Jakarta| Program Sekolah Rakyat yang digagas pemerintah melalui Kementerian Sosial Republik Indonesia mulai menunjukkan hasil yang semakin solid.
Memasuki tahun ajaran 2025/2026, program pendidikan berbasis asrama ini diklaim telah melewati fase krusial adaptasi, ditandai dengan tidak adanya lagi siswa maupun tenaga pengajar yang mengundurkan diri.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul mengungkapkan bahwa tantangan memang sempat muncul pada tahap awal pelaksanaan.
Saat itu, baik siswa maupun guru masih dalam proses menyesuaikan diri dengan sistem pendidikan berbasis asrama yang memiliki jadwal padat dan disiplin tinggi.
“Awal-awalnya dulu ada, bahkan guru juga ada waktu itu awal-awalnya,” ujarnya saat melakukan peninjauan di Makassar.
Namun seiring berjalannya waktu, kondisi tersebut berubah signifikan.
“Sekarang sudah tidak ada lagi yang mengundurkan diri,” tegasnya.
Pendidikan Gratis Berbasis Asrama
Sekolah Rakyat merupakan program pendidikan gratis yang menyasar masyarakat miskin ekstrem.
Program ini mencakup jenjang pendidikan mulai dari Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).
Tak hanya membebaskan biaya pendidikan, siswa juga mendapatkan berbagai fasilitas penunjang, seperti tempat tinggal di asrama, konsumsi harian, serta pembinaan karakter.
Sistem ini dirancang untuk menciptakan lingkungan belajar yang terstruktur sekaligus mendukung pembentukan disiplin sejak dini.
Program ini juga menjadi bagian dari strategi nasional dalam pengentasan kemiskinan ekstrem, sebagaimana tertuang dalam Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025.
Sebaran Lokasi dan Antusiasme Tinggi
Hingga saat ini, sebanyak 198 lokasi telah diusulkan sebagai titik penyelenggaraan Sekolah Rakyat.
Dari jumlah tersebut, 45 lokasi telah dinyatakan siap beroperasi.
Meski pendaftaran untuk tahun ajaran 2025/2026 telah ditutup, masyarakat masih memiliki peluang untuk mempersiapkan diri mengikuti seleksi pada periode berikutnya.
BACA JUGA:
Auto Masuk Sekolah Negeri Tanpa Seleksi? Aturan Baru SPMB 2026 Ini Bikin Orang Tua Lega!
Sekolah Rakyat Tidak Ada Pendaftaran! Begini Cara Rekrutmen Siswa untuk Tahun Ajaran 2026/2027
Tingginya minat masyarakat menunjukkan bahwa program ini menjadi harapan baru bagi keluarga kurang mampu untuk mendapatkan akses pendidikan berkualitas.
Syarat dan Proses Pendaftaran
Calon siswa yang ingin mendaftar harus berasal dari keluarga dengan kategori desil 1 atau desil 2 berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Prioritas utama diberikan kepada keluarga miskin ekstrem, meskipun peluang tetap terbuka bagi desil 3 apabila kuota belum terpenuhi.
Selain itu, orang tua atau wali wajib menandatangani surat komitmen yang menyatakan kesiapan anak untuk menyelesaikan pendidikan hingga tuntas.
Dokumen yang perlu disiapkan meliputi formulir pendaftaran serta surat pernyataan orang tua yang diunggah melalui portal resmi Kementerian Sosial.
Tahapan Seleksi yang Ketat
Proses seleksi dilakukan secara bertahap untuk memastikan program tepat sasaran dan berjalan optimal.
Tahapan tersebut meliputi:
– Verifikasi kondisi ekonomi berbasis DTSEN
– Tes akademik untuk mengukur kemampuan belajar
– Psikotes guna menilai kesiapan mental
– Pemeriksaan kesehatan untuk memastikan kondisi fisik siswa
Menurut Gus Ipul, masa adaptasi menjadi kunci utama keberhasilan program ini.
Ia menilai bahwa perubahan positif mulai terlihat setelah dua hingga tiga bulan pertama.
“Pada bulan kedua dan ketiga mulai ada penyesuaian, dan selanjutnya berjalan lebih baik,” jelasnya.
Disiplin dan Karakter Jadi Nilai Utama
Sistem asrama dengan jadwal yang terstruktur dinilai efektif dalam membentuk karakter siswa.
Selain mendapatkan pendidikan formal, siswa juga dibiasakan menjalani kehidupan yang disiplin, mandiri, dan bertanggung jawab.
Dengan stabilnya pelaksanaan serta meningkatnya minat masyarakat, Sekolah Rakyat kini tidak hanya menjadi program bantuan pendidikan, tetapi juga simbol harapan baru dalam memutus rantai kemiskinan ekstrem di Indonesia. **












