Joncik Muhammad Berhasil Tekan Karhutla di Empat Lawang, Patut Jadi Percontohan Daerah Lain

Foto ist

EMPAT LAWANG – Keberhasilan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Empat Lawang dalam mencegah dan menangani kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) selama musim kemarau mendapat perhatian.

Di bawah kepemimpinan Bupati Dr. H. Joncik Muhammad, pemerintah daerah dinilai mampu meningkatkan kesiapsiagaan sehingga sejumlah titik kebakaran yang sempat muncul dapat segera ditangani dan tidak meluas.

Langkah tersebut dinilai layak mendapat apresiasi sekaligus menjadi contoh bagi daerah lain dalam membangun sistem pencegahan dan penanganan Karhutla, khususnya saat menghadapi musim kemarau dengan kondisi cuaca panas dan curah hujan yang rendah.

Komitmen Pemkab Empat Lawang dalam mengantisipasi ancaman kebakaran dilakukan melalui berbagai langkah strategis. Mulai dari menyiagakan personel satuan tugas (Satgas) Karhutla, meningkatkan koordinasi lintas sektor, mempercepat respons terhadap laporan titik api, hingga menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat.

Bupati Empat Lawang Joncik Muhammad mengatakan, meskipun wilayahnya tidak memiliki lahan gambut, potensi kebakaran hutan dan lahan tetap harus diwaspadai. Terlebih saat memasuki puncak musim kemarau, ketika kondisi lahan menjadi kering dan mudah terbakar.

Menurutnya, pemerintah daerah tidak boleh menganggap wilayah Empat Lawang terbebas dari ancaman Karhutla hanya karena tidak memiliki kawasan gambut.

“Walau di Empat Lawang tidak ada lahan gambut, namun saat puncak kemarau ada beberapa titik lahan yang terbakar, tapi dengan sigap langsung kita padamkan,” tegas Joncik.

Safari Politik Joncik Muhammad ke 17 Kabupaten/Kota, Seruan “Joncik Gubernur” Mulai Bergema di Sumsel

Ia menjelaskan, setiap informasi mengenai kemunculan titik api maupun kebakaran lahan langsung ditindaklanjuti oleh personel di lapangan.

Kecepatan penanganan menjadi faktor penting untuk mencegah api membesar dan merambat ke kawasan hutan, perkebunan, maupun lahan milik masyarakat.

Kesiapsiagaan personel tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meminimalkan dampak kebakaran. Dengan respons yang cepat dan koordinasi yang baik, potensi meluasnya api dapat ditekan sebelum menimbulkan kerusakan yang lebih besar.

Joncik menegaskan, strategi pengendalian Karhutla tidak hanya berfokus pada pemadaman ketika kebakaran terjadi. Pemerintah daerah justru lebih mengutamakan langkah pencegahan melalui peningkatan kesadaran masyarakat.

Menurutnya, mencegah kebakaran jauh lebih efektif dibandingkan melakukan penanganan setelah api terlanjur membesar. Salah satu upaya yang terus dilakukan adalah memberikan edukasi mengenai bahaya membuka maupun membersihkan lahan dengan cara dibakar.

Kebiasaan tersebut berisiko menimbulkan kebakaran yang sulit dikendalikan, terutama ketika kondisi cuaca panas dan angin dapat mempercepat penyebaran api. Selain merusak lingkungan dan ekosistem, Karhutla juga dapat mengancam kesehatan serta keselamatan masyarakat.

“Menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, kita terus mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut menjaga hutan, lahan serta lingkungan sekitar agar tetap aman dan terhindar dari ancaman kebakaran,” ujarnya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran saat membuka lahan maupun membersihkan kebun. Menurutnya, kesadaran masyarakat memiliki peran besar dalam menentukan keberhasilan pengendalian Karhutla.

“Alhamdulillah, kita berhasil melakukan pencegahan Karhutla di Kabupaten Empat Lawang selama musim kemarau hingga pada saat puncak kemarau yang terjadi belum lama ini,” jelasnya.

Lebih lanjut, Joncik mengatakan pemerintah daerah terus mendorong pendekatan persuasif agar masyarakat memahami pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. Masyarakat diharapkan mulai menerapkan metode pengelolaan lahan yang lebih aman dan ramah lingkungan tanpa menggunakan api.

Dengan demikian, kegiatan ekonomi masyarakat, khususnya di sektor perkebunan dan pertanian, tetap dapat berjalan tanpa mengabaikan aspek keselamatan dan kelestarian alam.

Sebelumnya, Pemkab Empat Lawang juga memperkuat sinergi lintas sektor melalui Rapat Koordinasi (Rakor) Pencegahan dan Penanganan Karhutla bersama Tim Penyuluh Markas Besar (Mabes) TNI dan siswa Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan, memperkuat koordinasi, serta menyamakan langkah dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan di wilayah Empat Lawang.

Dalam kegiatan itu, Joncik menekankan bahwa pencegahan Karhutla membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Pemerintah daerah, TNI, aparat terkait, dan masyarakat harus memiliki komitmen yang sama dalam menjaga lingkungan.

Ia berharap kerja sama lintas sektor tersebut dapat terus diperkuat sehingga upaya pencegahan dan penanganan Karhutla berjalan lebih efektif dan terencana.

Keberhasilan menekan ancaman Karhutla di Empat Lawang menjadi bukti pentingnya kesiapsiagaan, respons cepat, koordinasi, serta partisipasi masyarakat. Pola penanganan yang mengedepankan pencegahan dan edukasi ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus melindungi masyarakat dari ancaman kebakaran hutan dan lahan.

**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *