JERMAN – Pahlawan badminton Indonesia khususnya sektor ganda putri Siti Fadia Silva Ramadhanti berpartner dengan Amalia Cahaya Pratiwi atau biasa disapa akrab ‘Fadia/Tiwi’ mutlak mengakui keunggulan lawannya dari Negeri Tiongkok (China).
Bertanding di arena lapangan badminton Negeri Jerman pada laga semifinal tadi malam jelang dini hari Minggu (1/3/2026), Fadia/Tiwi belum mampu mengulang kejayaannya saat di kejuaraan Final Thailand Master kemarin.
Di set pertama, Fadia/Tiwi sangat konsisten, kejar mengejar poin pun terjadi.
Hingga pada interval pertama, Fadia/Tiwi mampu memimpin ’11-9′.
Namun tidak berselang lama, di interval ke-2 setelah turun minum, suasana jual beli serangan di ke-2 belah pihak pun terjadi.
Bertanding selama 29 menit di set pertama ini akhirnya mampu diraih oleh ganda putri China Li Yi Jing/Wang Ying Duo dengan skor 18-21.
Berlanjut ke set ke-2, Fadia/Tiwi mampu mengembalikan keadaan.
Fadia/Tiwi tanpa ampun dan tanpa memberikan celah lawan untuk berkembang pola permainannya.
Hal ini terbukti, Fadia/Tiwi tidak banyak memakan waktu lama, akhirnya dengan durasi waktu ±15 menit mampu meraih set ke-2 ini dengan kemenangan skor sangat mudah dan telak untuk poin kemenangan Fadia/Tiwi 21-8.
Tapi, ketika berlanjut ke set penentu (set ke-3), Fadia/Tiwi pun pada dasarnya mampu memimpin ’12-9′ saat di interval pertama di set ke-3 ini.
Namun, setelah turun minum istirahat, ganda putri Tiongkok ini mampu bangkit dan lumayan menegangkan.
BACA JUGA
Peluang Juara Terbuka, Fadia/Tiwi Melesat Semifinal Jerman Open 2026
Karena di ke-2 belah pihak pemain saling kejar-kejaran poin, saling jual beli serangan dengan smash-smash tajam dan tipuan bola yang cukup merepotkan Fadia/Tiwi.
Hingga mendekati poin-poin kritis, sangat disayangkan 2 kali, bola pengembalian dari Amalia Cahaya Pratiwi alias Tiwi menyangkut di net sendiri.
Hal ini memberikan untuk lawan menuju match poin kemenangan skor pun berubah 19-20 milik ganda putri China.
Ketika Tiwi kembali berupaya menangkis serangan smash tajam dilontarkan ganda putri Tiongkok ini, pengembalian bola dari Tiwi belum mampu menyebrangi net akhirnya skor pun menjadi ’21-19′ untuk kemenangan ganda putri China Li Yi Jing/Wang Yi Duo melangkah ke laga pamungkas (final).
“Kami telah berupaya semaksimal kami. Setiap pemain yang pastinya tidak mau kalah, pasti di kepalanya ingin selalu menang.
Namun, kegagalan atau belum berhasilnya kami melangkah ke laga final bukanlah akhir dari semua perjalanan kami di badminton ini.
Insya Allah kedepan, kami berdua tetap terus konsisten untuk terus meningkatkan kualitas permainan kami, terus disiplin tinggi dan latihan lebih keras lagi,” ungkap Tiwi/Fadia dengan penuh semangat merah putihnya untuk kembali berlatih lebih keras dan intensif lagi.
Untuk diketahui publik, catatan akhir perjalanan atlit badminton Indonesia kita di ajang kompetisi badminton Internasional super 300 Jerman Open tahun 2026 ini.
Belum ada wakil merah putih kita yang melangkah ke laga pamungkas (final), semuanya terhenti di babak semifinal.
Sektor ganda campuran Gloria Immanuel Wijaya berpasangan dengan Terry Singapura juga terhenti langkahnya di laga semifinal tadi malam.
Harapan emas penulis dan semua pecinta badminton lovers tanah air Indonesia, semoga di event-even kejuaraan badminton Internasional lainnya. Atlit badminton Indonesia tercinta kita mampu bangkit dan teruslah konsisten untuk giat berlatih secara lebih keras dan intensif lagi.
Agar kedepannya, tetaplah menjadi terbaik diatas terbaik sehingga mampu lebih banyak menunjukkan eksistensi prestasi untuk mengharumkan nama bangsa Indonesia tercinta kita, Aamiin.












