Muaradua – Ketua Bawaslu OKU Selatan berinisial DN memanggil sejumlah wartawan untuk memberikan klarifikasi terkait pemberitaan yang viral mengenai kematian salah satu stafnya, Maria Simaremare.
Klarifikasi tersebut dilakukan pada Rabu, 1 April 2026, menyusul beredarnya informasi yang dinilai menyudutkan ketua Bawaslu, khususnya terkait kepulangan jenazah almarhumah ke kampung halamannya di Riau.
Dalam pemberitaan yang beredar, disebutkan seolah-olah Ketua Bawaslu lepas bertanggung jawab atas proses pemulangan jenazah tersebut.
BACA JUGA
Empati dan Tanggung Jawab Disorot, Pernyataan Ketua Bawaslu OKU Selatan Picu Perdebatan Publik
Rekonstruksi Kasus Pembunuhan ASN Bawaslu; Polisi Dalami Kronologi Kejadian
DN menegaskan bahwa informasi tersebut perlu diluruskan. Ia mengaku telah menghubungi beberapa rekan wartawan dari media online guna meminta agar pemberitaan yang beredar dapat diklarifikasi dan disajikan secara bagus
“Saya minta agar berita yang beredar bisa diluruskan. Alangkah baiknya jika rekan-rekan wartawan menyajikan berita yang baik “,ujar DN.
Sementara itu, salah satu wartawan lainnya berinisial S menyampaikan bahwa dirinya sempat menjelaskan kepada Ketua Bawaslu mengenai aturan dan ketentuan terkait penanganan kematian ASN di lingkungan lembaga.
DN disebut mengakui bahwa dirinya belum memahami secara rinci aturan tersebut karena belum sempat membacanya.
Peristiwa ini menambah perhatian publik terhadap transparansi dan profesionalitas dalam penanganan informasi serta hubungan antara pejabat publik dan insan pers.*










