muda junior Tiongkok dengan raihan skor 21-18.

Berlanjut ke set ke-2, Fardhan semakin ganas dan menggila, namun upaya demi upaya untuk meredam smash-smash keras dan tajam dari rivalnya Tiongkok ini semakin tak terbendung.

Tunggal muda Tiongkok semakin banyak melakukan smash-smash keras dan tajam sehingga membuat defense Fardhan sulit dijangkau dari sisi kiri lapangan.

Walau sempat kejar mengejar poin, namun akhirnya skor matchpoin (lebih dulu skor 20) jatuh ketangan anak muda Tiongkok.

Pengembalian bola dari Fardhan yang dinyatakan wasit luar lapangan ‘out (keluar)’ sehingga membuat kedudukan skor 21-19 milik tunggal muda Tiongkok Hong Tian Yue.

“Sangat disayangkan sekali Fardhan tidak mampu menciptakan rubber atau set ke-3 bang, padahal harapan kita tadi seandainya bisa diambil kemenangan set ke-2 bisa menciptakan rubber tapi ya apa mau di kata, Fardhan akhirnya tumbang di laga set ke-2 ini,” ujar Jekcson dengan penuh rasa kekecewaan karena satu-satunya wakil merah putih tersisa di laga pamungkas final BAJC 2026 gagal meraih kemenangan pada media online nasional interaksimassa.com, Senin (6/7/2026).

Dengan menelan pil pahit kekalahan di laga pamungkas final ajang kompetisi Badminton Asia Junior Championship (BAJC) 2026, INDONESIA kembali zonk alias nol gelar, sehingga harus mutlak puas di posisi runner-up (juara ke-2 atau medali perak).*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *