Lubuklinggau – Senyum bahagia terpancar dari wajah puluhan anak yatim saat menerima santunan dalam kegiatan buka puasa bersama yang digelar Majelis Daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MD KAHMI) wilayah Musi Rawas, Lubuklinggau, dan Musi Rawas Utara (Muratara), Minggu sore (8/3/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Room Cafe Nusantara, Kelurahan Marga Mulya, Kecamatan Lubuklinggau Selatan II itu tidak hanya menjadi ajang silaturahmi para alumni HMI lintas generasi, tetapi juga menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak yatim yang diundang khusus dalam momentum Ramadan 1447 Hijriah.
Sejak sore hari, Minggu (8/3/2026), suasana penuh kehangatan sudah terasa di lokasi kegiatan.
Para alumni HMI dari berbagai latar belakang profesi tampak berkumpul dalam satu ruang kebersamaan, mulai dari kalangan birokrasi, akademisi, politisi, advokat, hingga aktivis pergerakan.
Mengusung tema “Berbuka dengan Kebersamaan, Bersatu dalam Perbedaan”, kegiatan ini dihadiri jajaran Presidium KAHMI Lubuklinggau, pengurus MD KAHMI Musi Rawas dan Muratara, FORHATI, serta sejumlah tokoh alumni HMI di wilayah Sumatera Selatan.
Namun yang paling mencuri perhatian adalah momen saat puluhan anak yatim menerima santunan dari para alumni HMI. Raut wajah bahagia tampak jelas ketika mereka dipanggil satu per satu ke depan untuk menerima bantuan.
Sebagian anak terlihat tersenyum lebar, bahkan ada yang tampak haru ketika menerima santunan tersebut. Momen itu menjadi gambaran nyata semangat berbagi di bulan suci Ramadan.
Ketua MD KAHMI Lubuklinggau, Rinaldi Efendi, mengatakan bahwa kegiatan buka puasa bersama ini tidak hanya bertujuan mempererat silaturahmi antar alumni, tetapi juga menjadi bentuk kepedulian sosial terhadap masyarakat, khususnya anak-anak yatim.
Menurutnya, Ramadan merupakan waktu terbaik untuk menumbuhkan empati dan kepedulian sosial.
“Alhamdulillah hari ini kita tidak hanya berkumpul untuk berbuka puasa bersama, tetapi juga berbagi kebahagiaan dengan anak-anak yatim. Semoga santunan ini bisa menghadirkan senyum dan membantu mereka merasakan kebahagiaan Ramadan,” ujarnya.
Rinaldi yang juga Anggota DPRD Kota Lubuklinggau dari Fraksi Golkar menegaskan bahwa alumni HMI memiliki tanggung jawab moral untuk terus hadir di tengah masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial.
BACA JUGA
Ia menilai jaringan alumni HMI yang tersebar di berbagai sektor strategis dapat menjadi kekuatan besar dalam membantu pembangunan daerah sekaligus memperkuat solidaritas sosial.
“KAHMI bukan hanya organisasi alumni, tetapi juga wadah pengabdian. Melalui kegiatan seperti ini kita ingin menunjukkan bahwa kebersamaan alumni juga harus berdampak bagi masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Rektor Universitas PGRI Silampari (UNPARI) Lubuklinggau, Dr. Rudi Erwandi, yang juga merupakan alumni HMI, mengajak seluruh kader dan alumni untuk terus menjaga nilai-nilai perjuangan organisasi.
Ia menekankan bahwa jaringan alumni HMI yang luas harus dimanfaatkan untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
“Alumni HMI berada di banyak sektor penting. Jika jejaring ini terus dirawat dengan silaturahmi dan kegiatan positif seperti ini, maka dampaknya akan sangat besar bagi kemajuan daerah,” ungkapnya.
Menurutnya, kegiatan sosial seperti santunan anak yatim juga menjadi bentuk implementasi nilai keislaman yang diajarkan dalam organisasi HMI sejak masa kaderisasi.
Acara kemudian dilanjutkan dengan tausiyah Ramadan yang disampaikan oleh Dr. Yunus, Ketua STAIS Silampari.
Dalam ceramahnya, ia mengingatkan pentingnya menjaga ukhuwah serta memperkuat jaringan kebaikan di tengah masyarakat.
Ia mengatakan bahwa Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga momentum memperbanyak amal sosial.
“Jaringan alumni yang kuat harus menjadi jalan lahirnya berbagai program sosial yang membantu masyarakat. Santunan kepada anak yatim seperti hari ini adalah contoh nyata bagaimana silaturahmi bisa melahirkan kebaikan,”jelasnya.
Menjelang waktu berbuka puasa, suasana semakin hangat. Para peserta terlihat bercengkerama sambil menunggu azan Magrib berkumandang.
Ketika waktu berbuka tiba, seluruh peserta bersama anak-anak yatim menikmati hidangan yang telah disiapkan panitia. Suasana penuh kekeluargaan terasa begitu kental.
Tawa anak-anak yatim yang duduk bersama para alumni HMI menjadi pemandangan yang menghangatkan hati. Senyum mereka seakan menjadi simbol kebahagiaan sederhana yang lahir dari kepedulian.
Bagi para panitia, momen tersebut menjadi bagian paling berkesan dalam kegiatan Ramadan tahun ini.
Selain mempererat silaturahmi antar alumni HMI di wilayah Musi Rawas, Lubuklinggau, dan Muratara, kegiatan ini juga menjadi pengingat bahwa keberadaan organisasi alumni harus selalu memberikan manfaat bagi masyarakat.
Para peserta berharap kegiatan sosial seperti santunan anak yatim dan buka puasa bersama ini dapat terus menjadi agenda rutin setiap Ramadan.
Dengan demikian, semangat kebersamaan dan kepedulian sosial yang menjadi nilai dasar HMI dapat terus hidup dan memberi dampak nyata bagi masyarakat luas.
Di tengah berbagai kesibukan para alumni yang kini berkiprah di berbagai bidang, kegiatan seperti ini menjadi pengingat bahwa berbagi kebahagiaan, terutama kepada anak-anak yatim, adalah salah satu bentuk ibadah yang paling indah di bulan Ramadan.**












