Joncik: PGRI Empat Lawang Tak Terpengaruh Gejolak Sumsel

EMPAT LAWANG – Bupati Empat Lawang Dr. H. Joncik Muhammad menegaskan kepengurusan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) di Kabupaten Empat Lawang tetap berjalan sesuai hasil konsensus yang telah disepakati sejak awal.

Penegasan tersebut disampaikan Joncik seusai melantik dan mengukuhkan pengurus PGRI tingkat kabupaten, kecamatan, serta cabang khusus SMA dan SMK se-Kabupaten Empat Lawang, Rabu (23/9/2026).

Pelantikan tersebut menjadi momentum bagi kepengurusan PGRI Empat Lawang untuk memperkuat organisasi sekaligus meningkatkan peran dalam memperjuangkan kepentingan guru dan kemajuan dunia pendidikan di daerah.

Joncik mengatakan seluruh rangkaian pelantikan dan pengukuhan berlangsung sesuai dengan rencana. Ia berharap para pengurus yang baru dikukuhkan dapat menjalankan amanah organisasi dengan penuh tanggung jawab serta menjaga kekompakan dalam melaksanakan program kerja.

Menurutnya, keberadaan PGRI di tingkat kabupaten, kecamatan maupun cabang khusus memiliki peran penting dalam membangun komunikasi dan sinergi antara organisasi profesi guru dengan pemerintah daerah.

Dalam kesempatan tersebut, Joncik juga menanggapi dinamika yang belakangan terjadi di tubuh PGRI Sumatera Selatan. Ia menyebut dinamika tersebut sebagai bagian dari proses yang biasa terjadi dalam sebuah organisasi.

“Biasa. Sebuah kasus besar, gelombang, ada yang bermanuver, biasa,” kata Joncik.

Meski terdapat dinamika di tingkat provinsi, Joncik memastikan kondisi tersebut tidak memengaruhi jalannya kepengurusan PGRI di Kabupaten Empat Lawang.

Joncik Dorong Jalan Pagaralam–Bengkulu Jadi Jalan Nasional

Joncik Tinjau Sekolah Rakyat di Empat Lawang Jadi Harapan Baru Akses Pendidikan bagi Anak Kurang Mampu

Ia menegaskan bahwa PGRI Empat Lawang tetap berpegang pada kesepakatan yang telah dibuat sejak awal. Karena itu, seluruh jajaran organisasi di daerah diminta tetap menjalankan tugas dan tanggung jawab sesuai mekanisme yang telah disepakati.

“Bagi PGRI kita, dari kabupaten, kecamatan, khusus tidak terpengaruh. Tetap kita lurus pada konsensus yang awal,” ujarnya.

Joncik menekankan pentingnya menghormati proses organisasi serta keputusan yang telah disepakati bersama. Menurutnya, kepengurusan di daerah tidak perlu terseret oleh dinamika yang berkembang di tingkat provinsi.

Ia berharap pengurus PGRI Empat Lawang dapat tetap fokus menjalankan roda organisasi dan memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas pendidikan.

Sementara itu, kepengurusan PGRI yang dilantik merupakan pengurus masa bakti 2025–2030. Dengan terbentuknya kepengurusan tersebut, Joncik meminta seluruh jajaran dapat membangun kerja sama yang solid dan menjaga komunikasi antarpengurus.

Kekompakan dinilai penting agar berbagai aspirasi guru dapat disampaikan dan diperjuangkan melalui organisasi secara terarah. Selain itu, PGRI diharapkan mampu menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Empat Lawang.

Joncik juga mengingatkan agar dinamika organisasi tidak mengganggu fokus utama PGRI, yakni memperjuangkan kepentingan guru serta mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan.

Dengan sikap tersebut, PGRI Empat Lawang diharapkan tetap konsisten menjalankan program organisasi hingga akhir masa bakti. Kepengurusan di tingkat kabupaten, kecamatan, dan cabang khusus SMA maupun SMK juga diharapkan mampu menjaga soliditas serta bekerja sesuai hasil konsensus yang telah disepakati.

Bagi Pemerintah Kabupaten Empat Lawang, keberlanjutan kerja sama dengan organisasi profesi guru menjadi salah satu bagian penting dalam mendukung penyelenggaraan pendidikan yang berkualitas di daerah.

**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *