Jakarta | Samsung kembali memperkuat ekosistem perangkat pintarnya lewat peluncuran pembaruan terbaru One UI 8.5. Setelah lebih dulu digulirkan di Korea Selatan, perusahaan teknologi asal Korea Selatan itu kini bersiap memperluas distribusi pembaruan ke berbagai wilayah dunia, termasuk Asia Tenggara, Eropa, India, hingga Amerika Utara.
Bagi para pengguna perangkat Galaxy, kehadiran One UI 8.5 bukan sekadar pembaruan tampilan antarmuka. Pembaruan ini menjadi bagian dari strategi Samsung dalam menjaga pengalaman pengguna tetap modern, aman, dan terintegrasi dengan perkembangan teknologi terbaru berbasis Android.
Dalam beberapa tahun terakhir, persaingan industri smartphone tidak lagi hanya soal spesifikasi kamera atau performa chipset.
Dukungan pembaruan perangkat lunak kini menjadi faktor penting yang dipertimbangkan konsumen sebelum membeli smartphone.
Samsung tampaknya memahami perubahan tren tersebut dengan memperpanjang dukungan sistem operasi untuk lebih banyak perangkat Galaxy.
Sebelumnya, Samsung telah mengonfirmasi bahwa lini flagship seperti seri Samsung Galaxy S25, seri Samsung Galaxy S24, Samsung Galaxy Z Fold 7, hingga Samsung Galaxy Z Flip 7 akan menerima One UI 8.5.
Samsung Galaxy S26 Ultra dan Pertarungan Teknologi di Era AI Mobile
Samsung Galaxy A57 5G Hadir Lebih Ringan dan Pintar, Pengalaman Harian Kini Makin Nyaman
Kini, daftar tersebut semakin panjang. Samsung Jerman mengumumkan tambahan sekitar 20 perangkat Galaxy lain yang dipastikan mendapat pembaruan terbaru itu.
Beberapa di antaranya adalah seri Samsung Galaxy S23 Ultra, Samsung Galaxy Z Fold 5, dan Samsung Galaxy Z Flip 5.
Untuk lini tablet premium, Samsung juga memastikan seri Samsung Galaxy Tab S9 Ultra dan keluarga Galaxy Tab S9 lainnya akan memperoleh pembaruan yang sama.
Menariknya, Samsung tidak hanya fokus pada perangkat flagship mahal. Sejumlah smartphone kelas menengah seri Galaxy A juga masuk daftar penerima One UI 8.5. Mulai dari Galaxy A15, A25, A34, hingga Galaxy A56 dipastikan ikut mendapatkan pembaruan.
Langkah tersebut menunjukkan strategi Samsung untuk mempertahankan loyalitas pengguna di berbagai segmen pasar.
Seri Galaxy A selama ini menjadi tulang punggung penjualan Samsung di banyak negara berkembang, termasuk Indonesia. Dengan menghadirkan pembaruan perangkat lunak yang lebih panjang, Samsung berusaha memberikan nilai tambah bagi pengguna kelas menengah.
One UI sendiri dikenal sebagai antarmuka Android khas Samsung yang menawarkan pengalaman lebih personal dan intuitif.
Pembaruan One UI 8.5 diperkirakan membawa peningkatan stabilitas sistem, optimalisasi performa, penguatan fitur keamanan, hingga sejumlah penyempurnaan desain antarmuka.
Meski Samsung belum mengumumkan jadwal pasti untuk seluruh perangkat tambahan tersebut, distribusi global dijadwalkan mulai berlangsung pada 11 Mei 2026 secara bertahap.
Karena prosesnya dilakukan bergelombang, pengguna di berbagai negara kemungkinan menerima pembaruan pada waktu yang berbeda.
Pengguna dapat mengecek pembaruan secara manual melalui menu Pengaturan, kemudian memilih Pembaruan Perangkat Lunak dan Unduh serta Instal. Koneksi internet stabil dan kapasitas penyimpanan memadai menjadi hal penting sebelum melakukan pembaruan sistem.
Di tengah persaingan ketat pasar smartphone global, dukungan software jangka panjang kini menjadi nilai strategis. Samsung tampaknya ingin memastikan bahwa perangkat Galaxy tidak cepat terasa usang, sekaligus menjaga pengguna tetap berada dalam ekosistem mereka.
Pada akhirnya, One UI 8.5 bukan hanya soal pembaruan fitur. Ia menjadi simbol bagaimana perusahaan teknologi kini berlomba menghadirkan pengalaman penggunaan yang lebih tahan lama, aman, dan relevan di tengah perubahan teknologi yang bergerak sangat cepat.
**












